Friday, April 19, 2024
HomePerspectiveArtikelTips Memanfaatkan Job Fair

Tips Memanfaatkan Job Fair

Salah satu jenis pameran yang dijamin pasti akan berhasil dan ramai pada saat krisis ekonomi adalah pameran pekerjaan atau job fair. Akhir-akhir ini semakan banyak saja lembaga yang melakukan job fair, tidak hanya dari universitas, tetapi juga perusahaan rekrutmen. Pencari kerja pun berbondong-bondong mendatangi pameran seperti ini, tidak masalah meskipun harus membayar untuk tiket masuk.

Ketika datang mengunjungi pameran seperti ini, manfaatkanlah sebaik mungkin. Pameran karir/career fair atau sering juga disebut job fair atau ada juga yang menyebut career day adalah tempat yang tepat untuk bertemu calon pemberi pekerjaan baru serta bahkan bisa langsung melakukan wawancara untuk mendapatkan pekerjaan.

Tetapi jangan hanya datang membawa 20 copy resume Anda saja tanpa membuat persiapan apa-apa. Anda perlu mempersiapkan sedikit strategi.

Pertama, tentu saja, pastikan resume Anda telah ditulis dengan baik, rapi, tanpa kesalahan. Cetaklah rangkap berapa banyak yang Anda perlukan, jangan difotokopi, karena tentu saja kualitasnya akan lebih
baik.

Sebelum datang ke pameran, bacalah terlebih dahulu keterangan mengenai pameran tersebut. Ketahuilah siapa saja perusahaan yang akan ikut berpameran. Kalau memungkinkan, lakukan semacam riset untuk mengetahui tenang perusahaan yang ikut berpameran. Dengan begitu, ketika berbicara dengan perwakilan perusahaan, Anda bisa tampil lebih percaya diri dan meyakinkan.

Selain itu dengan pengetahuan ini, Anda bisa fokus pada perusahaan-perusahaan yang menarik minat Anda saja, tidak perlu melamar membabi-buta kepada setiap perusahaan. Dengan pengetahuan ini juga Anda bisa menulis surat lamaran serta resume yang langsung pada sasaran.

Ajaklah perwakilan dari perusahaan untuk bercakap-cakap dan tunjukkan bahwa Anda mengerti tujuan dan nilai-nilai perusahaan tersebut.

Persiapkan “pidato singkat” perkenalan tentang diri Anda, apa yang bisa Anda kerjakan, dan mengapa Anda tertarik bekerja di sana. Ketika memberikan resuma Anda pada perekrut, tanyakan apa langkah selanjutnya setelah ini.

Jangan lupa, mintalah kartu nama perwakilan perusahaan sehingga Anda bisa menindaklanjuti apabila tidak ada kabar.

RELATED ARTICLES

1 COMMENT

  1. Ehm…sayang bget, aq pernah ikut bursa karir
    yg ad workshopnya gitu…eh tnyt g’ da wkil
    prushaan yg dtg, kecewa bgt….lamaran dtitipkan ke
    penyelenggara tnp bs btm dgn wkl prushaan. Tnyt penyelenggara jg hrus qt
    perhatikan kredibilitasnya…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor