Sunday, March 3, 2024
HomePerspectiveKonsultasiKarir selalu terbatas

Karir selalu terbatas

DH,

Saya seorang manager lab di salah satu laboratorium oli PMA. Saya sudah bekerja selama 10 tahun. Bekerja dari awal sebagai analis dan saya berusaha mengembangkan diri saya sendiri dengan memanfaatkan semua informasi dari client dan internet. tetapi saya sangat kecewa karena hasil kerja saya tidak begitu di hargai oleh atasan.

Atasan saya bekerja tidak sesuai dengan pendidikan yang dia punya, dia lulusan akunting dan di tempatkan sebagai manager lab sudah sekitar 12 thn herannya saat saya menjabat jabatan itu dia tetap tidak beranjak dari jabatannya. Semua ide dan pekerjaan saya jadi terlihat sia sia di mata CEO dan manager operasional. Saya sudah berusaha melamar pekerjaan ke tempat lain tapi belum ada hasil. Apa yang harus saya lakukan karena saya tidak lagi ingin menjadi bayangan boss saya yang selalu menghalangi karir saya.

Terima kasih

Eka YK

Dear Sdr. Eka,

Karir yang Anda rintis dari analis hingga posisi sekarang setelah 10 tahun tentunya memberikan banyak sekali manfaat bagi perkembangan diri Anda secara profesional dan personal. Memang kasus ‘mampetnya’ akses dialog di dalam perusahaan seringkali menjadi tantangan dan awal konflik yang akhirnya menawarkan solusi: bertahan atau pindah kerja. Saya yakin, Anda pasti juga telah menguasai dan memahami seluk-beluk lingkup kerja dan iklim perusahaan (berikut personil kunci dll).

Mungkin, masih ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, berbekal sumber daya dan informasi yang dimiliki;

(1) Temukan pihak/orang tepat dalam perusahaan yang bisa untuk berdiskusi terbuka. Sebisa mungkin, bersikap positif dan objektiflah dalam diskusi tersebut. Kendalikan emosi negatif, tekankan bahwa Anda ingin berdiskusi, bukan mengeluh. Hal ini akan sangat berbeda, karena Anda ‘mengeluarkan’ masalah dari diri, ada jarak di sana yang bersama akan Anda dan orang lain bahas.

Memang tidak mudah, Anda bisa bereksperimen ke diri sendiri dengan beberapa strategi, misal peta pikiran. Sebelum menentukan orang yang akan diajak bicara, keluarkan terlebih dahulu segala yang berkecamuk dalam diri (pikiran dan perasaan) dalam satu kertas putih. Pasti pernah mendengar teknik Buzan, manfaatkanlah untuk brainstorming diri dengan menuliskan inti masalah di tengah, lalu tarik garis ke arah luar dan tuliskan kata kunci yang berhubungan. Begitu seterusnya hingga coret-coret itu akan membentuk semacam jaring laba-laba. Misal: memajukan karir (inti) –> menambah kompetensi; –> memperluas jejaring kerja, dst. Anda bisa melihat contohnya di berbagai sumber di internet/buku.

(2) Fokus pada kekuatan diri. Mungkin terdengar teoretis dan klise, namun sekali lagi cobalah bereksperimen ke diri sendiri, jadikan semacam project rahasia diri. Fokuskan pekerjaan pada passion, apa yang paling Anda sukai di profesi ini? Apa yang paling menantang di sini? Apa yang membuat kesal tapi lucu? Anda bisa menuliskan pernak-pernik ini dan menggantungkan di depan meja kerja atau berbagi ke orang lain.

(3) Bergabunglah ke komunitas di internet atau lainnya untuk mendapatkan suntikan energi positif. Sepuluh tahun bukan waktu pendek, banyak yang bisa Anda bagikan bagi para junior di luar sana. Berbagilah, saya yakin Anda pun telah melakukan ini namun mungkin kekesalan karena kurangnya penghargaan membuat perhatian sedikit teralih. Yakinlah, masih banyak tempat/media tempat berekspresi yang mungkin tidak jauh namun terlewat karena kita cenderung fokus yang ada di depan mata.

E-mail Anda ke KK adalah satu langkah berbagi yang bisa memberikan inspirasi bagi banyak profesional lain (maupun yang masih mahasiswa) dan masyarakat luas. Semoga bermanfaat, kami berharap yang terbaik bagi Anda, terima kasih telah berbagi.

Salam,

Ardiningtiyas

RELATED ARTICLES

2 COMMENTS

  1. dear Sdr. Ardi

    terima kasih atas pencerahannya, sekarang saya sudah bebas dari si boss :). strategi jitu itu sudah saya lakukan sekarang saya dapat promosi masuk di group inti yang justru lompatannya tinggi melebihi si boss.
    Kekuatan justru datang dari teman teman dan para junior yang sama sekali tidak saya duga.

    sekali lagi, terimakasih sudah mendengar keluhan saya.

    eka yk

  2. Dear Sdr. Eka,

    Senang mendengar Anda melompat lebih tinggi, hehehe.. Selamat & teruslah melukis pelangi karir Anda 🙂

    Terima kasih telah berbagi
    Salam,

    Ardiningtiyas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor