Thursday, June 13, 2024
HomeBlogConsultant CornerDo with all of your heart

Do with all of your heart

oleh Ardiningtiyas Pitaloka

Pernahkah Anda menikmati film kartun Spongebob Squarepaint? ?Menikmati? , bukan sekedar menonton sambil ?berlarian? ke Paris, Hawai, ? kantor, lalu kembali ke Bikini Bottom, di mana Spongebob, Patrick, Squidword, Mr. Crab, dan Sandy tinggal, memeriahkan dunia dengan keunikan tiap diri mereka.

Siapa yang menjadi favorit Anda? Apakah Spongebob, si kuning yang hampir tidak memiliki prasangka, amarah, kekesalan…. Sebuah karakter yang bertentangan dengan tetangganya Squidword, si pemarah, suka menggumam kesal, dan segala yang tidak kita inginkan menjadi karakter diri kita sendiri. Namun, saya yakin dunia akan begitu sepi tanpa makhluk bertentakel kehijauan yang menyebalkan itu.

Saya sering membayangkan diri saya seperti cumi-cumi, jauh sebelum mengenal tokoh squidword. Istilah tentakel sering saya gunakan untuk menggambarkan kecanggihan kita sebagai human being. Si tentakel kehijauan itu digambarkan tidak bahagia sebagai kasir, membayangkan menjadi pemain klarinet terkenal, menjadi pelukis terkenal, menjadi kaya raya dan ucapkan sayonara pada Crusty Crab.

Apakah Anda pernah merasa tidak menginginkan apa yang ada saat ini, dan memilih ke realitas di luar sana? Saya rasa tidak ada yang salah dengan semua itu, karena kita pun memiliki tentakel diri untuk meraih ?semua? itu. Masih ingat dengan lateral thinking Edward de Bono?

Berpikir lateral memberikan kebebasan bagi diri sendiri untuk menikmati ragam alternatif dan menghadiahi diri sebuah nuansa keunikan sebagai pribadi. Dengan berpikir lateral, Anda diajak uintuk berpikir ?out of the box?. Bahwa untuk mencapai target puncak, Anda tidak harus menantang diri Anda untuk ?menabrak? dinding tebal di jalan berliku. Karena diantara berbagai liku jalan tersebut, ada banyak alternatif yang justru bisa memperkaya diri kita. Fokus, bukan berarti kehidupan hanya untuk satu hal saja.

Otak atau sel-sel kelabu –istilah yang diperkenalkan oleh Hercule Poirot, detektif eksentrik rekaan Agatha Christie– terbangun atas serat-serat super halus yang terus berkembang membentuk jalur baru ketika kita terus mempelajari hal baru.

Coba lihat keseharian kita, bangun tidur, makan, mandi, kerja, dan … seterusnya. Apakah ketika sarapan, kita tidak sambil ngobrol?, mendengarkan musik, memeriksa jadwal kerja, membayangkan kalimat pembuka presentasi, bahkan terkikik karena bayangan diri sendiri yang nervous?

Kita memiliki kemampuan untuk melakukan banyak hal, khawatir tidak fokus? Coba telisik kembali, apa yang membawa Anda sampai pada titik saat ini? Interest, willingness tidak melemparkan Anda ke tempat yang benar-benar tidak Anda inginkan. Pertanyaan ini sangat reflektif dan personal, jadi nikmati saja dengan kesungguhan hati.

Menjadi diri sendiri bukanlah sesuatu yang jatuh dari langit atau paksaan dewa, tapi muncul karena keinginan menikmati setiap detil proses dari apa yang kita lakukan. Begitu pun dengan aktivitas lain seperti pilihan karir, komunitas, dan hobi. Life is about your passion and you, not others.

Kita mendengarkan musik pilihan kita, kita bergaul dengan orang yang ?nyambung?, mengapa menahan hati untuk menikmatinya? Saya suka menulis, saya memilih menjadi penulis, kemudian mendapatkan komunitas, berkolaborasi, berkarya, dan menghasilkan uang dalam penulisan bersama penulis. Tidak hanya itu, saya juga suka melakukan analisis dan penelitian, membaca buku, memainkan alat musik, kuliner, dan banyak lagi. Efek bola salju pun terjadi di semua itu, bahkan di bagian yang lebih kecil, bola salju membalut tentakel yang terus tumbuh dan berwarna.

Semua detil itu hadir dan hidup pada saat bersamaan. Ijinkan tentakel diri kita menjulur dan berkembang. Tumbuhnya tentakel baru, atau percabangan tetaplah perpanjangan diri kita. Mari lakukan dengan hati karena akan ada bola salju dan tentakel yang tumbuh, selanjutnya, sambut kejutan hidup yang penuh warna!!!

Semoga bermanfaat.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor