Monday, April 15, 2024
HomePerspectiveArtikelMemahami Fungsi dan Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia

Memahami Fungsi dan Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia

Apa yang menjadi strategi perusahaan Anda untuk meningkatkan produktivitas operasional sehingga bisa membawa keuntungan yang lebih besar secara keseluruhan?

Salah satu hal yang bisa dilakukan perusahaan untuk performa yang lebih baik adalah merekrut sumber daya manusia dengan standar tinggi dan memiliki kualifikasi yang pas sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Tapi apakah cukup hanya dengan memiliki karyawan lulusan terbaik bisa membuat perusahaan jadi lebih unggul dibandingkan dengan pesaing?

Pengelolaan sumber daya manusia yang baik bagi sebuah organisasi tidak berhenti pada tahap perekrutan saja. Dunia bisnis tentunya mengalami tren yang dinamis dan menuntut berbagai macam usaha untuk bisa menyesuaikan diri dengan tren yang ada agar tetap unggul di mata konsumen. Trik lima tahun lalu yang diterapkan untuk menarik perhatian pasar belum tentu efektif tahun ini. Begitu juga dengan sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan harus terus dikembangkan.

Mereka yang unggul saat pertama kali direkrut belum tentu memiliki kemampuan dan keahlian yang mumpuni untuk menjalankan strategi perusahaan di masa sekarang. Inilah pentingnya memahami fungsi manajemen sumber daya manusia.

Apa makna manajemen SDM?
Sebelum masuk ke pembahasan mengenai fungsi manajemen sumber daya manusia dan pengaruhnya bagi performa perusahaan, mari mengulang kembali ingatan mengenai manajemen. Pengertian manajemen secara umum adalah serangkaian prinsip dan juga aktivitas yang ditujukan untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara efektif dan efisien demi tercapainya satu atau berbagai macam tujuan.

Sumber daya yang dimaksud mencakup aset-aset yang dimiliki oleh perusahaan, termasuk di dalamnya adalah sumber daya manusia. Sehingga SDM yang sudah tergabung dalam sebuah perusahaan ataupun organisasi perlu dikelola dengan strategi yang berkelanjutan. Dengan demikian target perusahaan dalam periode waktu tertentu di masa depan dapat tercapai.

Mengacu pada pengertian apa yang dimaksud dengan manajemen di atas, maka manajemen sumber daya manusia dalam hal ini adalah mengelola sumber daya manusia sebagai aset perusahaan untuk membantu perusahaan atau organisasi mendapatkan keuntungan kompetitif. Disamping itu, SDM yang tepat tentunya merupakan hal krusial guna mencapai target perusahaan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Manajemen SDM didesain untuk dapat memaksimalkan kemampuan SDM dalam memberikan pelayanan, terutama dalam konteks memenuhi tujuan strategis perusahaan. Ruang lingkup manajemen sumber daya manusia antara lain; proses rekrutmen dan seleksi, pelatihan dan pengembangan, penilaian performa, manajemen karir, dan juga manajemen reward.

Peran penting manajemen sumber daya manusia bagi perusahaan
Makin banyaknya pekerja asing di Indonesia bukan berarti kualitas SDM di Indonesia akan terancam. Generasi milenial Indonesia masa sekarang memiliki daya saing yang kompetitif sehingga tinggal bagaimana perusahaan mampu mencari dan menyaring SDM yang berkualitas untuk bisa bersaing dengan dunia bisnis yang makin lebih terbuka lebar gerbangnya. Penyaringan sumber daya manusia perlu lebih memperhatikan kualitas dan keahlian yang dimiliki setiap kandidat, kemudian diikuti dengan manajemen sumber daya manusia yang tepat. Berikut ini pentingnya fungsi manajemen sumber daya manusia bagi perusahaan:

1. Mengelola strategi manajemen perusahaaan
Mereka yang berkecimpung dalam bidang SDM atau HR saat ini dituntut untuk mampu berkolaborasi dengan fungsi-fungsi lain dalam perusahaan guna menyusun strategi perusahaan. Bidang SDM akan lebih banyak terlibat dalam pertemuan yang membahas kebijakan perusahaan. Dengan demikian, departemen SDM atau HR turut menyusun proyek-proyek strategis di masa depan yang berhubungan dengan sumber daya manusia di lingkup internal perusahaan. Strategi ini mencakup bagaimana mengelola SDM melalui kebijakan yang tepat sesuai dengan dinamika dunia bisnis saat ini.

2. Mengatur standar gaji karyawan
Fungsi manajemen sumber daya manusia yang kedua adalah memastikan tingkat standar gaji yang diberikan kepada karyawan, bersaing dengan tingkat gaji perusahaan lain. Tidak terlalu rendah, namun juga tidak terlalu tinggi. Karena tingkat standar gaji yang diberikan adalah salah satu daya tarik penting bagi SDM untuk bekerja di perusahaan. Menjaga rasa puas SDM dengan gaji dan penghargaan lainnya akan menghindarkan perusahaan dari biaya yang dikeluarkan bila tingkat produktivitas turun saat SDM yang kompeten mengundurkan diri. Biaya untuk perekrutan SDM baru tentu tidak kecil.

3. Mengelola resiko di lingkungan kerja
Perusahaan memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa lingkungan kerja memberi rasa aman. Tidak menyebabkan resiko bahaya kepada pekerja dan lingkungan sekitar. Misalnya, untuk perusahaan industri yang memiliki pabrik dan mengelola sumber daya alam untuk dijadikan produk yang langsung pakai, penting dilakukan manajemen sumber daya alam. Termasuk juga, mengidentifikasi resiko kecelakaan kerja yang bisa terjadi dan menyusun SOP yang spesifik dan diketahui oleh semua karyawan untuk menghindari resiko kecelakaan. Perusahaan dengan lingkungan kerja yang aman dan tingkat kecelakaan kerja yang rendah tentu akan menjadi perusahaan yang menarik minat SDM berkualitas untuk bergabung.

4. Menyediakan Pelatihan dan Pengembangan SDM
Jika ditanya aset apa yang paling berharga bagi sebuah perusahaan? Anda menjawab sumber daya manusia, ini berarti pola pikir Anda sudah berada di tempat yang tepat. SDM adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan. Oleh karena itu, penting untuk memberikan pelatihan kepada karyawan secara berkelanjutan. Dengan demikan, karyawan selalu mendapatkan keahlian yang terbaru dn sesuai dengan tuntutan dunia bisnis.

5. Menghubungkan SDM dengan manajemen perusahaan
Karena pentingnya peran SDM dalam perusahaan maka hubungan antara karyawan dengan perusahaan harus sehat dan memiliki komunikasi yang baik. Fungsi manajemen sumber daya manusia terkait hal ini menjadi sangat penting, yakni menjembatani antara aspirasi karyawan kepada para eksekutif dan merumuskan kebijakan perusahaan yang tepat untuk diambil oleh eksekutif sehingga tidak terjadi konflik yang dapat menghambat tercapainya target yang sudah ditentukan.

Fungsi manajemen sumber daya manusia yang lebih krusial lagi adalah memastikan bahwa setiap SDM di perusahaan memiliki pemahaman lengkap mengenai visi, misi, dan arah kebijakan perusahaan. Paham dengan etika dan budaya kerja serta memiliki keahlian dan kemampuan yang dibutuhkan untuk memastikan perusahaan terus maju. Selain itu manajemen SDM sudah sepatutnya menjadi pintu perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan, bukan saja bertanggung jawab terhadap lingkungan alam di sekitar perusahaan, tetapi juga kepada masyarakat dan komunitas yang berada di dekatnya. Dalam hal ini, termasuk menyediakan fasilitas untuk mendidik dan mengembangkan masyarakat sekitarnya.

Perusahaan sukses, tentu memiliki SDM dengan kapasitas dan kompetensi yang mumpuni. Perusahaan pasti maju bila terdiri dari sekumpulan orang yang masing-masing memiliki keahlian dan kemampuan yang dapat diandalkan. Beragam keahlian sumber daya manusia tentunya menjadi syarat mutlak agar perusahaan bisa terus kompetitif dengan perusahaan pesaing. Dalam hal ini, manajemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk memastikan setiap sumber daya manusia di perusahaan mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang dan memiliki jenjang karir yang tidak saja menguntungkan perusahaan, tetapi juga menguntungkan karyawan itu sendiri.

Memberikan fasilitas pengembangan dan konsultasi karir bagi karyawan bisa menjadi praktek manajemen sumber daya manusia yang paling dibutuhkan saat ini. Perusaahaan perlu memiliki database lembaga pengembangan dan konsultasi karir yang sudah berpengalaman dan berkualitas untuk mengembangkan SDM yang berdaya saing tinggi di era ini.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor