Thursday, June 13, 2024
HomePerspectiveResensi BukuSaatnya Mengubah UKM Menjadi Usaha Kaya Miliaran

Saatnya Mengubah UKM Menjadi Usaha Kaya Miliaran

Judul: UKM Naik Kelas: Strategi Mengubah Usaha Kecil Minim Menjadi Usaha Kaya Miliaran
Penulis : Joko Priyono & Husin Syarbini
Penerbit: Metagraf, Tiga Serangkai, Solo
Halaman: 168
Tahun: 2014
Harga: Rp. 49,000,-
Peresensi: Ardiningtiyas Pitaloka

“Wiraswasta adalah pejuang  yang gagah, luhur, berani dan pantas menjadi teladan dalam bidang usaha”.

Pernahkah mendengar sebelumnya? Sepertinya tidak banyak orang yang memaknai sedemikian indah, selain wiraswasta adalah berdiri di atas kaki sendiri, menciptakan peluang, membuka lapangan kerja, dsb. Makna wiraswasta yang tertulis di halaman 21 buku ini bukan sekedar bermain kata indah, melainkan mengacu pada makna tiap katanya, yakni “wira” berarti utama, gagah, luhur, berani, teladan atau pejuang. “Swa” berarti sendiri , serta “Sta” berarti  berdiri di atas kaki sendiri atau dengan kemampuan sendiri.  Sebuah awal pembukaan buku yang tidak hanya menarik, melainkan menggugah bagi pembaca yang  tertarik untuk membangun usaha sendiri, atau sedang dalam proses tersebut.

Manajemen Tradisional

Berdasarkan kenyataan di lapangan, UKM sering tergambarkan sebagai usaha yang memiliki ‘manajemen tradisional’ (hal.31). Mengapa? Penulis mencatat setidaknya ada empat cirinya yakni: (1) one man show alias pengelolaan oleh perorangan, (2) menggunakan bahan baku dan proses sederhana, (3) pola permintaan pelanggan yang cenderung monoton, karena minimnya kompetensi UKM dalam mencipakan produk, serta (4) penggunaan alat produksi sederhana, bukan berbasis teknologi.

Survey menunjukkan bahwa salah satu masalah yang dihadapi UKM di Indonesia adalah lemahnya manajemen usaha, termasuk manajemen keuangan dan akuntansi, kurangnya pengetahuan penggunaan teknologi dalam produksi, quality control, pemasaran, dan kualitas sumber daya manusia yang rendah (hal.37).  Tetapi, kelemahan manajemen ini ternyata tidak hanya di Indonesia, survey di Kanada juga menunjukkan bahwa manejemen (internal UKM) menjadi faktor utama yang berpengaruh dalam dalam pengembangan usaha, dibandingkan dengan pemerintah (faktor eksternal). Lebih detil, survey tersebut menunjukkan bahwa 45% kegagalan UKM karena kurangnya pemahaman teknik dasar pemasaran, 35% karena lemahnya kemampuan manajemen, dan 20% karena terbatasnya sumber dana.

Lalu, bagaimana UKM akan naik kelas, atau, bagaimana buku ini menawarkan STRATEGI NAIK KELAS bagi UKM?

Naik Kelas = Growth

Menarik dan melegakan, melihat penulis mencantumkan secara tegas dalam halaman pembuka bab berikutnya bahwa naik kelas berarti tumbuh. Mengapa melegakan? Karena sebagian berharap (memahami) bahwa naik kelas adalah satu lompatan.

“Growth is the act or process, or a manner of growing; development; gradual increase.” Ini adalah penjelasan dan pendorong yang bijak dan realistis. Memang tidak bisa dipungkiri, jiwa entrepreneurship kadangkala seperti letupan gas yang enggan untuk tumbuh, tetapi melompat dan ‘boom’ jadilah! Membaca buku ini seperti menelan ramuan yang menenangkan tapi bukan mengempiskan semangat entrepreneurship, semangat yang seharusnya ditata dalam satu manajemen optimal agar tumbuh dan berkembang.

Untuk tumbuh, penulis menekankan empat cara yang harus diperhatikan: (1) marketing (melek marketing); (2) memutar modal (melek akuntansi dan keuangan); (3) proteksi aset dan modal (melek legalitas dan melek pajak); (4) bina sumber daya manusia yang mampu menjalankan usaha (melek SDM).

Kenali lebih dekat

Sebagai penulis dan pelaku usaha berpengalaman, kedua penulis bisa membaca pikiran pembaca terkait aspek hukum dan legalitas. Pertanyaan seperti “Urusan legal itu nanti saja, kalau perusahaan sudah besar, kalau pelanggannya sudah banyak, kalau omzet sudah miliaran, kalau uang (laba)-nya sudah banyak, kalau sudah didatangi atau dipanggil petugas pajak, kalau….” dibalas dengan  pertanyaan singkat “Bagaimana mau besar kalau belum ada perusahaannya?”

Tak ketinggalan, penulis pun memberikan ilustrasi pendirian usaha dalam format tabel bebas yang menarik.  Pembaca pun mendapatkan strategi hukum agar UKM naik kelas, mulai dari pemilihan bentuk badan usaha, kelengkapan izin usaha, pemisahan fungsi yang kelas antara kepemilikan dan manajemen usaha.

Setelah strategi hukum, selanjutnya adalah strategi manajemen keuangan: (1) pisahkan  uang pribadi dan usaha; (2) rencanakan penggunaan uang; (3) buat buku catatan keuangan; (4) hitung keuntungan dengan benar; (5) putar arus kas lebih cepat; (6) awasi harta, utang, dan modal; serta (7) sisihkan keuntungan untuk pengembangan usaha.

Bagaimana dengan pajak? Penulis pun memahami banyaknya pihak yang beranggapan bahwa sadar kewajiban perpajakan menjadi urusan nanti saja, karenanya penulis pun mengingatkan bahwa kelalaian dan kealpaan menunaikan kewajiban pembayaran pajak bisa berakibat fatal di kemudian hari, karena sanksi yang menyertainya (hal.79).  Agar melek pajak, penulis menjelaskan cukup detil namun dengan cara sederhana tentang pajak, di antaranya: pajak penghasilan, perhitungan penghasilan netto fiskal, tarif pajak, pajak UKM, dan batasan peredaran bruto Rp.4,8 miliar.

Berikutnya, penulis melengkapi strategi naik kelas UKM dengan pengelolaan sumber daya manusia. Jika pembaca berpikir, menajemen SDM hanya perlu untuk perusahaan yang memiliki karyawan puluhan hingga ratusan, penulis menekankan bahwa semakin kecil perusahaan, sebenarnya makin mudah. Hal ini karena Anda hanya perlu menjaga agar 3-5 orang mengikuti SOP yang sudah Anda buat. Kelak, jika perusahaan telah bertambah besar dan produk bertambah rumit, Anda harus melakukan bersama profesional di bidang ini (hal.90).

Bagaimana dengan pemasaran? Penulis memberikan rekomendasi marketing plan untuk UKM yakni: (a) tentukan target penjualan/sales; (b) target pasar/market; (c) cek pesaing/kompetitor; (d) strategi produk; (e) tetapkan strategi harga; (f) bagaimana distribusi produk/distribution channel; (g) jalankan strategi promosi, dan (h) lakukan strategi sales.

Role Models

Untuk naik kelas, penulis memberikan jurus lain, yakni Jurus ATM: Amati, Tiru, dan Modifikasi! Silahkan amati tujuh usaha yang berhasil naik kelas, yakni: Cokelat Monggo, Cozmeed, Koperasi Produksi Mina Tani Abadi, PT. Indo Chem Semesta, PT.Petakumpet Creative Network, Bakpia Pathuk Sumekar, dan Mie Ayam Eddy Group.

Buku ini seperti paket komplit yang compact, tentu tidak memuat secara sempurna, namun bisa menjadi pegangan untuk pembaca menata langkah selanjutnya. Berdasarkan informasi lengkap mulai dari strategi hukum, marketing, SDM juga pajak, pembaca bisa mencari lebih detil ke sumber lain baik buku maupun pihak yang tepat lebih terarah, tidak menerka-nerka. Penulis berhasil menghaluskan kesan ‘serius’ informasi yang sebenarnya memang serius melalui tulisan yang sederhana, didukung tampilan buku yang tidak formal tetapi cenderung ‘ceria’. Awalnya saya agak terganggu dengan warna-warni halaman, tetapi ternyata efeknya bisa mencairkan kecemasan pembaca yang mungkin langsung berkerut ketika membaca kata pajak maupun akunting. Kalaupun ada yang masih keberatan dengan warna, mungkin itu masalah selera.

Selamat mencoba Jurus ATM: Amati, Tiru dan Modifikasi!

Tyas
Tyas
Career Coach & HR Consultant - "Mind is Magic"
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor