Friday, July 19, 2024
HomePerspectiveKonsultasiPilihan, Memilih or Stuck

Pilihan, Memilih or Stuck

Membaca berbagai cerita inspiratif dari berbagai orang yg bekerja sesuai passion dan sukses di dalamnya membuat saya agak sedikit iri. Betapa serunya dan asiknya bisa bekerja dan enjoy didalamnya. Berharap saya bisa seperti itu :). Saya sebagai karyawan pabrik (as. mekanik) besar milik negara yg memberi gaji cukup banyak serta tunjangan dan prospek yg bagus untuk kedepannya ( pandangan saya terhadap senior” saya). Tempat yg nyaman dan orang di sini juga baik-baik. Ada perasaan agak iri ketika teman saya bisa menyelesaikan masalah itu, dalam hati saya berkata “saya juga harus bisa nih”. Tetapi ada yg mengurungkan niat saya karena saya tidak begitu suka bidang ini. Ini membuat saya kurang bekerja maksimal dan tidak memberikan kontribusi yg cukup didalamnya. Saya malah tertarik di bidang lain (as cooking). Saya pernah mengikuti khursus, perasaan saya senang ketika bisa membuat sesuatu dan bisa menyuguhkanya kepada orang lain. Apalagi ketika dia tersenyum dan berkata ini sangat enak. 🙂 waktu juga terasa cepat melakukannya apalagi bersamaan dengan ibu saya. :).

Lulusan dari smk membuat saya bersyukur dan berterimakasih bisa mendapat pekerjaan yg cukup bagus ini.
Ada sesuatu keinginan saya, ingin bisa bekerja di bidang ini (cooking) dan memberikan kontribusi didalamnya. Berharap bisa melanjutkan studi di salah satu perguruan tinggi di bandung (prodi MTB) di tahun ini. Saya sudah mencari informasi dan mempersiapkan apa saja yg perlu di siapkan untuk tes-tes masuk. Tetapi kondisi saya sebagai tenaga kontrak sebuah pabrik ini membuat saya agak sulit melakukannya.
Menurut anda apa yg harus saya putuskan? Apakah saya terlalu plinplan dan terlalu takut mengambil keputusan akan niatan saya ini?
Mohon jawabannya. Dan maaf jika terlalu panjang 🙂

Gilang

Dear Gilang,

Apakah cerita inspiratif yang Anda maksud adalah kisah para inspirator karier di website konsultankarir.com? Ada banyak cerita inspiratif orang-orang yang bekerja sesuai passion. Jika Anda cermati kembali, mereka berhasil mendapatkan hal itu dengan penuh perjuangan. Mereka bersedia memperjuangkan minat dan hal-hal yang mereka sukai di sela kesibukan dan aktivitas yang ada sebelumnya. Sebagian dari mereka menjalani aktivitas yang sebelumnya tidak terlalu mereka senangi, tetapi tetap dengan komitmen tanpa berhenti mencari jalan agar suatu hari bisa menjalani aktivitas yang mereka senangi. Mereka juga bersedia menghadapi beragam konsekuensi mulai dari bekerja ekstra, belajar secara mandiri, boikot finansial dari pasangan, dll.

Pertanyaannya, apakah Anda bersedia menjalani semua itu? Percayakah Anda pada diri sendiri untuk melepas kenyamanan saat ini untuk mendapatkan kenyamanan lebih nantinya?

Ada banyak hal yang berada di luar kendali kita, untuk itu, kendalikanlah hal-hal yang ada dalam diri kita sendiri. Motivasi, semangat, waktu yang kita miliki, juga energinya. Andalah yang mampu mengendalikan akan menghasilkan kinerja seperti apa, meskipun di tempat kerja yang masih kurang sesuai dengan minat.

Minat saja tidak cukup, dan akan tetap sekedar menjadi minat, jika tanpa tindak lanjut yang nyata. Berikut adalah beberapa artikel yang mungkin bisa memberikan insight bagi Anda.

http://www.konsultankarir.com/saya-dan-karir/2010/03/22/komitmenku-karirku

http://www.konsultankarir.com/saya-dan-karir/2010/01/04/dari-penjahit-ke-penulis

http://www.konsultankarir.com/saya-dan-karir/2009/11/08/aku-ke-kanan-bukan-ke-kiri

http://www.konsultankarir.com/saya-dan-karir/2009/12/21/antara-karir-dan-cita-cita

http://www.konsultankarir.com/saya-dan-karir/2009/12/14/kepuasan-batin-dan-ketenangan-berkarir

Salam,

Tim Konsultankarir.com

RELATED ARTICLES

2 COMMENTS

  1. terimakasih sebelumnya atas bimbingannya.
    disini saya sedang mencoba untuk tetap menjalani kesenangan saya di sela” pekerjaan serta mencari jalan itu. berarap agar d tahun ini saya bisa menjaadi salah satu mahasiswa di STPB dan belajar disana untuk memperoleh pengalaman serta ilmu yang lebih lagi di bidang ini. tetapi disini saya belum menceritakan minat saya ini kepada keluarga saya. saya inggin sesuatu yang saya pilih itu atas ridho dari keluarga terutama kedua orang tua saya. Dan juga terus berdoa akan ridho-Nya. mana yang terbaik menurut-Nya. Apa saya harus menceritakan terang” kepada keluarga saya?

    • Menceritakan kepada orang yang signifikan dalam hidup Anda bisa menjadi cara untuk mendapatkan dukungan, apalagi dukungan dan doa orang tua akan menjadi sumber kekuatan untuk kita bisa maju dan sukses

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor