Tuesday, June 25, 2024
HomePerspectiveKonsultasiPeluang karir lulusan antropologi budaya dan lulusan ilmu sosiatri (pengembangan sosial dan...

Peluang karir lulusan antropologi budaya dan lulusan ilmu sosiatri (pengembangan sosial dan kesejahteraan)

Dear Konsultankarir.com ,

Saya ingin tahu mengenai peluang karir seorang mahasiswa yang mengambil prodi Antropologi Budaya. Bagaimanakah prospek kerja lulusan ini? Saya juga ingin tahu bagaimana prospek kerja lulusan ilmu sosiatri (pengembangan sosial dan kesejahteraan) untuk saat ini? Terima kasih atas bantuannya.

Daniel Hari Budiman

Dear Daniel,

Terima kasih atas pertanyaannya. Terlebih dahulu saya akan mencoba sharing mengenai prospek kerja lulusan ilmu sosiatri. Saya sendiri saat ini sedang menempuh pendidikan Pascasarjana Kesejahteraan Sosial di Fakultas FISIP Universitas Indonesia dan bekerja full-time di salah satu non profit organization (NGO) yang memperjuangkan pendidikan formal anak-anak yang berasal dari keluarga dengan kondisi finansial yang rendah dan rentan putus sekolah. Sebelumnya saya bekerja di NGO yang bergerak di sektor penanggulangan bencana, tepatnya Pengurangan Resiko Bencana Gempa. Sebelumnya lagi saya bekerja di salah satu perusahaan IT raksasa sebagai staff yang mengurusi bidang Corporate Social Responsibility (CSR) dan bertanggung jawab atas setiap kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dibiayai oleh perusahaan tersebut.

Pengalaman saya kurang lebih menunjukan beberapa prospek kerja yang secara umum dijalani oleh lulusan ilmu sosiatri. Daniel dapat memilih sektor kerja yang beragam, mulai dari pemerintahan, NGO ataupun korporasi/perusahaan bisnis. Untuk sektor pemerintahan, tiga pilihan yang banyak digandrungi oleh lulusan ilmu sosiatri adalah Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Dalam Negeri. Apabila ingin berkarir di dunia NGO kita dapat memilih untuk berkarir di NGO lokal ataupun Internasional. Beberapa contoh NGO Internasional yang banyak di incar oleh lulusan ini adalah United Nation (PBB) beserta agency-agency nya seperti UNDP, UNICEF, UNESCO, dan lain sebagainya, tinggal kita mencari dimana passion kita dalam memilih dunia sosial yang lebih spesifik, seperti kebencanaan, pendidikan & budaya, anak-anak, pemberdayaan masyarakat, dan lain sebagainya. Apabila lebih berminat bekerja di perusahaan, kesempatan terbesar berada di divisi Community Development/Pengembangan Masyarakat. Setiap perusahaan tambang pasti memiliki divisi Community Development yang besar sebagai penghubung dengan masyarakat yang berada di sekitar area tambang, begitupun dengan sektor perusahaan lainnya karena kegiatan sosial perusahaan (CSR) telah dicantumkan dalam undang-undang sebagai kewajiban setiap perusahaan.

Mengenai Antropologi budaya terdapat banyak kesamaan dengan ilmu sosiatri. Perbedaan yang mencolok adalah ilmu sosiatri berbicara mengenai pembangunan sosial secara luas dan mempelajari secara garis besar ilmu psikologi, sosiologi dan antropologi. Sedangkan ilmu antropologi budaya lebih fokus mempelajari cara memaknai dan menganalisi kehidupan masyarakat sehingga dapat menentukan hal-hal yang harus dilakukan sesuai dengan tujuan yang diinginkan sang antropolog. Antropologi Budaya terdiri dari prehistori, etnolinguistik dan etnologi yang nantinya akan menghasilkan lulusan-lulusan yang mampu melakukan intervensi sosial di setiap budaya masyarakat. Sebagai contoh adalah kawan saya, Butet Manurung yang mampu melakukan intervensi sosial khusunya pendidikan, bahkan intervensi adat di dalam masyarakat pedalaman seperti Suku Anak Dalam di Jambi, Asmat di Papua dan beberapa daerah lainnya. Antropolog Budaya banyak berkecimpung di dunia penelitian ilmiah mengenai budaya masyarakat dan bekerja pada umumnya seperti lulusan-lulusan sosiatri.

Terima kasih.

Best regards,
Henda Gandamanah
lihat profile: http://www.konsultankarir.com/get-help/our-kaka

 

RELATED ARTICLES

11 COMMENTS

  1. Saya siswi SMA. Saya mau bertanya, jujur saya orangnya susah bergaul dan tidak terlalu PD, kalau besok saya kuliah ambil Jurusan Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, kira-kira cocok / tidak ya?

    • Dear Dewi,

      Coba cermati sampai detik ini, karakter orang-orang yang cocok dengan Dewi seperti apa, baik dari lingkungan keluarga (lebih dekat ke ayah atau ibu, cermati karakter yang lebih dekat), teman sekolah/hang out, kemudian dalam lingkungan atau jenis aktivitas seperti apa Dewi merasa nyaman menjalin interaksi. Buatlah rangking dari yang ternyaman sampai agak nyaman.

      Tujuannya adalah untuk mengenali pola interaksi sosial Dewi selama ini. Berangkatlah dari kekuatan ini, lalu dorong diri untuk beradaptasi di lingkungan dan dengan karakter berbeda.

      Adakalanya kita bisa memilih, tetapi terkadang kita ‘dipaksa’ untuk bisa memahami situasi tidak menyenangkan dan ‘bertahan’, karenanya bukan masalah suka atau tidak suka, tetapi bagaimana kita bisa mengandalkan diri sendiri agar bisa ‘nyaman’. Mulailah dari yang sederhana (tidak ekstrem), jangan lupa mencermati respons diri sendiri sehingga bisa melakukan perbaikan di kesempatan berikutnya. Selamat mencoba 🙂

      Terima kasih,

      Salam,
      Tim Konsultankarir.com

  2. Inti dari pembelajaran Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan adalah “pelayanan kepada masyarakat”, dengan cara menerapkan strategi perubahan (intervensi sosial) dalam kehidupan mereka untuk menjadi lebih baik. Apabila masuk ke level yang lebih tinggi, ilmu ini mengajarkan kita strategi-strategi dalam berinteraksi dengan masyarakat, yang artinya dibutuhkan skill komunikasi yang baik.

    Langkah awal untuk melakukan intervensi sosial adalah berkomunikasi dengan orang/masyarakat yang menjadi target intervensi. Kita harus dapat menggali informasi sedalam mungkin untuk menemukan masalah dan mencari solusi terbaik untuk mereka.

    Berbicara tentang Pembangunan Sosial, berarti kita akan sering bersinggungan dan bekerja dengan komunitas miskin, masyarakat lokal/suku pedalaman, daerah yang memiliki masalah sosial yang tinggi. Jadi mulailah untuk belajar berkomunikasi dan bergaul 🙂

    Salam

    Henda G.
    lihat profile:http://konsultankarir.com/get-help/our-kaka

  3. Nama Saya Gilbert Papuko, saya sekarang kuliah di Universitas Cenderawasih Jayapura Papua, fakultas FISIP Prodi Antropologi Sosial, saya ingin menanyakan peluang kerja apa saja yang bisa kami para Antropolog geluti, kalau di Kementrian Sosial, Kementrian Budaya, Kementrian Pendidikan, lebih spesifik nya dibagian apa yah ??? trus bagaimana cara mendaftar nya ??/
    Terimakasih

  4. Antropologi Sosial apakah sama dengan sosiatri.?
    apakah prospek kerjanya sama?
    apakah lulusan dari antropologi bisa bergabung ke perusahaan UNICEF, UNESCO,? lalu selain kedua perusahaan ini apakah ada bidang lainnya..? dan apakah kita bisa mengikuti sebagai pns ? dengan jurusan tersebut?
    trimakasih..

  5. Saya Samosir, saya volunteer di salah satu NGO. Kami bergerak dalam bidang pendidikan, termasuk menyediakan pembelajaran secara gratis kepada anak-anak yang berasal dari ekonomi menengah ke bawah juga menyediakan beasiswa/sponsorhip kepada sebagian anak-anak yang kami didik. Jujur, saya masih cukup baru bergelut dalam bidang NGO, selesai dari pendidikan program strata 1 saya sekitar kurang lebih satu tahun terakahir ini, pengalaman saya hari demi hari membuat saya sangat tertantang dan semakin mencintai dengan dunia volunteering ini. Tetapi, ada kendala yang saya hadapi dimana saya kurang maksimal dalam membuahkan ide-ide atau gagasan-gagasan untuk pengembangan pengajaran yang setiap hari kami lakukan. Mohon pencerahannya. Terimah Kasih. Salam!

  6. Salam kak, aku siswa lulusan tahun
    ini. Sebelumnya saya mau curhat
    sedikit boleh kan? 🙂
    Saya baru lulus SMA, banyak jurusan
    dan universitas yg aku minati
    sampai” aku ingin masuki semua tapi,
    karena ada sedikit halangan aku
    tidak bisa melanjutkan kuliah tahun
    ini.
    Beberapa bulan ini aku meyakinkan
    diriku sendiri sebenarnya jurusan
    apa yg cocok sama aku? aku tidak
    ingin salah langkah yg dikemudian
    hari menyesal, aku juga bukan orang
    yg hanya kuliah semata-mata ngejar
    Title, aku ingin melanjutkan
    kejurusan yg sesuai dengan
    kemampuanku
    dan membuat aku nyaman. Dan salah
    satu dari jawaban itu adalah
    Antropologi.
    Aku minta pendapat kakak tentng
    jurusan ini apakah aku cocok? aku
    suka
    mempelajari budaya, aku suka melihat
    keberagaman budaya didunia ini
    menurutku ini sangat menarik. Aku
    ingin mempelajari lebih dekat dan
    bersosialisasi tentang budaya dari
    dalam maupun luar negeri. Ada
    alasan khusus tersendiri karena
    sebenarnya aku sgt tertarik dg
    kebudayaan asia timur terutama
    korea. Aku ingin melihat lebih dekat
    sehingga aku bisa membedakan
    sekaligus menselaraskan antara
    budaya
    barat dan timur, bagaimana orang”
    didunia ini? apa yg mereka lakukan
    kesehariannya? dan bagaimana
    menjaga budaya tetap hidup ditengah
    perubahan zaman.
    mohon pendapatnya kak 🙂 maaf
    sebelumnya aku ngomong panjang
    lebar
    kesana kemari. hehe mohon dijawab
    ya kak 😀

  7. saya mau tanya… saya ingin jadi guru antropologi akan tetapi saya ingin mengambil fakultas sosial antropologi … apakah menurut anda itu baik atau tidak? soalnya saya akan lulus sma tahun ini. mohon dijawab. makasih

  8. kak saya mau tanya nanti saya kuliah ambil jurusan antropologi itu materinya di mulai dari awal lagi t kak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor