Friday, April 19, 2024
HomePerspectiveKonsultasiMenganggur satu tahun

Menganggur satu tahun

Dear Konsultan Karier,

Saya lulusan S1 Teknik Industri salah satu universitas negeri, sudah satu tahun menganggur. Saya seringkali gagal ketika interview HRD, beberapa bulan awal setelah lulus kebanyakan saya melamar ke beberapa bank dan selalu gagal setelah interview, saya pun pernah mencoba beberapa perusahaan manufaktur namun juga gagal. Saya selalu mencoba memperbaiki kesalahan yang saya lakukan sebelumnya tetapi belum membuahkan hasil. Saya bingung apakah karena perusahaan yang saya lamar kebanyakan perusahaan besar, ataukah saya harus menurunkan ekspektasi saya, saya hanya pernah memiliki pengalaman organisasi dan tidak ada prestasi-prestasi lain. Apa trik atau hal yang bisa saya lakukan agar bisa lebih meyakinkan ketika interview?

Terima kasih.

Neira

Dear sdr.Neira,

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengevaluasi lamaran dan proses seleksi yang telah dijalani kemarin. Apabila Anda gagal setelah memasuki tahap interview HRD, maka kami asumsikan Anda telah lolos tahap sebelumnya. Apakah tahap sebelumnya berupa seleksi kompetensi teknis atau juga disertai seleksi non teknis? Hal ini perlu Anda cermati kembali, karena proses interview tidak berdiri sendiri, melainkan salah satu tahap dari serangkaian seleksi.

Secara general, proses interview merupakan tahap untuk validasi dan klarifikasi tujuan, minat, serta skill pelamar yang telah tertulis dalam surat lamaran, CV, juga hasil proses seleksi sebelumnya. Untuk freshgraduate, biasanya pewawancara akan mengacu pada catatan ‘kinerja’ selama menempuh pendidikan, termasuk pengalaman berorganisasi. Kinerja inilah yang menjadi salah satu acuan bagaimana seorang kandidat/pelamar akan bekerja nantinya. Apakah ia menunjukkan komitmen selama studi, bagaimana mengelola waktu dan tugas selama studi, bagaimana menghadapi tantangan ketika menyelesaikan tugas akhir, bagaimana menyikapi nilai yang rendah (misal terdapat nilai C), juga bagaiamana  menghadapi dosen yang dianggap sulit, dsb. Pengalaman organisasi juga menjadi materi penggalian dalam interview secara detil, sehingga pewawancara mendapatkan profile kerja pelamar lebih ‘utuh’.

Untuk itu, Anda perlu mempersiapkan diri dengan mempelajari kembali surat lamaran dan CV yang Anda kirimkan. Ingat, jangan mengirimkan satu surat lamaran untuk semua. Berhati-hatilah dalam mendeskripsikan diri, seperti “Saya orang yang optimis, pekerja keras, dan terbuka dengan hal-hal baru”. Pewawancara akan mencari bukti dari pengalaman Anda melalui wawancara. Apabila Anda menyatakan diri sebagai seorang yang senang belajar, namun ternyata tidak ada hal yang Anda pelajari secara mandiri setelah lulus kuliah (mengikuti seminar, kursus, mempelajari program secara online, dsb), maka ini menjadi poin negatif.

Dalam interview, pewawancara juga cenderung menanyakan pengalaman paling berkesan/memuaskan/membanggakan dsb. Hal ini bertujuan untuk melihat kemampuan diri Anda secara optimal. Jangan menjawab ‘tidak ada/semua berkesan/biasa saja’, karena jawaban ini sama sekali tidak menarik bagi pewawancara 🙂 Pilihlah pengalaman spesifik, ceritakan secara sistematis dengan pola STAR (situation-task-action-result). Tidak ada masalah jika pengalaman yang berkesan adalah pengalaman saat gagal, yang penting adalah bagaimana usaha pencapaian dan menyikapi kegagalan tersebut. Persiapkanlah setidaknya dua pengalaman positif dan negatif. Ceritakanlah pengalaman riil, karena pewawancara yang berpengalaman bisa mengenali konsistensi dari satu cerita dan lainnya, intonasi suara dan bahasa tubuh pelamar.

Anda juga harus bersungguh-sungguh dan antusias, caranya adalah dengan memahami mengapa melamar ke posisi dan perusahaan tersebut. Perusahaan/pewawancara/HRD bisa mengenali pelamar dengan mental ‘aji mumpung’ atau ‘asal diterima’. Era kompetisi yang ketat membuat perusahaan membutuhkan orang-orang yang proaktif dan memahami tujuan kariernya sendiri. Mulailah dari diri sendiri, sehingga antusiasme itu akan terpancar ke pewawancara (perusahaan).

Demikian sdr.Neira, semoga pembahasan singkat ini dapat membantu. Semoga tetap semangat, terlebih masih di awal tahun 2014!

Salam,

Tim Konsultankarir.com

Tyas
Tyas
Career Coach & HR Consultant - "Mind is Magic"
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor