Tahukah kamu? Kecerdasan emosional memiliki peran dan pengaruh penting dalam karir dan kesuksesan. Dalam buku yang ditulis oleh Daniel Goleman Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ, menyebutkan bahwa kecerdasan emosional (EQ) menyumbang 80% dari faktor penentu kesuksesan seseorang, sedangkan 20%nya dipengaruhi oleh kecerdasan intelektual (IQ).
Mengapa? Orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi akan lebih sehat secara emosional. Mereka mampu mengendalikan diri sendiri dan orang lain serta tahu bagaimana mengendalikan emosi atau perasaan tersebut untuk memandu pikiran dan tindakan. Meskipun tidak selalu terlihat jelas dan bukan sesuatu yang bisa diukur, orang yang cerdas secara emosional biasanya memiliki kinerja yang baik. Mereka berkontribusi dalam kerjasama tim, memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, tangguh mengatasi tekanan kerja, mudah beradaptasi, memiliki resolusi konflik yang efektif, dan memiliki hubungan sosial yang baik.
Berikut ini lima manfaat memiliki kecerdasan emosional dalam bekerja:
1. Meningkatkan kolaborasi dan kerjasama
Kolaborasi adalah proses kerja yang mengharuskan para karyawan bekerjasama agar menghasilkan gagasan atau ide untuk menyelesaikan proyek atau tugas. Kolaborasi ini mengharuskan setiap anggota tim membuang ego masing-masing agar mampu bekerjasama. Kecerdasan emosional dapat mendorong dan memfasilitasi kolaborasi yang lebih efektif. Saat bekerjasama mereka yang cerdas secara emosional biasanya mampu memahami dan menghargai beragam perspektif atau ide. Mereka juga dapat menavigasi situasi ketika terjadi konflik dalam tim, menumbuhkan budaya tim yang positif, mendorong komunikasi efektif, dan membangun hubungan yang kuat antar anggota tim.
2. Memperkuat hubungan interpersonal
Kecerdasan emosional juga membantu membangun hubungan yang sehat dan bermakna dengan orang lain. Membangun ikatan kuat dengan orang-orang di sekitar. Orang dengan EQ tinggi memiliki rasa empati yang tinggi dan memiliki skill komunikasi yang baik, sehingga memudahkan mereka membangun hubungan baik dengan rekan kerja, atasan, ataupun klien. Orang dengan EQ tinggi juga dapat membangun hubungan kerja yang positif dan saling menghargai. Mereka juga bisa menjadi rekan kerja yang disukai dan dipercaya di lingkungan kerjanya.
3. Mengelola stres dan tekanan kerja
Umumnya, orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi cenderung memiliki tingkat motivasi yang besar, sehingga mampu mengelola stres dan tekanan kerja dengan lebih optimal. Saat dihadapkan pada situasi sulit sekalipun, mereka tetap dapat bersikap tenang dan fokus mengelola tekanan sehingga dapat tetap produktif. Selain itu mereka juga memiliki kemampuan adaptasi yang baik. Hal ini jelas sangat bermanfaat untuk mendukung performa kerja yang lebih baik. Tidak hanya dalam pekerjaan, namun juga untuk kehidupan secara keseluruhan.
4. Mengelola konflik
Kecerdasan emosional juga memiliki peran penting dalam mengelola konflik secara efektif dan konstruktif. Ketika dihadapkan pada ketegangan atau konflik, orang yang cerdas secara emosional dapat merespon dan memberikan reaksi yang tepat. Mereka dapat mengelola emosi dirinya sendiri dalam menghadapi konflik, dengan bersikap tenang dan berusaha memahami emosi orang lain yang terlibat. Dengan mengedepankan empati, mereka fokus menemukan solusi yang efektif dan menguntungkan semua pihak sehingga mampu mempertahankan hubungan kerja yang positif. Dengan kata lain, kecerdasan emosional memungkinkan kita meredakan situasi tegang dan mengembalikannya ke jalur yang benar.
5. Mengambil keputusan yang baik
Manfaat kelima memiliki kecerdasan emosional yaitu mampu mengambil keputusan yang tepat dan efektif. Orang yang EQ tinggi, merupakan pengambil keputusan yang handal. Mereka dapat mengambil keputusan secara rasional dan objektif, meskipun dalam kondisi sulit sekalipun. Mereka juga memiliki self-control dan pengendalian emosi yang baik dalam dirinya. Tidak membiarkan emosi mengambil alih sehingga dapat membuat keputusan yang bijaksana.

