Tuesday, June 25, 2024
HomePerspectiveKonsultasiMerasa Jenuh dengan pekerjaan

Merasa Jenuh dengan pekerjaan

Sore,
Saya karyawan swasta di PMA electronics manufacture
sudah bekerja selama 9 tahun lebih sebgai R&D Staff yang bertugas menyiapkan model baru, testing, menyelesaikan masalah, membuat report, mengapproval part, vendor audit, mencari new material, etc (intinya dari development, planning, trial, test, produksi, maintenance quality, trouble shooting). Bekerja lebih dari 12jam 5 hari seminggu

Satu tahun terakhir ini (2008) saya merasa jenuh bekerja kemudian 6 bulan terkahir mendapat info divisi kami akan stop produksi sehingga tidak ada model-model baru yang tercipta ini menambah kejenuhan saya menjadi lebih parah hingga stuck (tidak ada gairah untuk bekerja di tempat bekerja ini) selain itu saya juga merasa penghasilan saya tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari (tidak ada tabungan) walaupun gaji saya cukup besar perbulannya.

Apa yang harus saya lakukan? Saya ada rencana untuk pensiun dini supaya bisa mendapatkan uang pesangon yang akan digunakan sebagai modal bisnis dan juga sambil mencari pekerjaan baru.. Apakah renacana saya ini baik ?

Thanks B4
Teguh Budi Santoso

Dear Sdr. Teguh,

Terima kasih telah berbagi dalam forum ini. Cukup banyak kasus kejenuhan yang sebenarnya bersumber pada proses adaptasi sistem manajemen perusahaan. Diantaranya, perubahan sistem mendasar yang membuat banyak pihak ?kalang kabut? atas tekanan ganda. Bisa juga kurangnya dinamika sehingga tantangan (stimulus semangat) menurun.

Pengalaman 9 tahun di tempat yang sama pada satu sisi membuat Anda menjadi?expert?, konsekuensi lainnya jenuh (perlu tantangan lebih). Mendirikan bisnis sendiri memang menjadi tantangan menarik. Namun agaknya ada masalah manajemen finansial personal dari kalimat ?.. merasa penghasilan tidak cukup (tidak ada tabungan) walaupun gaji saya cukup besar?

Beberapa langkah terkait dengan niat mendirikan bisnis sendiri;
– evaluasi pola manajemen personal selama ini (http://konsultankarir.com/2008/11/24/artikel/berbakatkah-saya-jadi-pengusaha/)
– brainstorming kerangka bisnis yang direncanakan beserta alternatifnya
– identifikasi sumber daya yang ada (rekan, calon market, dsb)
– rumuskan rencana bisnis (http://konsultankarir.com/2009/02/06/saya-dan-karir/menyiapkan-business-plan/)

Sementara, gali informasi akurat tentag kondisi perusahaan di pihak yang kompeten. Jajaki pula kemungkinan solusi internal untuk mengatasi kejenuhan di bagian lain. Terlepas dari keputusan berpindah perusahaan, bagian, atau mendirikan bisnis sendiri, ?riset? ini layak untuk menjadi data pengambilan keputusan.

Semoga bermanfaat, tarima kasih.

Salam,
Ardiningtiyas

Tyas
Tyas
Career Coach & HR Consultant - "Mind is Magic"
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor