Monday, April 15, 2024
HomePerspectiveKonsultasiPekerjaan untuk fresh graduate S2, namun belum memiliki pengalaman bekerja

Pekerjaan untuk fresh graduate S2, namun belum memiliki pengalaman bekerja

Saya baru lulus S2 program magister kenotariatan dan kini sedang mencari-cari pekerjaan. Memang program studi yang saya ambil itu sudah mengarahkan saya untuk menekuni profesi notaris nantinya, namun mengingat umur saya baru 24 tahun, dan batas minimal persyaratan membuka kantor notaris 27 tahun dan memerlukan modal yang tidak sedikit untuk membuka kantor, maka saya menganggap, saya memerlukan pekerjaan.

Sayangnya permasalahan muncul ketika saya mencari pekerjaan, hampir semua perusahaan yang saya lamar, semuanya mengatakan bahwa saya over qualified, padahal ketika ditanya gaji yang diharapkan, saya selalu menaruh gaji yang sejajar dengan gelar S1.
Mohon pencerahannya untuk jalan keluar permasalahan saya ini.

Andre

Halo Andre, terima kasih untuk pertanyaannya.

Untuk melamar suatu pekerjaan di suatu perusahaan maka perlu diperhatikan: (i) jabatan atau posisi apa yang saat itu dilamar; (ii) skala perusahaan yang saat itu dilamar, yaitu apakah perusahaan itu termasuk skala kecil, sedang atau besar; dan (iii) industri atau jenis usaha dari perusahaan tersebut. Kemudian juga perlu diperhatikan persyaratan untuk menempati jabatan atau posisi yang akan dilamar karena hal tersebut menentukan ekspetasi/harapan dari perusahaan tersebut terhadap calon karyawan termasuk gaji yang sesuai untuk calon karyawan sesuai pertimbangan dari perusahaan itu. Pada perusahaan-perusahaan dengan industri yang serupa pada umumnya memiliki batasan atas dan batasan bawah untuk menentukan gaji dari suatu posisi atau jabatan di perusahaan. Seringkali perusahaan mungkin tidak membutuhkan calon karyawan yang berpendidikan sampai S2 untuk posisi-posisi tertentu dengan pertimbangan bahwa perusahaan ingin mendidik calon karyawan tersebut sehingga diharapkan calon karyawan tersebut nantinya dapat lebih mudah terbentuk pola dan pemikirannya sesuai dengan kultur dan industri perusahaan tersebut.

Ada kemungkinan juga perusahaan melihat bahwa Anda mungkin bukan calon karyawan yang cocok untuk menduduki posisi tersebut karena Anda telah lulus S2 program magister kenotariatan maka perusahaan juga mempertimbangan berapa lama Anda akan bekerja di perusahaan ini mengingat pada akhirnya Anda juga akan menjadi notaris. Apabila memang Anda ingin menjadi notaris sebaiknya Anda dapat melamar ke kantor-kantor notaris atau kantor hukum karena pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan sesuai dengan profesi Anda dan Anda dapat menimba banyak pengetahuan dan pengalaman dari sana. Dengan bekal yang cukup tentunya Anda dapat membuka kantor notaris sendiri nantinya. Tetap semangat ya!

Lia Alizia

Lihat profil Our Kaka di sini

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor