Thursday, June 13, 2024
HomePerspectiveArtikelCiptakan Momen Mengesankan Wawancara Pertamamu dengan Cara Ini!

Ciptakan Momen Mengesankan Wawancara Pertamamu dengan Cara Ini!

Selepas menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang konon saat ini biayanya selangit, tentu kamu ingin  lepas dari beban tanggungan orang tua, dan berdikari. Ya, saat ini dengan begitu banyaknya pelamar kerja yang merupakan lulusan terbaik dari universitas terbaik di Indonesia, tentunya kamu harus menyiapkan kualitas diri dengan sebaik-baiknya. Dengan bekal ijasah dan transkrip nilai, lamaran kamu bertarung di meja HRD instansi masing-masing.  Alhamdulillah jika ternyata lamaran kamu masuk dalam segelintir lamaran yang lolos seleksi. Tahap selanjutnya otomatis wawancara kerja yang wajib diikuti, lalu gimana nih caranya biar dapat kabar gembira dan diterima kerja di instansi yang diharapkan? Simak ya!

1. Jangan panik

Pribadi yang tenang tentu memiliki nilai lebih dibandingkan pribadi yang mudah panik saat menghadapi pertanyaaan. Cobalah lebih tenang saat menjawab pertanyaan yang ditunjukkan dari jawaban yang lugas dan tidak mendramatisasi, nada suara yang terkontrol dan tempo yang pas yang menunjukkan bahwa kamu benar-benar sedang dalam kondisi santai saat ini. kebayang kan apa yang ada di pikiran pewawancara jika kamu adalah tipikal pribadi yang sangat mudah panik dalam berinteraksi dengan orang lain dan menyelesaikan pekerjaan?

2. Mengalir dan berikan jeda saat menjawab pertanyaan

Sikap tenang dan penuh pertimbangan adalah tipikal pribadi yang karismatik dan diinginkan oleh banyak instansi. Meskipun kamu bisa menjawab setiap pertanyaan yang diajukan, beri jeda sesaat seolah kamu sedang mempertimbangkan dan menganalisa pertanyaan tersebut dengan matang. Untuk menghasilkan pekerjaan yang terbaik, cara pikir yang teliti dan penuh pertimbangan adalah karakter yang diperlukan.

3. Analisa pertanyaan yang menjebak

Untuk mengetahui bagaimana dan apa tujuan kamu ingin bergabung, pihak pewawancara biasanya mengajukan pertanyaan yang sifatnya menjebak dan harus dianalisa dengan matang.  Jawab pertanyaan tersebut dengan penuh pertimbangan, yang sifatnya positif dan memberikan kontribusi besar kepada pihak perusahaan jika kamu resmi terlibat menjadi bagian dari perusahaan tersebut. Hindari jawaban yang sekiranya materialistis, dan menunjukkan karakter negatif yang dapat menjadi alasan pihak perusahaan berat jika kamu berkarir di sana.

Keberhasilan wawancara kerja juga sangat ditentukan oleh kesan pertama yang Anda berikan melalui penampilan yang baik dan profesional. Berusahalah tampil sebaik mungkin, rapi dan elegan sebab kesan pertama hanya muncul satu kali. Selain membuat pewawancara terkesan, ia akan menilai Anda sebagai calon karyawan yang paling tepat. Penampilan saat wawancara menunjukkan seberapa teliti, rapi, dan profesionalnya Anda.

 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor