Friday, July 19, 2024
HomePerspectiveArtikelTiga Daya Penting dimiliki Career Coach

Tiga Daya Penting dimiliki Career Coach

Salah satu profesi yang sedang populer belakangan ini adalah career coach. Secara umum, career coach adalah seorang profesional yang memiliki kapabilitas keilmuan untuk menemani, mendampingi, dan  membantu seseorang dalam mencapai sebuah tujuan (goal) yang berkaitan dengan karir, dalam jangka waktu tertentu.

Career coach sudah seperti seorang partner bagi individu lain. Career coach akan memastikan bahwa  klien berkomitmen dan akuntabel dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkannya.  Jika klien mengalami kesulitan atau kebuntuan, maka seorang career coach akan meng-coaching klien lagi terkait beragam masalah yang dihadapinya guna mengatasi kebuntuan tersebut untuk kembali fokus berupaya mencapai tujuannya tersebut.

Seorang career coach biasanya akan mengajak klien memahami diri klien itu sendiri dulu, selanjutnya mendorong klien menyadari apa langkah penting yang harus dilakukannya, dan terakhir membangun akuntabilitas klien dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkannya. 

Teknik paling umum sekaligus esensial yang dilakukan oleh career coach adalah bertanya kepada klien. Namun, ini yang menarik, pertanyaan ini  bukan pertanyaan-pertanyaan biasa seperti dalam obrolan.  Namun, pertanyaan-pertanyaan yang mampu membuka pikiran dan memancing klien untuk lebih terlibat dalam pencapaian tujuannya tersebut.

Untuk Anda yang berkeinginan masuk ke dalam profesi ini,  ada beberapa hal yang perlu diketahui, selain tentunya mengikuti sekolah atau pelatihan coaching tsecara profesional dan mendapatkan kredensial sebagai akuntabilitas Anda sebagai coach, Anda juga perlu mengenali apa saja daya atau upaya penting yang perlu dikembangkan untuk menjadi career coach andal.

Daya pikir kreatif

Salah satu hal yang menunjukkan bagaimana tingkat kecakapan career coach adalah daya kreativitas yang dimilikinya. Seorang career coach profesional harus mampu melihat banyak kemungkinan dan memunculkan ide-ide bagi para kliennya sehingga mereka mampu melihat dan mendapatkan solusi yang tepat untuk diri mereka sendiri.

Anda juga harus mampu mendorong  atau menggerakkan pikiran klien untuk menemukan solusi mereka sendiri, sekaligus juga mampu memastikan klien mampu mengimplementasikan rencana mereka dalam rangka mencapai tujuan.

Daya persepsi

Persepsi disini adalah sebuah pandangan seseorang terhadap situasi dan pemikiran tertentu yang muncul yang berasal dari pandangan orang tersebut. Persepsi ini sendiri biasanya bisa muncul tanpa didasari oleh konfirmasi terlebih dahulu dari pemberi pesan.  

Persepsi ini juga bisa berbeda makna apabila diterima oleh orang lain. Tak hanya itu saja, persepsi ini biasanya bisa muncul apabila seseorang tidak benar-benar menerima para pemberi pesan.

Sebagai career coach, Anda diharapkan memiliki daya persepsi yang luas dan  terbuka dalam banyak hal.  Kemampuan perseptual yang tinggi membuat Anda tidak mudah  menilai atau menghakimi orang lain. Jangan sampai Anda membuat persepsi terkait klien yang nantinya malah akan merugikan kapabilitas Anda sebagai  career coach profesional.

Daya gerak  

Seorang career coach yang andal mampu menciptakan daya gerak pada kliennya. Daya gerak ini juga menjadi salah satu hal penting yang menjadi syarat terbentuknya suasana coaching yang kondusif. Pada umumnya, apa yang menjadi fokus Anda, maka hal itu cenderung tertarik pada Anda. Demikian juga sebaliknya.  

Anda perlu membuat klien mampu bergerak, tanpa perlu mengatakan pada klien bahwa mereka harus bergerak.  Dengan memiliki “chemistry” yang tepat dengan klien, Anda membuat klien merasa berada di tempat yang tepat dan percaya pada Anda.  Klien yang percaya pada Anda, secara tidak langsung menciptakan daya gerak pada dirinya sendiri untuk berkomitmen dan berusaha mencapai tujuannya.    

Demikian beberapa daya yang harus Anda punyai apabila ingin mendalami profesi career coach. Dengan mengenali dan mendalaminya, Anda menjadi lebih trampil dalam membantu klien Anda.

andin
andinhttp://
Career coach, Writer, Researcher. "be happy, be simple..."
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor