Sunday, March 3, 2024
HomePerspectiveArtikelHal-hal yang dapat menghancurkan karir tanpa disadari

Hal-hal yang dapat menghancurkan karir tanpa disadari

Tanpa kita sadari terkadang kita melakukan kebiasaan yang menghancurkan karir sendiri. Bahkan berakibat kita kehilangan pekerjaan. Jika kita tak segera menyadarinya, tentu hal ini menghambat kita mendapatkan kenaikan jabatan, bahkan bisa kehilangan kesempatan untuk promosi jabatan.  Hal yang paling buruk, kita dapat tersingkir oleh pegawai-pegawai baru.

Apa saja hal yang bisa menghancurkan karir kita? Ada banyak. Berikut ini beberapa yang sering tanpa sadari kita lakukan:

1. Tidak mau meningkatkan skill dan kemampuan

Hal ini biasa terjadi pada mereka yang sudah bertahun-tahun bekerja di perusahaan. Lupa untuk mengembangkan diri. Terperangkap zona nyaman. Oleh karena itu, agar kita tetap mampu bersaing, maka harus tetap terbuka untuk meningkatkan kemampuan diri. Bahkan kalau bisa menambah skill yang sesuai perkembangan zaman agar tidak tergeser oleh karyawan baru yang dianggap lebih murah, lebih kreatif, dan lebih bisa diandalkan.

2. Sering menunda pekerjaan atau deadline

Karena menyelesaikan pekerjaan tepat waktu adalah salah satu penunjang karir, maka orang yang suka menunda-nunda pekerjaan dengan berbagai alasan yang dicari-cari pasti tidak akan pernah mendapat respek dari atasan maupun rekan kerja.  Sudah pasti juga tidak akan dipercaya lagi oleh atasan. Lama-kelamaan bisa tersingkir oleh karyawan lain yang lebih bisa diandalkan dan bisa bekerja sama.

3. Tidak mau menerima kritikan dan masukan

Jika kita bersikap egois dengan tidak mau menerima kritikan dari atasan atau rekan kerja, maka kita tidak pernah tahu apa yang kurang atau ada yang salah dengan diri kita.

Mendapat kritikan dari atasan atau rekan kerja memang tidak enak.  Namun, bila kita bisa menerimanya dengan terbuka, walau merasa kesal, malu, bahkan marah, kita akan mendapatkan manfaat atas kritik tersebut.  Bersikap defensif atau tidak mau menerima kritikan, sama saja menutup diri dari kesempatan berkembang. Terima semua kritikan dan masukan sebagai bahan untuk memperbaiki dan meningkatkan performa kerja.

4. Menulis atau berbicara sembarangan di media sosial

Saat ini hampir semua orang memiliki media sosial. Meskipun media sosial bersifat pribadi, namun kamu tidak bisa bersikap seenaknya di dunia online tersebut. Seperti pepatah ‘mulutmu harimaumu’, bahkan di dunia maya sekalipun hal ini berlaku. 

Kita tidak bisa berkomentar seenaknya mengenai perusahaan tempat kita bekerja, apalagi jika komentar tersebut berbau negatif.  Akibat terburuk adalah kita bisa terjerat pelanggaran UU ITE, yang artinya ada kemungkinan kita dipenjara.

Masalah yang terjadi di perusahaan cukup menjadi konsumsi pribadi saja, tidak perlu disebarluaskan kapada orang lain, apa lagi di sosial media. Selain merusak citra perusahaan, rekan-rekan kerja lain yang juga bekerja di perusahaan bisa tidak respek. Membongkar rahasia perusahaan, menjelek-jelekan, dan menulis sesuatu yang negatif di media sosial seperti membunuh karir sendiri. Lebih baik langsung utarakan keluhan ke atasan langsung daripada menulis status di sosial media.

Kesalahan-kesalahan di atas adalah hal yang bisa dihindari. Jika pernah melakukan, kini saatnya untuk memperbaiki diri.  Ubah sikap dan perilaku dalam menjalani pekerjaan sebelum terlambat. Sikap-sikap di atas ini sering disepelekan, tapi ternyata bisa menghancurkan karir.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor