Tuesday, June 25, 2024
HomeMy StoryMenjadi HR Profesional sekaligus Inspirator Sejati

Menjadi HR Profesional sekaligus Inspirator Sejati

Profil Karir – Pia Noorbambang

Dalam sebuah perusahaan, bagian pengembangan sumber daya manusia atau biasa dikenal dengan HRD (Human Resources Department/Division) merupakan bagian yang memegang peranan krusial karena menjadi tempat dimana sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan direkrut, dilatih, dikembangkan, dan ?dijaga’. Tugas HRD meliputi semua proses tersebut, termasuk di dalamnya menjalani fungsi administrasi kepegawaian hingga menjadi strategic thinker bagi top manajemen.

Salah satu sosok yang menggeluti dunia HRD dan bisa memberikan sharing yang sangat berguna bagi yang ingin berkarir di bidang HR adalah Pia Sri Widayati atau biasa disebut Pia Noor Bambang. Ia menggeluti dunia HRD tepat setelah lulus dari Fakultas Psikologi UI pada tahun 1981 di sebuah BUMN kontraktor, yakni PT Wijaya Karya hingga saat ini. Mbak Pia, demikian ia biasa dipanggil, selama menjalani masa kerjanya yang mendekati 30 tahun ini, telah ?merasakan’ hampir semua fungsi HRD, termasuk fungsi yang tidak langsung berkaitan dengan HRD, yakni tanggung jawab sosial perusahaan, atau yang lebih dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR). Pada setiap fungsi yang dijalaninya, ia selalu berupaya untuk meninggalkan karya nyata, salah satunya berupa pembuatan atau pembenahan sistem.

Membangun sistem bukanlah hal yang mudah, sebaliknya sangat berat tantangannya, selain harus mampu menghadapi resistensi, juga harus dapat mengubah pola pikir dalam rangka menerapkan sstem tersebut. Tapi Mbak Pia menghadapi semuanya dengan tegar, sebagaimana yang telah dijalaninya selama ini.

Sistem yang belum ada dibangun hingga menjadi ada. Yang sudah ada, dievaluasi agar dapat meningkatkan efektivitas pola kerja sehingga tidak menimbulkan konflik antar individu dan menciptakan sinergi yang mendukung berkembangnya perusahaan. Menurut Mbak Pia begitulah cara ia membangun karir, yaitu dengan meninggalkan karya nyata di bidang yang digeluti dan mengembangkan orang lain sehingga diperoleh kader-kader penerus yang kompeten untuk bidang tersebut.

Namun yang paling penting dalam membangun karir menurut Ibu yang lebih sering tampil apa adanya ini adalah memandang semua kegiatan atau aktivitas kerja apapun yang dilakukan merupakan ibadah terhadap Tuhan YME. Dengan demikian dapat memacu seseorang untuk melakukan yang terbaik.

Selama bekerja, ia selalu menangani lebih dari satu fungsi pekerjaan seperti fungsi rumah tangga perusahaan sekaligus menjadi konselor, asesor, fasilitator dan menjadi tim kegiatan sosial perusahaan. Selain itu ia juga pernah menangani fungsi kepersertaan dan pengawasan di dana pensiun; menjadi konseptor materi training di sebuah yayasan pendidikan; dan sekretaris pada yayasan kesejahteraan pegawai. Keberhasilannya dalam menjalani pekerjaan dan mencapai puncak karirnya dianggap suatu kewajaran karena menurutnya manusia memang sudah seharusnya melakukan sesuatu yang menghasilkan. Sedangkan keberhasilan yang dianggapnya berarti adalah keberhasilan suami dan anak-anaknya dalam menjalani kehidupan.

Semua hal di atas dilakukannya dengan penuh kerelaan dan tanpa pamrih disertai semangat untuk mengembangkan orang lain, inilah yang menjadi salah satu kelebihannya hingga terpilih menjadi penerima Inspirator Award pada saat ultah Wika di tahun ini. Pemilihan dilakukan secara langsung oleh para pegawai Wika. Sungguh sebuah hasil nyata dari pribadi yang senang mengembangkan orang lain.

Mbak Pia yang melanjutkan studi S2-nya pada Psikologi UI program Psikologi Industri dan Organisasi menyatakan bahwa latar pendidikannya sudah sangat sesuai dengan karir yang digelutinya. Ia juga menyatakan bahwa latar belakang yang memadai sangat penting.

Dengan latar belakang yang sesuai-pun, tantangan akan selalu ada sehingga selalu dibutuhkan pembelajaran dalam setiap situasi dan kondisi yang ada. Selain dua hal tersebut (latar belakang pendidikan yang sesuai dan kemauan untuk belajar), seseorang juga harus kreatif, tekun dan gigih untuk mencapai puncak karir.

Menurut Ibu dari tiga orang anak ini, tantangan terberat dalam menjalani pekerjaan adalah membentuk kader-kader pemimpin perusahaan, pemegang jabatan fungsional maupun profesional di dalam perusahaan dan mencari calon pengganti pada setiap fungsi yang ada.

Dalam menjalani karir, mbak Pia yang terkesan serius tapi santai ini, memiliki pengalaman yang berkesan yaitu ketika diminta untuk menangani pekerjaan di luar latar belakang pendidikannya. Diantaranya, ketika ia diminta untuk menangani kegiatan pensiun sehingga diharuskan banyak belajar mengenai strategi penetapan protofolio investasi dalam rangka pengembangan dan mengelola asosiasi dana pensiun.

Mbak Pia juga terlibat dalam mengelola kerumah-tanggaan perusahaan dimana ia harus belajar mengenai pengelolaan properti. Menurutnya penugasan yang sangat jauh dari latar belakang pendidikan bukan menjadi masalah, melainkan sebuah tantangan dan dapat memperkaya diri karena belajar mengenai hal baru yang dapat menambah wawasan dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

Mengenai karir, ia berpendapat bahwa karir adalah seluruh kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan diri di seluruh unsur kehidupan manusia selama hidup di dunia, melalui karya nyata di keluarga, lingkungan sosial, pekerjaan dan mencapai puncaknya pada saat meninggal dunia.

Jadi karir menurutnya bukan hanya pada bidang pekerjaan saja tapi juga diseluruh aspek kehidupan yang berkaitan dengan pengembangan diri. Hal tersebut tercermin dari keaktifan Mbak Pia di dunia sosial, sejak 1984 ia aktif sebagai pengajar sekolah minggu untuk anak balita, pengurus koperasi, bendahara atau sekertaris di lingkungan rumah hingga menjadi tim persiapan perkawinan, menjadi ketua ranting WKRI (Wanita Katolik Republik Indonesia), menjadi tim pendamping keluarga dan bidang kesisteman di tingkat propinsi dimana beliau diminta untuk membuat pola-pola kegiatan sosial yang tepat sasaran.

Mbak Pia juga menjalankan usaha kecil dengan memperkerjakan orang-orang muda yang memiliki keterbatasan dana dan akses pendidikan melalui kejar paket A, paket B, paket C, kuliah atau kursus keterampilan sesuai dengan minat yang bersangkutan. Harapannya adalah orang-orang tersebut dapat mandiri setelah dibekali dengan pendidikan.

Semua hal tersebut dilakukan Mbak Pia agar ia memiliki masa tua yang mandiri, memiliki kegiatan sosial yang terus berjalan, dan dapat mendukung orang lain maju dan mandiri sehingga kehidupan menjadi lebih bermakna, baik baginya maupun bagi orang tersebut.

Untuk sukses dalam berkarir, Mbak Pia menyarankan agar seseorang memiliki sikap jujur pada diri sendiri, tidak dibuat-buat, dan selalu manjalin relasi yang baik dengan siapa saja.

Menurutnya, peluang berkarir dalam bidang HRD sangat luas karena selain sangat dibutuhkan di setiap perusahaan, juga karena tingkat kesulitan yang dihadapi manusia semakin tinggi dengan kondisi lingkungan sosial yang semakin kompleks dan keras.

Mbak Pia menyarankan para pemula di bidang HRD untuk belajar mendengar dan berkomunikasi dengan orang lain secara efektif, mempelajari teknik-teknik konseling, dan banyak membaca. Hal tersebut dapat meningkatkan kemampuan interpersonal individu yang merupakan keterampilan yang dibutuhkan seseorang untuk menjalani profesi HR. (rumi)

RELATED ARTICLES

2 COMMENTS

  1. saya kenal baik dengan mbak pia ini. selain beliau profesional dibidangnya, beliau juga seorang atasan yang juga sekaligus sebagai ibu bagi bawahan-bawahannya. jika ada sesuatu hal yang ditanyakan kepadanya beliau selalu memberi solusi yang terbaik untuk semua aspek kegiatan serta mengayomi.

  2. selamat siang mbak,

    saya mau tanya bagaimana menghadapi atasan yng mementingkan diri sendiri sehingga hak karyawan itu dia tiadakan.singat cerita sy sebagai HRD dibawah pimpinan sy ada manager,nah manager ini tak suka dengan sifat ob sehingga yng td nya gaji ob naik bulan ini jd ketunda bln januari karna masalah pribadi.apakah yang mesti sy lakukan trus apa alasan saya pada ob? trima kasih atas bantuaan nya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor