Friday, April 19, 2024
HomePerspectiveArtikelWaktu yang Tepat untuk Mengajarkan Manajemen Diri Pada Anak

Waktu yang Tepat untuk Mengajarkan Manajemen Diri Pada Anak

Waktu yang tepat untuk mengajarkan manajemen diri pada anak adalah kapan saja. Tidak ada jawaban spesifik tentang batasan umur, atau kapan waktu yang pas untuk mengajarkannya. Namun, semakin muda anak belajar tentang manajemen diri, akan semakin baik anak mengelola dan mengatur dirinya sendiri di saat sudah dewasa nanti.

Tidak ada batas usia

Yang dimaksud dengan tidak ada batas usia bukan berarti sejak bayi. Akan tetapi, sejak anak sudah mengerti aneka macam perintah yang diberikan oleh orang tuanya. Dalam hal ini anak-anak yang memasuki usia 1 tahun, hingga anak-anak siap untuk dilepas ke dunia luar, atau ketika anak sudah beranjak balita.

Teknik memberikan materi

Tidak seperti materi pendidikan yang diterapkan di sekolah, materi pendidikan manajemen diri ini diberikan kapan saja :

1. Caranya yang pertama adalah dengan memberikan contoh.

Anda dapat memberikan informasi tentang manajemen diri ini, dalam berbagai kehidupan sehari-hari, atau dalam tingkah laku. Secara tidak langsung sang anak akan melihat tingkah laku orang tuanya. Ini yang secara tidak langsung ditiru anak.

2. Berbicara dari hati ke hati

Selain memberikan contoh, Anda juga sebaiknya menjelaskan tentang manajemen diri ini dari hati ke hati. Baik dari cerita pengalaman Anda, memberikan saran, atau informasi yang spesifik dan dibutuhkan oleh sang anak pada saat itu juga.

Dengan adanya berbagai saran dan pembicaraan dari hati-ke hati inilah, yang secara tidak langsung memupuk rasa percaya diri pada sang anak, bahwa sang anak diterima dan disayang oleh kedua orang tuanya.

3. Terus menerus/Kontinyu

Tentunya dua teknik yang telah disebutkan di atas harus dilakukan secara terus menerus hingga akhirnya anak mengerti, dan secara tidak langsung menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tentunya teknik-teknik yang disebutkan di atas membutuhkan kerjasama yang baik antara kedua orang tua agar pelajaran tentang manajemen diri dapat dipahami dan mampu dilakukan dengan baik oleh sang anak.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor