Thursday, June 13, 2024

Objektif Karir

Mengapa perusahaan meminta kandidat menuliskan atau menyebutkan objektif karirnya?

Resume dan CV hendaknya disusun untuk memberikan gambaran pada perusahaan tentang siapa pelamar dan apa yang dapat dilakukan (diberikan) untuk perusahaan tersebut (target). Akan tetapi, tidak jarang dokumen profesional ini lebih berisi daftar panjang dengan ‘identitas dan janji’ kabur. Untuk itulah, kini banyak perusahaan secara eksplisit meminta pelamar/kandidat menuliskan karir objektif mereka.

Karir objektif tidak hanya membantu perusahaan membaca resume Anda, melainkan juga membantu diri sendiri untuk mengetahui tujuan karir, lebih lanjut lagi tujuan ia melamar ke satu perusahaan/posisi/jabatan.

Contoh dari objektif karir, di antaranya:

  • A responsible general office position in a busy, medium-sized organization
  • Ditujukan guna menjadi profesional dalam industri manufaktur yang membutuhkan supervisi, pemecahan masalah, dan organisasional
  • Medical support in a physician’s office, hospital, or other health service environment
  • Menjadi profesional di perusahaan yang menawarkan atmosfir positif untuk mendalami teknologi dan penerapannya demi manfaat lebih besar bagi masyarakat dalam dunia bisnis
  • To pursue a career in human resources management particularly in developing people to meet organization’s needs

Untuk menyusun objektif karir yang bersifat profesional sekaligus personal, perhatikan tips berikut:

  • Hindari posisi spesifik/nama jabatan. Hal ini karena ada kemungkinan perusahaan menggunakan istilah /label yang berbeda, meskipun terdapat tugas yang umum seperti resepsionis, manajer dan sebagainya. Gunakan istilah yang luas namun jelas, seperti posisi yang membutuhkan skill supervisi dan organisasional, cakupan ini cukup jelas menyatakan untuk posisi manager atau supervisor.
  • Skill utama. Sertakan dan tekankan skill utama yang Anda miliki dan merupakan nilai jual untuk posisi maupun perusahaan tersebut. Tentu Anda harus mempertanggungjawabkannya dalam interview maupun proses seleksi lainnya.
  • Skill unik. Sertakan pula skill unik yang menjadi nilai tambah Anda seperti kemampuan berbahasa asing Rusia, atau berpengalaman mengelola pengusaha kecil-menengah di daerah pesisir, misalnya. Untuk poin ini, sesuaikan pula keterkaitannya dengan perusahaan atau posisi yang Anda lamar. Cermati benang merahnya, terutama kompetensi yang ada, seperti kemampuan beradaptasi di beragam lingkungan, dsb.
  • Fokus dan jelas. Gunakan istilah yang memiliki cakupan luas, sekaligus tegas dalam menyatakan pekerjaan yang Anda inginkan.

Anda dapat berlatih dengan melengkapi kelima pertanyaan berikut sehingga lebih mudah menyimpulkan dan merumuskan karir objektif:

  1. Posisi dan area/lingkup yang saya inginkan adalah………
  2. Cakupan tanggung jawab yang saya inginkan adalah ……………..hingga ………….. (tuliskan dari yang paling mampu Anda tangani hingga yang paling minim)
  3. Skill kunci yang saya miliki dalam bekerja adalah…….. (tuliskan tiga skill utama)
  4. Keahlian utama yang ingin saya gunakan/implementasikan adalah…………..
  5. Minat utama dalam bekerja/karir yang ingin saya dalami adalah………..
  6. *Hal penting lain yang ingin saya raih dalam bekerja adalah …………………. (*merupakan poin tambahkan yang biasanya mengacu pada nilai, seperti ‘posisi yang memberikan kesempatan saya membantu anak-anak berkebutuhan khusus’ dan sebagainya)

Hal yang mengesankan calon pemberi kerja (perusahaan) adalah kandidat yang memiliki keinginan jelas dalam bekerja dan mengapa menginginkannya. Kini, silahkan isi pertanyaan selanjutnya:

  • Objektif karir saya adalah …………………………………………

Sumber:

Farr,Michael (2006) Overnight career choice. Indianapolis; JIST Publishing

Gambar: guukle.com

Previous article
Next article
Tyas
Tyas
Career Coach & HR Consultant - "Mind is Magic"
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor