Monday, May 20, 2024
HomeArtikelExperiencedHaruskah pindah kerja?

Haruskah pindah kerja?

Saya adalah PNS di salah satu kementerian di RI. Pendidikan S3 luar negeri dengan spesifikasi yang sangat langka di Indonesia. Di tempat kerja saya banyak menangani masalah-masalah rumit yang tidak mampu diselesaikan orang lain. Yang menjadi masalah adalah apresasi yang pimpinan berikan terhadap saya. Setiap kali saya berhasil menyelesaikan masalah yang rumit dan prestisius, saya tidak pernah diizinkan tampil untuk mempresentasikan hasil pekerjaan. Selain itu, sudah 15 tahun bekerja karier saya juga tidak pernah berkembang. Promosi jabatan selalu milik orang lain yang berada dalam lingkaran keproyekan (saya selalu menolak untuk menjadi Pimpinan Proyek). Yang ingin saya tanyakan adalah apakah sebaiknya saya pindah kerja dengan harapan akan ada perbaikan apresiasi dan karier pada masa yang akan datang? Saya adalah tipikal orang yang suka tantangan kerja dan cepat beradaptasi dalam berbagai lingkungan pekerjaan (saya juga menjadi narasumber untuk beberapa pekerjaan di beberapa kementerian).

Deni

Dear Sdr.Deni,

Ada yang cukup menggelitik dalam cerita Anda, mengapa tidak bersedia menjadi pemimpin proyek? Bagi sebagian orang, terutama yang lebih memiliki kecenderungan spesialis, mereka lebih tertarik dengan proses teknis daripada mengelola tim/orang. Akan tetapi, tuntutan kerja tidak hanya pada keahlian teknis, melainkan juga bersedia dan mampu mengelola serta mengembangkan orang lain (tim). Kemampuan ini memang lebih kompleks, karena manusia lebih dinamis. Tidak hanya mengelola tim namun juga bagaimana bekerjasama dengan divisi/departemen lain, atasan juga klien/pihak eksternal.

Ada kemungkinan kemampuan ini yang diharapkan oleh lingkungan kerja Anda, terlepas dari persoalan lain. Harapan ini bersifat realistis, terutama dalam lingkungan kerja yang struktural. Kita tentu telah banyak menyaksikan pemimpin nasional dengan beragam latar belakang mendapatkan tuntutan ini. Jika memilih untuk pindah kerja, sebaiknya Anda memang telah memahami mengapa selama ini menolak untuk memimpin tim. Hal ini karena tempat kerja yang baru kurang lebih akan memberikan tuntutan serupa mengingat pengalaman yang Anda miliki. Anda juga perlu mempertimbangkan tujuan personal dalam menjalani karir, bagaimana maknanya dan kaitkan dengan tujuan hidup ke depan. Semoga bermanfaat, terima kasih.

Salam,

Tim Konsultankarir.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor