Thursday, June 13, 2024
HomePerspectiveArtikelBelum pernah career coaching? Inilah alasan mengapa Anda harus mencobanya

Belum pernah career coaching? Inilah alasan mengapa Anda harus mencobanya

Persaingan dalam dunia kerja cenderung ketat dan kompetitif. Terlebih, mencari pekerjaan yang sesuai dengan keinginan diri sangat tidak mudah. Padahal sebuah pepatah mengatakan “pekerjaan terbaik adalah hobi”. Namun, demi terpenuhinya kebutuhan finansial, hobi terkalahkan.

Melakukan pekerjaan yang tidak menyenangkan hati seringkali menyebabkan kita melakukan  pekerjaan setengah hati dan tidak berupaya memberikan hasil terbaik. Padahal, melakukan pekerjaan harus sepenuh hati agar dapat berdampak signifikan terhadap kinerja kita.

Untuk mengatasi ini, seringkali dibutuhkan bantuan profesional. Kehadiran career coach seringkali dapat membantu kita, terutama bila kita merasa mandek, stagnan, dan tidak mampu mengatasi permasalahan karir yang dihadapi.

Tentang career coaching

Career coaching merupakan bentuk pengembangan diri atau pertumbuhan personal seseorang yang berkaitan dengan dunia kerja. Pengembangan ini dilakukan agar kita mampu mengatasi permasalahan karir melalui solusi yang kita ciptakan sendiri.  Namun, untuk menemukan solusi ini seringkali kita membutuhkan kehadiran seorang ahli, yaitu career coach.

Bermacam permasalahan karir dapat dibantu oleh career coach. Diantaranya, seorang career coach dapat membantu Anda menjalani proses mencari pekerjaan, memperbaiki hubungan kerja dengan atasan, melakukan transisi karir, dll, termasuk juga menemukan karir yang tepat.

Nyatanya, career coach tidak hanya dibutuhkan oleh orang yang sudah berpengalaman kerja, tetapi juga fresh graduate bisa mendapatkan manfaat positif dari career coaching.

Pentingnya seorang career coach

Salah satu peran career coach adalah mendampingi klien mempersiapkan diri guna menghadapi persaingan dalam dunia kerja, baik dalam rangka mencari kerja ataupun mengembangkan karir.

Namun, peran coach career tidak hanya itu saja. Career coach juga dapat membantu klien menggali potensi diri, mengenali diri secara mendalam, memahami kemampuan dan passion, dll. Dengan demikan, klien benar-benar mendapatkan manfaat coaching sesuai kebutuhan masing-masing orang. Karena biasanya career coaching dilakukan one to one, satu coach untuk satu klien.

Kehadiran atau pendampingan seorang career coach tentu akan menjadi support system yang sangat penting. Walau career coach tidak akan memberikan solusi atau saran secara langsung kepada Anda, sebagaimana seorang konsultan karir, namun, proses yang Anda jalani selama coaching justru akan membuka pikiran Anda untuk menemukan solusi Anda sendiri.  Termasuk bagaimana Anda membuat komitmen pada diri sendiri untuk melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan.

Career coach membantu Anda menemukan moment ‘A ha’ Anda sendiri.  Seorang career coach yang efektif cenderung tidak terlalu banyak berbicara, karena fokus coaching adalah mendengarkan Anda dan mengajukan pertanyaan yang tepat sehingga Anda menemukan kesadaran diri untuk melakukan sebuah aksi guna mencapai tujuan yang Anda tetapkan.

Ada kalanya, career coach memberikan motivasi di saat yang tepat, namun manfaat terbaik dari career coaching adalah bila Anda mendapatkan kesadaran dan melakukan tindakan yang berguna bagi perkembangan karir Anda.  

Saat Anda ragu, career coach mengajak Anda melihat keraguan tersebut sehingga Anda bisa mendapatkan kepercayaan pada diri sendiri.  Career coach juga akan mendorong Anda untuk meyakini bahwa keputusan yang Anda ambil adalah yang terbaik.

Peran terpenting seorang career coach adalah mendampingi Anda untuk mencapai tujuan dan membuat Anda semakin maju dalam hal karir. Namun demikian, adalah tanggung jawab Anda untuk mewujudkan impian Anda sendiri. 

Tujuan memiliki career coach, selain mendapatkan bantuan professional, Anda juga akan merasa lebih baik, karena bukan saja Anda ditemani dalam mencapai tujuan, tetapi juga memiliki seorang penyemangat untuk meraih tujuan karir Anda.

Walaupun Anda bisa mendapatkan semangat dan dukungan dari orang dekat, keluarga, atau teman, namun semangat yang diberikan tidak akan sama dengan yang diberikan oleh seorang career coach. Itulah mengapa memiliki career coach merupakan investasi terbaik Anda dalam meniti karir.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor