Sunday, March 3, 2024
HomeArtikelExperiencedMeng-Hirarki-kan Ide

Meng-Hirarki-kan Ide

Apakah Anda termasuk orang yang mudah melahirkan ide? Bahkan sekali muncul dalam satu paket plus ‘sekuel’ nya. Kelebihan ini tentu akan mengundang decak kagum tetapi bisa jadi Anda justru suatu saat berusaha mengerem kemunculan bayi-bayi ide lain. Sebab,.. ide selalu menuntut tanggung jawab yakni: aplikasi atau implementasi konkret.

Sementara ide sebelumnya sedang proses awal, ide lain lagi memasuki tahap pematangan, belum lagi dengan rutinitas wajib yang tak bisa ditinggalkan. Waktu pun tidak peduli terus bergulir… dan tetap dalam 24 jam. Satu lagi, badan akan protes keras jika tidak mendapatkan perlakuan layak seperti istirahat untuk isi ulang energy. Tidak mengherankan suatu saat akan mendengar kalimat, ‘Sereem… deh, ada ide lagi nih..’

Kelebihan dan ‘kerepotan’ lain adalah banyaknya alternative solusi ketika menghadapi satu masalah. Apakah semakin banyak informasi semakin oke? Secara kasat mata sepertinya begitu, tetapi, satu studi psikologi menunjukkan bahwa orang tipe maximizers biasanya akan mendapatkan yang terbaik tapi lebih kurang puas daripada si satisfiers. Maximizers punya ciri mencoba sebanyak mungkin kemungkinan dan alternatif untuk mendapatkan paling maksimal, baik kualitas maupun kuantitas. Sementara tipe satisfiers akan berhenti begitu menemukan pilihan yang telah dirasa cukup. Para partisipan dalam studi tersebut diminta untuk memilih channel televise yang menjadi favorit. Untuk maksimizer, ia mencoba semua channel yang tersedia, sementara si satisfier hanya mencoba beberapa, begitu mendapatkan yang ia suka, ia akan berhenti dan menikmati (Iyengar, Wells, & Schwatrz,2009).

Bagaimana kemudian memilih satu di antara banyaknya ide yang deras mengalir, terlebih jika bekerja dalam satu tim?

Affinity Diagram

Kawakita Jiro (antropolog Jepang) merumuskan affinity diagram untuk mensintesa banyak data (ide) dengan menemukan keterkaitan idenya. Selanjutnya, susun ide-ide tersebut dalam struktur secara bertahap dan bottom up hingga membentuk kelompok-kelompok dengan tema serupa. Barulah kita akan dapat melihat lebih jelas informasi (sumber) apa saja yang ada dan berlanjut ke analisis dan pengambilan keputusan.

Langkah sederhananya:

(1) Gambarkan (tentukan) focus masalah

(2) Lakukan brainstorming untuk memancing ide, ingat, dalam fase ini tekankan kuantitas, tunda penilaian, dan kembangkan ide. Tuliskan di atas kertas kecil untuk tiap ide (bisa menggunakan post-it)

(3) Sortir ide dengan criteria: ide-ide yang sama dan ide-ide yang saling berkaitan. Jika pembahasan ini dalam tim; (a) bentuk tim lebih kecil terdiri 3-4 orang; (b) sortir ide dalam tim kecil dengan suara sekecil mungkin agar tidak saling mempengaruhi; (c) buat consensus tiap tim kecil

(4) Kumpulkan consensus tim kecil ke tim total. Dalam tahap ini, lakukan; (a) diskusikan tema tiap kelompok ide; (b) capai consensus tim total; (c) jika terdapat ide tidak termasuk kelompok manapun, biarkan berdiri sendiri; (d) jika terdapat ide lain yang terkait, buat kelompok ide baru; (e) batasi jumlah tema antara 5-9 kelompok ide

(5) Buat kartu tema (affinity cards), letakkan di bagian paling atas dengan warna kartu berbeda sehingga berfungsi sebagai header cards. Gunakan 3-5 kata untuk mendeskripsikan tema pada header cards.

(6) Lanjutkan dengan membuat super header cards

(7) Proses ini akan menghasilkan struktur hirarki: (a) super-headers, (b) tema/headers dan (c) sub header

Diagram ini sering disebut juga dengan KJ-diagram, sebagai penghargaan pada penggagasnya Kawakita Jiro. Tujuan utamanya adalah membantu kita melihat alur informasi yang berseliweran di sel-sel kelabu maupun yang kita himpun dari internet atau lainnya. Setelah struktur terbentuk, kita akan lebih mengenali masalah yang terjadi dan petanya.

Kini, Anda dapat melangkah ke analisis dan menentukan pemecahannya 🙂

Sumber:

Iyengar,S.S.,Wells,R.E.,Schwartz,B.(2009) Doing better but feeling worse: looking for the “Best” job undermines satisfaction. Dalam Lesko,W.A.(2009) Reading social psychology: general, classic, and contemporary selections. New York; Pearson Education,Inc.

Mindtools (2011) Affinity diagrams: organizing ideas into common themes. http://www.mindtools.com/pages/article/newTMC_86.htm, diunduh 28 Mei 2011

Tyas
Tyas
Career Coach & HR Consultant - "Mind is Magic"
RELATED ARTICLES

1 COMMENT

  1. Terima kasih banyak atas ilmunya, selama ini ide-ide saya tidak pernah jadi bukti, karena tidak pernah ditulis sehingga sering terlupakan.

    problem solving,
    saya tidak punya parners untuk memecahkan masalah, akhirnya macet, tolong minta saran dari ICF.
    SAYA INGIN JADI TRAINER PENGALAMAN 28 TAHUN DI DUNIA PERHOTELAN, SAYA SEDANG MEMBERIKAN TRAINING TENTANG CUSTOMER SERVICE, TAPI BELUM PROFESIONAL KARENA SAYA SELAMA INI BEKERJA SENDIRI, MINTA SARAN APA YANG HARUS SAYA LAKUKAN ? TERIMA KASIH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor