Sunday, March 3, 2024
HomeArtikelExperiencedBingung menentukan karir yang tepat

Bingung menentukan karir yang tepat

Saya seorang karyawati di sebuah penerbitan buku, posisi saya sebagai editor, yang artinya banyak bekerja di belakang meja, dan jarang bertemu orang. Saya sudah 1 tahun setengah di sini, dan ini karir pertama saya. Belakangan saya merasa sangat bosan, dan ingin pindah kerja. Tapi saya sebenarnya bingung menentukan pekerjaan yang cocok untuk saya. Beberapa kali saya mencoba tes online psychologilac for career, hasilnya, menurut tes itu, saya tidak cocok dengan pekerjaan yang rutinitasnya sama, melainkan saya lebih senang ada perubahan setiap harinya, bertemu orang, dan beberapa jenis pekerjaan yang muncul seperti guru, customer service, training service.

Saya pernah coba apply, tapi saat wawancara, mereka tidak memercayai kalau saya mampu di bidang seperti itu, karena pengalaman saya sebagai editor. Saya bingung, dan saat ini mungkin saya cenderung ke arah penyakit psikologis yang disebut “burn out”.
Mohon sarannya.

Marina

Dear Marina,

Kami harap Anda tidak menjadikan satu-dua proses seleksi/interview sebagai patokan untuk Anda menemukan karir yang tepat. Saran kami, cermati kembali surat lamaran, CV dan resume Anda, sudahkah mencerminkan minat Anda? Apabila Anda tidak memiliki pengalaman organisasi, berikan argumentasi ringkas dalam surat lamaran, mengapa Anda tertarik posisi X sementara sebelumnya bekerja sebagai editor yang memiliki karakter berbeda. Tegaskan argumentasi ini dalam wawancara, untuk itu, sebaiknya Anda memang telah meyakini posisi yang dilamar dan setidaknya mengetahui gambaran dasar tugas dan lingkungannya. Gambarkan pula tujuan karir/bekerja secara personal, selain kebutuhan finansial dan bagaimana perusahaan akan mendapatkan keuntungan/manfaat dengan kehadiran Anda. ‘Janji’ ini tidak perlu melambung, namun perusahaan (pewawancara) cenderung mencari kesungguhan diri sebagai bekal komitmen di tempat kerja nantinya. Perusahaan akan melihat kesungguhan bukan secara verbal, melainkan adanya banyak informasi tentang perusahaan dan tanggung jawab serta konsekuensi kerja yang dimiliki kandidat.

Dalam interview, perhatikan pula interaksi dengan pewawancara (silahkan lihat: http://konsultankarir.com/2012/05/05/artikel/komunikasi-non-verbal-dalam-interview/), dan pelajari pula teknik STAR (situation, task, action dan result) dalam seleksi interview. Last, but not least, teruslah berusaha dan selektif dalam mengirim aplikasi. Semoga bermanfaat, terima kasih.

Salam,

Tim Konsultankarir.com

RELATED ARTICLES

2 COMMENTS

  1. Saya sekolah jurusan IPA saya suka pelajaran kimia tapi bingung IQ saya disuruh masuk ke IPS tapi saya merasa saya lebih mampu mengerjakan soal hitungan lalu saya cocok karir apa?

  2. Dear Sdr.Hatipah,

    IQ merupakan salah satu faktor yang penting untuk dipertimbangkan dalam memilih dan menentukan karir, karena di dalamnya menunjukkan kekuatan Anda di antaranya dalam numerik dan verbal. Akan tetapi, IQ bukan satu-satunya atau faktor penentu mutlak bagi keberhasilan Anda. Saran kami, cermati kembali keunggulan dan minat selama ini, jika diperlukan, Anda dapat menghubungi pihak yang berkompeten (di sekolah / konsultan). Anda juga dapat mengikui kuis psikologi-karir yang tersedia di beberapa website atau buku untuk lebih mengetahui minat karir ke depan. Semoga bermanfaat, terima kasih.

    Salam,
    Tim Konsultankarir.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor