Sunday, July 21, 2024
HomeArtikelExperiencedKonsultasi: motivasi dalam berkarir. Dari Lestari untuk Day_robe

Konsultasi: motivasi dalam berkarir. Dari Lestari untuk Day_robe

Hal-hal apa yang bisa memotivasi diri bagi kita saatnya untuk pindah kerja

Dear Day_robe,

Jika ditanyakan hal-hal apa saja yang bisa memotivasi seseorang untuk pindah kerja, maka ada dua hal utama yang menjadi prinsipnya. Yakni persoalan finansial alias besarnya gaji yang diterima, dan kedua persoalan kenyamanan dalam bekerja.

Ketika gaji yang diterima dirasakan kurang, namun suasana kerja sangat nyaman (pimpinan dan rekan kerja sangat baik, lokasi kerja dekat, dan lain-lain menyenangkan), maka biasanya motivasi untuk pindah kerja tidaklah terlalu besar. Namun sebaliknya, bila gaji sudah sangat besar, namun suasana kerja tidaklah nyaman, bukan tidak mungkin orang akan memiliki motivasi untuk pindah kerja.

Kondisi berlaku terbalik juga bisa ada, meskipun sangat jarang terjadi. Jarang orang bertahan dengan gaji sangat besar, namun secara batin dia tersiksa. Karena ketika secara psikologis dia tidak nyaman, maka kemungkinan hadirnya beragam penyakit fisik pun bisa tidak terhindarkan. Sementara itu untuk faktor pendukung lainnya yang bisa mempengaruhi motivasi seseorang pindah kerja adalah, adanya tantangan baru di dunia kerja yang lain, maupun rasa jenuh berada ditempat kerja yang lama, namun tentu saja ini bukan sesuatu yang utama.

Sebagai sebuah ilustrasi, ada karyawan disebuah perusahaan besar dengan penghasilan lumayan, memutuskan untuk pindah kerja dengan motivasi utama ingin memiliki waktu luang lebih banyak (kenyamanan waktu kerja). Pengalamannya sebagai pekerja level menengah yang memiliki waktu luang, kemudian pada level atas yang membuat dia harus menghabiskan banyak waktu di tempat kerja (meski gaji menjadi lebih tinggi), membuat dia merasakan kehilangan waktu untuk bersosialisasi dengan keluarga dan sahabatnya, serta tidak lagi bisa menjadi relawan di sebuah organisasi sosial. Motivasi inilah yang menguat dalam dirinya dan membuat dirinya memutuskan pindah kerja, karena dia tidak mungkin lagi meminta posisinya diturunkan di level sebelumnya.

RELATED ARTICLES

2 COMMENTS

  1. Saya 23 tahun ,,
    Saya sudah bekerja 1 tahun,,tepatnya saya bekerja dalam situasi dan kondisi yang berbeda,,dalam lingkungan dan divisi saya perempuan sendiri dalam satu ruangan,,yang lainnya laki laki,awalnya saya merasa heran dan mencoba untuk bertahan dalam keadaan ini,,tapi lama kelamaan saya jenuh dengan lingkungan ini karena saya tidak memiliki teman untuk berbagi saat bekerja,,bercerita atau sekedar ngobrol,,karena semuanya laki laki,,,rasanya saya ingin pindah dari tempat saya bekerja,,karena saya kurang adanya sosialisasi dan rasa kekerabatannya tidak ada. Bagaimana caranya agar saya bisa bersahabat dalam keadaan yang demikian ini?

    Tina

  2. Dear Sdr.Tina,

    Menjalin interaksi di tempat kerja memang terkadang memerlukan strategi sendiri, meski biasanya akan mengalir alami. Tiap individu sebenarnya telah memiliki bekal ini yang dipelajari sejalan pengalaman di beragam lingkungan (keluarga, sekolah, dsb). Jika Anda telah mencoba dan masih merasa tidak nyaman, tidak ada salahnya jika mencoba berdiskusi dengan atasan langsung atau pihak HR tentang keadaan ini. Walaupun sepertinya subjektif, namun bukan tidak mungkin dapat mengganggu produktivitas kerja Anda dan tentu berdampak pada rantai kerja lainnya.

    Budaya kerja juga kadangkala menjadi alasan seseorang untuk pindah kerja atau bagian. Hal ini lebih terkait pada kebiasaan yang sesuai atau nyaman, tidak terkait dengan pelanggaran hukum, etika atau sejenisnya. Semoga dapat membantu, terima kasih.

    Salam,
    Tim Konsultankarir.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor