Friday, April 19, 2024
HomeBlogInspirasi Karir dari Film Twilight

Inspirasi Karir dari Film Twilight

Bagi Anda penggemar film bertema vampire, ini salah satu film yang menarik ditonton. Film ini cukup menghibur, walaupun awalnya agak membosankan, tetapi ada hikmah yang bisa kita tarik dari film ini berkaitan dengan karir.

Film ini dibuat berdasarkan novel berjudul sama yang ditulis oleh Stephenie Meyer. Film yang bergenre remaja ini bercerita tentang remaja putri, Isabella, yang jatuh cinta pada seorang vampire, bernama Edward Cullens. Sebagai catatan, buku Meyer ini merupakan buku best-seller di Amerika. Bahkan Obama, Presiden Amerika, turut membaca buku ini.

Vampire dalam cerita ini dikisahkan sebagai vampire dari golongan ‘vegetarian’ yang tidak mengisap darah manusia, tetapi mendapatkannya dari binatang. Sementara itu, ada golongan vampire yang memangsa manusia, yang akhirnya menjadi musuh Edward.

Cerita diawali dari perpindahan Isabella ke sebuah kota kecil, Forks. Dikisahkan bagaimana Isabella membentuk pertemanan dengan teman-temannya, ternyata ada satu teman lelakinya, yang tampan namun berperilaku aneh. Keanehan ini membuatnya penasaran, terlebih setelah Edward menyelamatkan hidupnya dari tertabrak mobil.

Mulailah sebuah proses pencarian, mulai dari membaca buku, bertanya, mencari lewat google, hingga akhirnya ia mengetahui jatidiri sebenarnya Edward, dan akhirnya mereka jatuh cinta. Cerita berlanjut dengan bertemunya Isabella dengan James, vampire pemburu yang mengancam nyawa Bella. Cerita berakhir bahagia, dengan matinya James dibakar Edward dan keluarganya.

Inilah beberapa hal yang dapat disarikan dari kisah ini:

  • Pengendalian diri. Ada bagian dari film ini yang menceritakan bagaimana Edward menahan diri untuk tidak membiarkan dirinya menjadi terlalu dekat dengan Bella, karena kemungkinan ia menjadi tergoda untuk ‘merasakan’ Bella yang berakibat pada kematian Bella. Demikian juga dalam bekerja, kita perlu mengendalikan diri atas berbagai peristiwa yang terjadi, termasuk musibah yang menimpa kita. Pengendalian diri selalu kita butuhkan, terutama karena setiap saat kita berhubungan dengan orang lain.
  • Problem analisis. Isabella yang penasaran berupaya mencari tahu siapakah Edward yang sebenarnya, ia berupaya mencari informasi dari manapun, termasuk melakukan riset lewat Google. Kemampuan melakukan problem analisis sangat kita perlukan untuk meningkatkan karir, jangan segan-segan melakukan riset dan melakukan analisis problem yang mendalam untuk memahami sebuah permasalahan.
  • Kekuatan dari dalam. Ayah Edward, Carlile, mengatakan hal ini kepada Edward saat Edward diminta untuk mengisap racun di tangan Bella yang sedang sekarat akibat gigitan James. Gunakan “Kekuatan yang berada di dalam”. Setiap orang memiliki kekuatan. Kekuatan itu ada di dalam kita masing-masing. Demikian juga dalam membangun karir, gunakan kekuatan Anda, inilah kunci sukses Anda dalam berkarir.
  • Kerjasama tim. Dalam film tersebut, digambarkan bagaimana keluarga vampire ini saling bantu membantu melindungi Bella dari kejaran si pemburu (vampire pemangsa manusia), bernama James yang ingin menghabisi Bella. Kerjasama adalah hal penting lainnya untuk berhasil dalam karir.
  • Multiculturalism. Di film ini dapat kita lihat jelas, bagaimana beragam etnis muncul. Ada Indian, Hispanik, Afrikan, Chinese, India, selain etnis kulit putih. Film ini memunculkan keberagaman dan bagaimana keberagaman tersebut tampak menjadi indah dalam kebersamaan. Dalam hidup, termasuk berkarir kita selalu dihadapkan pada banyak perbedaan dan keberagaman. Sekarang, tinggal bagaimana kita menghargai keberagaman tersebut untuk memperkaya hidup kita.

Demikian, poin-poin penting yang saya pelajari. Apakah Anda sudah menontonnya? Jika sudah, silahkan menambahkan opini Anda di kolom komentar. Senang bisa memahami dari sudut pandang Anda. Salam

Previous article
Next article
andin
andinhttp://
Career coach, Writer, Researcher. "be happy, be simple..."
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor