Sunday, March 3, 2024
HomePerspectiveArtikelTips menjalin hubungan baik dengan rekan kerja

Tips menjalin hubungan baik dengan rekan kerja

Sebagai mahluk sosial pertemanan adalah hal yang penting dalam hidup, termasuk juga dalam dunia kerja. Memiliki hubungan baik dengan rekan kerja dan lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja.  

Baik buruknya lingkungan kerja otomatis berdampak juga pada baik buruknya kinerja seseorang di tempat kerja tersebut.  Bagaimanapun, suasana kerja yang nyaman, damai, dinamis, saling respek dan mendukung satu sama lain tentu menjadi dambaan bagi semua orang dan akan menjadikan kita menjadi lebih produktif lagi.

Ada kalanya hubungan rekan kerja dilihat sepele oleh sebagian orang.  Namun, ternyata hal ini dapat berpengaruh besar bagi kita. Berdasarkan survei Gallup pada tahun 2014, sebanyak 70% karyawan terlepas apapun jenis pekerjaannya, memiliki kepuasan kerja yang besar saat didorong oleh persahabatan yang kuat di tempat kerja.

Mereka yang memiliki sahabat terbaik di tempat kerja ditemukan tujuh kali lebih mungkin terlibat dalam tugas dan proyek yang tepat. Persahabatan mendorong mereka untuk memenuhi potensi dan membawa hasil yang lebih baik bagi perusahaan.

Serangkaian riset dari perkembangan perusahaan juga menemukan, persahabatan di antara tim dapat meningkatkan produktivitas yang sangat tinggi. Memiliki hubungan baik dengan rekan kerja ternyata juga membawa atmosfer kerja yang baik.  

Mengingat rata-rata kita menghabiskan sepertiga waktu atau 8-10 jam dalam sehari berada di kantor, bukan tidak mungkin interaksi yang positif berdampak pada kinerja positif kita juga, demikian juga sebaliknya.  Bahkan bisa jadi waktu bersama rekan kerja lebih banyak di banding dengan keluarga di rumah, menjadikan hubungan dengan rekan kerja seperti hubungan saudara atau pertemanan mendalam.

Salah satu cara untuk menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja adalah dengan menjadi rekan kerja yang dapat diandalkan terutama saat dibutuhkan. Karena itu, perlu dicari tahu bagaimana pola interaksi di tempat kerja agar bisa mendapatkan rekan kerja yang cocok dengan kepribadian kita. Rekan kerja bisa menjadi teman diskusi, baik dalam hal pekerjaan maupun hal diluar pekerjaan.

Lalu apakah boleh bersaing dengan rekan kerja? Bersaing dengan rekan kerja itu boleh-boleh saja, selama masih dilakukan dengan cara yang sehat. Persaingan yang sehat juga bisa menjadi motivasi kita untuk bekerja lebih maksimal, dan bisa meningkatkan kinerja kita juga.

Competition is always a good thing. It forces us to do our best. A monopoly renders people complacent and satisfied with mediocrity.” — Nancy Pearcey

Persaingan kerja adalah hal yang biasa dalam dunia kerja.  Bahkan, jika dipikirkan secara bijak, sebenarnya persaingan kerja adalah peluang bagi kita untuk berkembang dan menonjolkan kinerja.

Semakin baik kita menyikapinya, semakin semangat kita dalam bekerja dan berkarir. Sebuah kompetisi kadang diperlukan untuk mendorong kita meningkatkan kinerja.  Jangan pernah patah semangat karena persaingan kerja justru bisa memacu diri kita untuk menjadi lebih baik karena ketatnya persaingan.

Meski harus bersaing, kita juga harus tetap bisa bekerjasama untuk kemajuan perusahaan.  Suasana persaingan yang tidak sehat bisa membuat lingkungan kerja juga terasa tidak nyaman.  Oleh karena itu, kita juga harus pintar-pintar membaca situasi.  Jangan juga selalu menganggap rekan kerja sebagai saingan, tetapi jadikan mereka sebagai teman.

Jangan ragu untuk meminta bantuan jika megalami kesulitan. Begitupun sebaliknya, membantu mereka saat mereka butuh bantuan.

Menjalin hubungan baik dengan rekan kerja memiliki berbagai manfaat.  Bukan hanya membuat lebih betah bekerja, tetapi juga menjadi penyemangat di tengah tekanan pekerjaan yang tidak ada habisnya. Sudah seharusnya keberadaan rekan kerja membantu mempertahankan semangat dan motivasi kerja, dan bukan sebaliknya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor