Friday, July 19, 2024
HomePerspectiveKonsultasiBekerja sesuai passion atau latar belakang pendidikan?

Bekerja sesuai passion atau latar belakang pendidikan?

Dear Konsultan Karier

Saya adalah fresh graduate sarjana teknik jurusan arsitektur, dari salah satu universitas swasta yang cukup terkenal di Bandung. Awalnya saya masuk jurusan arsitektur, karena ingin menggantikan cita-cita Ibu saya yang tidak tercapai, yaitu sebagai seorang arsitek. Kebetulan saya pun hobi menggambar dan menyukai pelajaran matematika, yang di mana (katanya) sangat menunjang untuk mempelajari arsitektur. Namun ketika saya kuliah, tepatnya pas semester 2, saya merasa passion saya tidak di bidang arsitektur.

Ketika semester akhir, saya baru menyadari passion saya, yaitu dibidang jurnalistik. Ya, saya baru menyadari juga bahwa saya jauh lebih menyukai hobi saya yang lain yaitu menulis, daripada menggambar. Selain itu saya suka bercerita dan travelling. Setiap habis travelling, saya selalu menulis ulang pengalaman saya tersebut. Saya memang tidak suka kegiatan yang statis dan lebih suka kegiatan di lapangan..

Namun, saya tidak memiliki latar belakang pendidikan dari bidang komunikasi sama sekali untuk menjadi jurnalis. Tapi saya mau untuk belajar, bahkan dari nol, untuk bisa menjadi jurnalis. Tapi, ketika saya melamar untuk menjadi jurnalis, kemungkinan saya untuk diterima pasti jauh lebih kecil daripada orang-orang yang memang latar belakang pendidikannya sesuai dengan bidang tersebut. Selain itu, kalau saya baru mulai belajar dari sekarang, itu sudah pasti akan telat sekali bukan, dibandingkan orang2 yang memang sudah mempelajari bidang tersebut sebelumnya.

Saya bingung jadinya, apakah tetap mengejar passion saya tersebut, atau mencari kerja sesuai dengan latar belakang pendidikan saya? Adakah saran untuk saya dalam menghadapi dilema ini? Apakah terlalu naif untuk mengejar passion saya tersebut? Lalu, kalau saya baru belajar sekarang, kapan saya bisa memulai bekerja?

Terima kasih 🙂

NN

Dear NN,

Senangnya masih banyak yang terus tertarik dengan dunia jurnalistik. Jika ditelisik lebih jauh, sebenarnya, banyak di antara para jurnalis yang tidak berangkat dari latar belakang pendidikan komunikasi ataupun jurnalistik. Saya sendiri berlatar belakang Hubungan Internasional. Jadi, tidak memiliki pendidikan jurnalis bukanlah alasan tidak bisa menjadi seorang wartawan.

Menulis, hal paling dominan saat menjadi jurnalistik memerlukan passion yang kuat. Karena itulah, siapapun yang gemar menulis, sangat mungkin menjadi jurnalis. menuliskan apa yang dilihat, didengar, dipikirkan, dan dirasakan sepertinya tidak membutuhkan pendidikan tertentu. Terkait soal bagaimana menjadi jurnalis yang baik, bisa dilakukan sembari jalan. Learning by doing, why not?

Terkait menjadi travel writer, sebenarnya saya sarankan untuk tidak langsung mengkualifikasikan diri untuk itu. Siapa tidak suka traveling? Hampir semua orang suka. Kesukaan kamu menuliskan pengalaman traveling itu bukan berarti kamu harus menjadi travel writer. Bisa jadi, kamu menulis pengalaman itu karena memang perjalanan yang baru saja kamu lalu sangat menyenangkan.

Saran saya, bagaimana dengan penulis atau jurnalis arsitektur? Pendidikan dan hobi kamu menulis bisa tersalurkan dengan baik. Sebagai penulis atau jurnalis, sebaiknya memang terbuka untuk bisa menulis segala hal. Pasalnya, sangat mungkin, jika kamu menjadi jurnalis, akan terkena rolling untuk meliput bidang lain. Inilah salah satu kelebihan jurnalis, tahu sedikit tentang banyak hal 🙂

Salam,

Vriana Indriasari

lihat profile: http://www.konsultankarir.com/get-help/our-kaka

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor