Sunday, March 3, 2024
HomePerspectiveArtikelTips manajemen waktu dalam bekerja

Tips manajemen waktu dalam bekerja

Setiap orang yang masuk dunia kerja pasti dituntut menjadi profesional. Kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang dikerjakan. Namun, ada saja kendala untuk menyelesaikan pekerjaan, terlebih lagi harus tepat waktu.

Pernahkah kamu keteteran saat bekerja? Atau merasa bahwa kerjaan kamu tidak habis-habis? Apakah ada yang salah dengan pekerjaanmu? Ataukah karena kamu belum bisa mengatur waktu?

Manajemen waktu adalah proses perencanaan beberapa kegiatan yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu, dan telah dipertimbangkam berdasarkan kemungkinan-kemungkinan yang kemudian harus dilakukan pengontrolan dalam prosesnya agar maksimal.

Manajemen waktu merupakan salah satu kebiasaan baik yang wajib dibangun oleh setiap orang. Kita semua tentu perlu belajar  mengatur waktu dengan sebaik mungkin, karena waktu adalah hal yang tidak bisa dibeli dan diulang kembali.

Manajemen waktu juga menjadi faktor penting atas produktivitas kerja.  Dampaknya berimbas dengan penggunaan waktu kerja yang lebih efektif dan performa kerja pastinya.

Hal pertama dalam mengatur manjemen waktu adalah membuat to do list atau daftar yang harus dikerjakan pada hari itu. Peran to do list bisa menjadi panduan kamu untuk tetap fokus dan bekerja secara lebih terstruktur.  

Kamu bisa membuat daftar ini dari sehari sebelum bekerja atau bisa juga di pagi hari saat di kantor. Atau bisa juga kamu buat jadwal per minggu. Namun, yang lebih penting dari Menyusun to do list adalah eksekusi atas to do list tersebut. 

Seringkali kita membuat banyak to do list hanya sekedar menjadi poin-poin to do list, tetapi pengerjaannya tetap ditunda-tunda. Ini yang fatal.  Akan lebih baik tanpa to do list, sepanjang kamu tahu apa yang jadi prioritasmu untuk diselesaikan. Kembali ke orang per orang tentunya. 

Satu hal yang juga penting adalah kenali jam produktif kamu. Untuk lebih produktif tentu kamu memiliki jam-jam tertentu yang kamu merasa lebih efektif untuk bekerja maksimal. Bisa pagi, sore, atau malam hari. Setiap orang memiliki jam produktif yang berbeda-beda.

Di jam-jam produktif seperti inilah, pekerjaan atau tugas atau apapun yang membutuhkan ekstra energi dapat kamu kerjakan dengan baik.  Dengan mengenali waktu produktif kamu, maka kamu bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin.

Workthere melakukan penelitian terhadap 2.000 pekerja kantoran di Inggris. Menurut Workthere seperti dilansir dari Mirror, Selasa adalah hari di mana sebagian besar peserta merasakan tingkat produktivitas tertinggi. Ini diikuti oleh hari Senin dan Rabu.

Tidak hanya hari-hari paling produktif yang ditemukan pada awal minggu, tapi para pekerja juga mengakui bahwa mereka lebih produktif pada awal hari.  Rata-rata, satu dari lima (19%) responden mengatakan bahwa mereka paling produktif antara pukul 08.00 dan 11.00, dengan hanya 2% yang menyatakan paling produktif bekerja antara pukul 16.00 dan 18.00.

Tips yang terakhir, buat tenggat waktu untuk diri sendiri dalam menyelesaikan tugas.  Ini bisa membantu kamu untuk mengatur waktu dengan efisien dan efektif. Misalnya, dari jam 9.30 sampai jam 11.30 kamu bisa menggunakan waktu tersebut dengan mengerjakan tugas A. Selama dua jam tersebut usahakan untuk fokus agar pekerjaan kamu bisa selesai, tetapi jika belum selesai juga tidak apa-apa.

Ini bisa membantu kamu memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu pekerjaan. Gunakan batas waktu ini sebagai acuan sehingga target dapat tercapai.

Terapkan kebiasaan-kebiasaan tersebut di atas dengan memperhatikan penggunaan waktu yang tepat dan efektif. Jangan menyia-nyiakan waktu yang dimiliki dengan terlalu banyak bersantai.  Santai memang menyenangkan, tetapi jika pekerjaan tidak selesai-selesai siapa yang akan rugi? Kamu sendiri bukan?

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor