Friday, April 19, 2024
HomePerspectiveArtikelApa Tipe Anda? Extrovert dan Introvert di Tempat Kerja

Apa Tipe Anda? Extrovert dan Introvert di Tempat Kerja

Selain berbagai pengukuran minat dan bakat, teori tipe yang dikembangkan psikolog Swiss Carl Jung juga dapat membantu Anda lebih sukses dalam berkarir.

Teori tipe ini memberikan kerangka bagi kita untuk memahami perilaku. Secara sederhananya, teori tipe ini didasarkan pada gagasan bahwa setiap orang memiliki preferensi alamiah dalam cara melakukan hal-hal yang mereka lakukan. Preferensi alamiah ini dibagi dalam empat dikotomi dengan sudut yang berlawanan.

Setiap dari kita memiliki preferensi tentang di mana kita lebih suka memfokuskan perhatian dan mendapatkan enerji (Extraversion/Introversion), kita memiliki preferensi terhadap cara menerima informasi (Sensing/Intuition), preferensi dalam mengambil keputusan (Thinking/Feeling) dan bagaimana kita mengorientasikan diri atau berinteraksi dengan dunia luar (Judging/Perceiving Process).

Kita akan membahas mengenai dikotomi pertama yaitu Extrovert dan Introvert dan hubungannya dalam lingkungan pekerjaan. Dalam teori tipe, Skala Extrovert/Introvert tidak berarti bawel atau pendiam dan pemalu, tetapi skala ini berhubungan dengan bagaimana Anda memfokuskan enerji Anda.

Orang yang extrovert cenderung:
– Bersemangat apabila berada bersama orang-orang lain
– Memiliki banyak teman
– Memiliki banyak minat yang berbeda-beda
– Berkomunikasi dengan bebas; mengambil inisiatif dalam menghubungi orang lain
– Berpikir paling baik ketika berbicara dengan orang lain
– Sering kali lebih suka berkomunikasi dan belajar dengan cara berbicara dan mendengar

Seorang yang introvert cenderung:
– Bersemangat karena sumber-sumber dari dalam diri
– Memiliki sedikit teman tetapi dekat, tidak banyak berbicara ketika berkomunikasi dengan orang lain
– Hanya memiliki beberapa hal yang diminati, tetapi sangat mendalam minatnya
– Sering kali lebih menyukai berkomunikasi dengan membaca dan menulis

Setelah memahami tipe seseorang, kita dapat, misalnya: mengirimkan agenda sebelum sebuah pertemuan sehingga seorang introvert lebih siap memberikan kontribusi pemikirannya. Sementara untuk si extrovert kita memberikan waktu dan tempat yang cukup agar dia dapat mengungkapkan pikirannya.

Ketika berhadapan dengan klien tanyakan terlebih dahulu apakah mereka lebih suka dihubungi melalui telepon atau email. Introvert lebih suka membaca dan mempertimbangkan apa yang Anda katakana. Extrovert berpikir sambil mereka berbicara.

Pada waktu merencanakan kegiatan harian Anda, jangan lupa menyelipkan sedikit waktu untuk memulihkan tenaga apabila Anda seorang Introvert. Sebaliknya, apabila Anda seorang Extrovert cobalah tidak menghabiskan sepanjang hari, setiap hari bekerja sendiri dengan komputer. Menghabiskan waktu dengan orang lain akan memberi Anda enerji tambahan.

Dengan memahami tipe Anda maupun rekan kerja Anda akan membantu kesuksesan Anda di tempat kerja.

RELATED ARTICLES

1 COMMENT

  1. kadang-kadang saya merasa sebagai seorang introvert dan extrovert sekaligus, karena saya merasa memiliki sifat2 yang tercantum pada keduanya. Adakah istilah untuk yang semacam saya ini? atau haruskah masuk ke dalam kategori intro atau extro?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor