Friday, April 19, 2024

Rencana Karir

Salam kenal. Saya seorang mahasiswa yang sedang menempuh jenjang S1 jurusan Pendidikan Fisika. Saat ini saya sudah memasuki semester 6, hal itu membuat saya mulai berpikir tentang masa depan. Berbagai hal menjadi pertimbangan dan bahan pemikiran saya, akan kemana saya setelah lulus nanti? Selama ini saya merasa kurang begitu ahli pada bidang kuliah yang saya ambil ini, pemahaman saya terhadap mata kuliah saya tidak maksimal. Terbukti IPK saya saat ini juga bisa dibilang biasa-biasa saja, saya juga tidak berniat melanjutkan jenjang S2 nanti dengan mengambil jurusan yang sama karena saya tahu kemampuan saya.

Saya juga menyadari saya adalah tipe orang yang tidak suka bekerja dengan penuh aturan namun saya konservatif, tidak suka bekerja di bawah tekanan yang kebanyakan bisa menghabiskan waktu di tempat bekerja, ingin saat sudah memasuki dunia kerja nanti memiliki pergaulan yang luas dan dapat mengembangkan diri saya, dapat bekerja sambilan membangun bisnis restaurant walaupun belum ada pengalaman sama sekali, dan sedikit materialistis (ingin mempunyai penghasilan tinggi kelak).

Di samping itu, saya memiliki ketertarikan pada bidang menulis, yaitu menulis cerita fiksi, mungkin juga menulis artikel suatu saat nanti yang bersifat non-ilmiah, dan editor tulisan. Namun, saya juga tidak menampik bahwa menjadi pegawai negeri (PNS) juga ada enaknya diantaranya tidak ada PHK selama tidak melanggar peraturan, ada jaminan kesehatan dan hari tua yang ditanggung pemerintah, dan gaji yang pasti, intinya bekerja sebagai PNS seperti bekerja di zona nyaman.

Hal-hal itulah yang membuat saya mempertimbangkan apakah nanti saya akan mendaftar PNS atau tidak, bekerja sesuai dengan jurusan yang saya ambil yaitu guru Fisika atau juga memiliki pekerjaan sambilan yang sesuai minat dan ketertarikan saya? Melalui email ini, saya mohon bantuan sarannya, bagaimana sebaiknya? Saya masih bingung antara menjadi PNS, guru di sekolah swasta, atau tentor privat di bimbel yang tidak begitu besar (sehingga saya tidak begitu terikat)? Dengan ijazah yang kelak saya miliki, bisakah saya menjadi penulis dan editor artikel? Dan sebaiknya freelance atau terikat di majalah atau surat kabar? Apakah saya bisa menjadi pengajar Fisika, editor dan penulis, serta membangun bisnis restaurant sekaligus? Apakah dengan semua pekerjaan itu, saya masih bisa mempunyai jaminan kesehatan dan jaminan hari tua (pensiun)? Tolong berikan saran tentang bagaimana sebaiknya. Atas bantuannya, saya ucapkan terimakasih.

Tiara

Dear Tiara,

Berikut adalah daftar pertanyaan untuk membantu Anda lebih memahami tentang minat karier diri sendiri:

  1. Apa yang membuat Anda menyatakan bahwa Anda seorang konservatif? Sebutkan pengalaman konkret yang mendukung pernyataan ini. Coba ingat satu kondisi dan lingkungan yang membuat Anda dapat menampilkan performa maksimal (pengalaman spesifik)
  2. Apa yang Anda maksud dengan tidak menyukai tekanan? Apakah bekerja tanpa adanya pemecatan selama tidak melakukan pelanggaran seperti yang Anda tuliskan? Sebutkan pengalaman yang paling menantang sampai saat ini, tuliskan di secarik kertas dengan pola situasi-tugas-tindakan-hasil. Kenali tantangan (tekanan) yang Anda ‘sukai’ dan bisa memacu diri.
  3. Bagaimana pola interaksi sosial/pergaulan Anda saat ini? Bagaimana Anda memulai dan menjaga hubungan dengan orang lain? Keinginan untuk memiliki pergaulan luas tidak bisa ‘dibeli’ dalam satu malam. Anda perlu mempelajari kemampuan menjalin interaksi untuk memperluas dan memperkuat jejaring kerja, mulai saat iniJ
  4. Apa yang mendorong Anda ingin menjadi seorang penulis? Langkah apa yang telah Anda jalani saat ini untuk menjadi penulis fiksi dan non-fiksi nantinya? Anda bisa membaca pengalaman para inspirator karier di bidang penulisan berikut: (1) http://www.konsultankarir.com/my-story/2013/12/11/refleksi-karier-passion-memudahkan-segalanya , (2) http://www.konsultankarir.com/saya-dan-karir/2010/01/04/dari-penjahit-ke-penulis , (3) http://www.konsultankarir.com/saya-dan-karir/2009/12/21/antara-karir-dan-cita-cita , (4) http://www.konsultankarir.com/perspective/konsultasi/2013/12/12/bekerja-di-bank-tapi-ingin-jadi-penulis , (5) http://www.konsultankarir.com/saya-dan-karir/2009/12/28/dari-memaki-maki-penulis-ditolak-hingga-keterima-akhirnyaaa
  5. Terkait jaminan kesehatan dan dana pensiun, Anda bisa mulai mempelajari beberapa asuransi kesehatan dan pensiun yang ada di Indonesia. Kalaupun Anda nantinya mendapatkan jaminan kesehatan dari perusahaan/tempat bekerja, Anda sudah menyiapkan ‘payung mandiri’ jika memerlukannya.

Ingatlah bahwa minat saja tidak cukup, Anda perlu menantang dan menguji minat itu untuk mengenali minat yang juga passion, http://www.konsultankarir.com/perspective/artikel/2014/01/22/minat-saja-tidak-cukup

Selain pertanyaan di atas, Anda juga perlu mulai mempertanyakan pada diri sendiri tentang tujuan bekerja dan berkarier. Semakin jelas dan spesifik, semakin membantu Anda memilih lingkup industri serta pengembangan karier ke depan. Jangan ‘korbankan dan batasi’ skill, minat serta ‘kekayaan’ diri Anda dengan nominal dalam bekerja. Temukan dan bentuklah makna yang lebih mendalam dalam berkarier, sehingga Anda bisa menjadi generasi bangsa yang memberi manfaat luas.

Semoga bisa memberikan manfaat, terima kasih

Salam,

Tim Konsultankarir.com

Previous article
Next article
Tyas
Tyas
Career Coach & HR Consultant - "Mind is Magic"
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor