Thursday, June 13, 2024
HomePerspectiveArtikelMotivasi Non-Finansial

Motivasi Non-Finansial

“Management is nothing more than motivating other people.”~Lee Iacocca

Sekali lagi, bahwa kita manusia memiliki kebutuhan di atas materi termasuk uang. Studi berikut menunjukkan bahwa manajer/atasan hendaknya memanfaatkan kebutuhan mendasar individu untuk meningkatkan performa kerja dan keberhasilan bersama.

Seorang manajer membutuhkan beragam ketrampilan interpersonal juga tingkat antusiasme untuk disuntikkan ke dalam proyek agar dapat memberikan dampak langsung ke tim. Hal ini karena motivasi dapat menginspirasi, mendorong, dan menstimulasi individu untuk mencapai goal bersama melalui kerjasama tim. Orientasi ini yang harus dimiliki seorang manajer untuk menggerakkan proyek mencapai keberhasilan dengan menciptakan dan memelihara suatu suasana penuh motivasi bagi semua anggota dalam tim. Peterson (2007) melalui studinya menunjukkan bahwa seorang manajer proyek harus memahami pentingnya individualitas. Untuk memacu motivasi tiap anggota tim dalam satu proyek, ia harus mengalokasikan waktu untuk memahami bagaimana tiap individu termotivasi. Dengan kata lain, seorang manajer harus menghindari cara memotivasi berdasarkan persepsi manajer sendiri, karena setiap orang memiliki kebutuhan dasar masing-masing.

Survey McKinsey Quarterly di bulan Juni 2009 dengan 1047 responden dari eksekutif, manajer, dan karyawan seluruh dunia, di mana lebih dari seperempatnya adalah direktur atau CEO atau eksekutif level C lainnya. Survey menunjukkan bahwa motivasi non financial mampu mengalahkan motivasi financial. Tiga hasil survey paling atas adalah membuat karyawan merasa bahwa perusahaan menghargai mereka, memperhaitkan kesejahteraan karyawan secara serius, dan memberikan kesempatan untuk pertumbuhan karier. Seorang responden yang merupakan direktur SDM menjelaskan bahwa melibatkan karyawan dalam proyek khusus dapat membuat mereka merasa menjadi bagian dari solusi dan masa depan perusahaan. Direktur SDM lain menyatakan bahwa diskusi individual (one-on-one meeting) antara staf dan atasan juga sangat memotivasi karena dapat membuat staf merasa dihargai dan didukung dalam melewati masa-masa sulit (Dewhurst, Guthridge, & Mohr,2009).

Bagan perbandingan antara insentif dan non-insentif berikut menunjukkan bahwa penghargaan, perhatian dan kesempatan memimpin proyek atau menjadi bagian dari tugas khusus mampu mengalahkan insentif financial (bonus, peningkatan pendapatan, dan fasilitas lain). Klik gambar untuk melihat lebih besar.

McKinsey 2009

Siap lebih memotivasi tim?

Referensi:

  • Peterson,Tonya M. (2007) Motivation: How to Increase Project Team Performance. Project Management Journal, Vol. 38, No. 4, 60–69 Published online in Wiley InterScience (www.interscience.wiley.com) DOI: 10.1002/pmj.20019 Diunduh 5 Maret 2014
  • Dewhurst, Martin ., Guthridge, Matthew., & Mohr, Elizabeth (2009) Motivating people: getting beyond money. McKinsey Quarterly-Commentary, November 20119. http://www.mckinsey.com/insights/organization/motivating_people_getting_beyond_money Diunduh 5 Maret 2014
Previous article
Next article
Tyas
Tyas
Career Coach & HR Consultant - "Mind is Magic"
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor