Friday, July 19, 2024
HomePerspectiveArtikelHal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Memutuskan Resign

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Memutuskan Resign

Ingin  resign dari pekerjaan tetapi masih ragu? Memutuskan resign merupakan sebuah keputusan besar yang tidak mudah. Saat kamu sudah tidak merasa nyaman lagi di tempat kerja, seringkali hal yang terlintas di pikiran kamu adalah resign dan mencari tempat kerja baru.

Banyak faktor mengapa seseorang pada akhirnya memutuskan untuk resign atau pindah kerja dari pekerjaan lamanya. Menurut riset dari Payscale yang dilansir dari Ladders (2019) alasan-alasan teratas yang menyebabkan pegawai memilih untuk resign, adalah sama dengan alasan mereka ingin melamar pekerjaan yang baru.

Sebanyak 38% pegawai resign karena ingin memperoleh gaji lebih tinggi. Selain itu, 46% responden resign mengaku tidak memiliki kesamaan nilai pada pekerjaan sebelumnya. Mereka memilih pekerjaan baru karena berharap memperoleh pekerjaan yang lebih bermakna.

Pada kelompok pegawai yang resign karena ingin promosi jabatan, sebanyak 46% responden memilih pindah kerja ke perusahaan baru yang menawarkan tanggung jawab lebih besar.

Resign menjadi pilihan yang dirasa tepat bila berbagai cara telah dilakukan untuk menghadapi atau menyelesaikan masalah di tempat kerja namun hasilnya nol. Masalah bisa beragam jenis, mulai dari ketidakcocokan jobdesk dengan passion, masalah dengan bos atau rekan kerja, gaji yang tidak sesuai, jenuh tingkat akut, tidak bisa berkembang, dan berbagai permasalahan lainnya.

Resign atau mengundurkan diri dari pekerjaan akan menjadi momen penting, saat seseorang akhirnya berani memutuskan mundur dan setelah dilakukakan merasa lega. Meskipun demikian, keputusan resign membutuhkan banyak pertimbangan.

Tawaran gaji tinggi atau posisi yang baik tidak menjamin kamu bisa ‘happy’ di tempat kerja yang baru. Sebelum pindah kerja, baiknya pikirkan masak-masak kelebihan dan kekurangan tempat kerja baru dibanding tempat kerja lama.

Resign juga bukan perkara mudah bagi sebagian besar orang. Pastinya banyak kekhawatiran muncul dibenak yang membuat niat mengajukan resign menjadi maju mundur. Terlebih bila kita termasuk golongan yang lebih menyukai zona aman.

Banyak dari kita yang tidak punya gambaran apa yang akan kita lakukan pada karir selanjutnya. Seringkali kita hanya tahu bahwa kita tidak ingin tetap tinggal pada posisi saat ini. Tetapi, bisakah kita memutuskan, apa yang sebaiknya kita lakukan?

Kalau kamu masih bingung mau apa pasca resign, lebih baik tahan dulu keinginan kamu untuk pindah kerja. Namun, kalau kamu sudah jelas akan melakukan apa setelah resign dan sudah punya rencana matang berikut cadangan finansial yang memadai, maka jangan tunda-tunda, segera resign dan wujudkan rencana itu.

Intinya kalau kamu sudah bertekad untuk resign, kamu harus sudah yakin dengan rencana masa depanmu. Lengkap dengan segala macam skema dan skenario baik dan buruk yang akan terjadi nantinya. Pikirkan juga konsekuensi-konsekuensi yang harus kamu hadapi.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor