Thursday, June 13, 2024
HomeSaya dan KarirMau Lebih Sukses? Kembangkan Delegasi!

Mau Lebih Sukses? Kembangkan Delegasi!

???to get the job done by someone else?

Memiliki otoritas adalah salah satu kemewahan diri bagi sebagian orang. Anda mampu menentukan arah langkah ke kanan, kiri atau putar balik. Anda memiliki kendali hampir di setiap tahap pekerjaan sehingga bisa memastikan yang terbaik termasuk ketika diperlukan perubahan untuk mencapai hasil maksimal. Bagi individu dengan kecenderungan otonom tinggi, ia lebih senang melakukan pekerjaan tanpa campur tangan orang lain. Rasanya tak sabar dan meresahkan jika bergantung pada pihak lain. Begitu pula jika harus membagi otoritas, ada bermacam ketakutan seperti target tidak tercapai, kualitas menurun dan sebagainya.

Ketika Anda bekerja sendiri, hanya sejumlah pekerjaan yang bisa dilakukan, seberapa pun kerasnya Anda bekerja. Anda hanya bisa bekerja beberapa jam dalam satu hari, dan hanya beberapa pekerjaan yang dapat diselesaikan. Karenanya, terbatas pula orang yang dapat Anda bantu, maka, kesuksesan Anda pun terbatas!

Apabila pekerjaan Anda bagus, akan semakin banyak permintaan datang, lebih dari yang mampu Anda berikan. Kondisi ini yang akan membawa Anda ke ruang penuh tekanan dan pekerjaan yang melebihi kapasitas. Anda tidak bisa memenuhi permintaan semua orang, hingga datanglah stress, perasaan tidak puas, tidak senang juga merasa mengecewakan banyak orang.

Ini saatnya Anda melakukan delegasi pada orang lain.

Pertama kali memberikan delegasi pada orang lain, ada kemungkinan ia akan melakukan lebih lama dari yang biasa Anda lakukan. Ini karena Anda telah menguasai pekerjaan tersebut, sementara ia sedang mempelajari. Anda harus bersabar, jika memang telah memilih orang tepat dan cara mendelegasi dengan benar, Anda akan melihat dia segera menjadi orang yang kompeten dan dapat diandalkan.

Mendelegasikan tugas tidak sesederhana membagi materi kerja pada orang lain, namun juga memberikan kepercayaan dan kesempatan individu lain untuk berkembang. Teknik yang terlihat sederhana ini bisa menjadi sangat rumit dan tidak menyenangkan. Jika Anda terlalu cepat mengambil alih kendali apalagi tanpa alasan jelas, hal ini tentu dapat menimbulkan demotivasi tim. Bukan tidak mungkin Anda dipandang tidak bisa mempercayai orang lain, atau tidak ingin orang lain berkembang. Padahal keuntungan dari delegasi adalah; terpenuhinya target kerja (sukses) lebih banyak pekerjaan, berkembangnya potensi individu lain, juga … menjadi ajang untuk promosi.

Delegasi juga menjadi salah satu cara untuk mendapatkan kandidat, bukan sekedar teknik manajemen untuk memberi pemimpin waktu luang. Sebagai pemimpin, Anda harus memastikan proses ini berjalan dengan tepat. Seperti juga ketika Anda sebagai penerima delegasi, Anda memiliki kesempatan untuk ?manage upwards? dan memberikan saran pengembangan selama proses itu.

Aturan sederhana dalam pendelegasian, seperti juga telah dikenal dalam manajemen, yakni SMART: specific, measurable, agreed, realistic, time bound. Kita bisa menambahkan menjadi SMARTER: ethical dan recorded.

Siapa orang yang tepat untuk menerima tugas ini? Anda dapat menggunkan beberapa indikator penilaian/pertimbangan berikut;

(1) Pengalaman, pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan dalan pekerjaan yang akan didelegasikan. Apa pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki? Adakah waktu dan kemampuan untuk memberikan dia pelatihan sebelum menerima tanggung jawab ini?

(2) Kecenderungan pola kerja individu. Seberapa mandirikah ia? Apa yang ia inginkan dari pekerjaannya? Apa tujuan dan minat jangka panjangnya dan apakah memiliki korelasi dengan tugas yang akan diberikan?

(3) Ketersediaan waktu individu. Apakah ia memiliki waktu untuk tugas ini? Atau ia sendiri sedang kebanjiran tugas?

Singkatnya, Anda perlu memastikan bahwa ia (mereka) mengetahui yang Anda inginkan, mendapatkan otoritas untuk mencapai hal itu, dan mengetahui caranya.

Dalam pendelagasian, tentu diperlukan monitoring, karenanya jangan lupakan langkah sederhana: (a) mendiskusikan kerangka dan batas waktu; (b) menyetujui daftar tugas yang akan Anda review tiap tahap kemajuannya; (c) membuat penyesuaian jika diperlukan; dan (d) menyediakan waktu untuk mereview keseluruhan tugas.

Last but not least, pastikan seluruh tim memahami bahwa Anda perlu mengetahui jika ada masalah yang terjadi. Anda juga terbuka untuk semua pertanyaan atau guidance yang diperlukan dalam perkembangannya.

Tyas
Tyas
Career Coach & HR Consultant - "Mind is Magic"
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor