Monday, April 15, 2024
HomePerspectiveKonsultasiJurusan S2 untuk bekerja di media cetak

Jurusan S2 untuk bekerja di media cetak

Dear Konsultan Karier,

Saya akan lulus S1 di bidang desain komunikasi visual tahun ini. Saya berniat mengambil S2 dibidang jurnalistik karena saya tertarik bekerja di majalah. Saya merasa DKV tidak cukup untuk membantu saya dan ingin mendapat gelar S2. Apakah keputusan saya ini tepat? Apakah ada jurusan lain selain jurnalistik yang dapat membantu saya dan masih berhubungan dengan jurusan yang saya ambil sebelumnya? Apakah bisa mendaftar S2 dengan bidang yang benar-benar berbeda dari jurusan S1?
terima kasih

Olivia

Dear Olivia

Melanjutkan pendidikan itu memang baik. Pertanyaannya, bagaimana bisa merasa DKV tidak cukup membantu untuk bekerja di majalah, padahal kamu belum pernah bekerja di bidang tersebut? Saran saya, cobalah selami dulu bidang jurnalistik untuk beberapa waktu, agar bisa merasakan sendiri kekurangan keahlian yang harus diperbaiki. Anda bisa mencoba merasakan dunia ini secara freelance atau mulai mengirimkan tulisan/karya ke beberapa majalah/surat kabar untuk nantinya menjadi portofolio saat memasuki dunia tersebut. Ikuti pula pelatihan jurnalistik/sejenisnya baik yang diadakan oleh kampus atau komunitas jurnalistik agar memiliki gambaran lebih nyata. Langkah ini sekaligus untuk memastikan apakah Anda memang benar-benar berminat di dunia jurnalistik atau tidak.

Menurut saya, untuk bekerja dengan sangat baik, tidak melulu harus berdasarkan pendidikan formal yang searah. Pada bidang-bidang tertentu mungkin perlu, tapi dalam jurnalistik, semua ilmu bisa menjadi dasarnya. Karena pada kenyataannya, apapun yang kita lakukan dalam hidup adalah belajar.

Dunia kerja saat ini, termasuk jurnalistik, tidak hanya membutuhkan nilai baik dari pendidikan formal semata. Perlu juga pengalaman nyata di bidang tersebut. Dunia jurnalistik terbilang unik. Tak hanya perlu pendidikan formal, tapi juga hati, pikiran, dan karakter yang mampu memoles seseorang menjadi jurnalis yang baik. Misalnya, bagaimana berempati saat harus berhadapan dengan korban bencana alam, bagaimana pula bisa membuat seorang narasumber menceritakan hal-hal rahasia tanpa memaksa. Hal-hal tersebut tidak ada di pendidikan formal, tapi pengalaman di lapanganlah yang mengajarkan. Jadi, pastikan kamu mengenali dulu medan perangnya sebelum memutuskan akan menggunakan senjata apa nantinya.

Semoga sukses!

Vriana Indriasari
lihat profile: http://konsultankarir.com/get-help/our-kaka

Previous article
Next article
RELATED ARTICLES

2 COMMENTS

  1. Berarti memang harus belaajr mengempati dia lebih dahulu ya pak? Tidak jarang saya bertemu dengan orang-orang yang katakanlah cuek dan kurang peduli dengan orang lain pak. Misalnya saya berada dalam satu pekerjaan yang mengharuskan saya bekerja bersama orang tersebut. Saya berusaha menyelesaikan bagian saya dan berharap sebaliknya. Namun ternyata tidak. Pekerjaan terbengkalai dan saya harus memperbaiki dan mengejar ketertinggalan tersebut. Padahal itu pekerjaan bersama. Lalu bagaimana caranya menjelaskan padanya tentang hal itu? Dan sayangnya hal itu jadi kebiasaan pak. Mungkin bisa saja saya menghindar. Tapi apa yang harus saya lakukan jika dalam suatu situasi saya harus berhadapan dengannya?

    • Cara yang bisa dilakukan memang membicarakan kepada ybs dengan cara yang asertif, memberitahunya dengan tegas sekaligus sopan bahwa Anda keberatan dengan cara kerjanya. Jika tidak ada perubahan, coba diskusikan dengan atasan Anda dan ceritakan bagaimana dampaknya terhadap performa tim, semoga atasan bisa memberikan jalan keluar yang lebih baik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor