Wednesday, January 28, 2026
HomePerspectiveArtikelCiri-ciri Problem Solver yang Baik

Ciri-ciri Problem Solver yang Baik

Problem solver adalah individu yang memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menemukan solusi atas masalah yang dihadapi, baik dalam konteks pribadi maupun profesional. Bagi seorang karyawan, kemampuan menyelesaikan masalah atau problem solving penting dikuasai karena tidak semua masalah bisa diselesaikan secara spontan, justru sebagian besar masalah membutuhkan analisis, pertimbangan, dan pemikiran mendalam untuk dicari solusi atau jalan keluarnya.

Di tempat kerja, seorang problem solver yang baik akan lebih dihargai dan memiliki potensi karir yang cerah. Hal ini disebabkan karena mereka mampu menyelesaikan tantangan atau masalah secara efektif dan efisien. Selalu berusaha mencegah masalah serupa terjadi lagi di masa depan dengan menerapkan solusi yang berkelanjutan dan inovatif dengan menemukan akar masalah. Seorang problem solver yang baik ditandai dengan beberapa ciri-ciri, diantaranya:

1. Berpikir kritis

Berpikir kritis menjadi salah satu ciri problem solver yang baik. Saat dihadapkan pada masalah yang mengharuskannya mencari jalan keluar, mereka mampu berpikir secara cepat, tepat, logis, dan sistematis. Mereka mampu menganalisis masalah secara mendalam serta mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi solusi yang diambil nantinya. Mereka juga paham bahwa setiap masalah terdiri berbagai perspektif sehingga wajib membuat keputusan yang efektif untuk semua orang.

2. Analitis

Seorang problem solver yang baik juga dikenal sebagai orang yang analitis atau memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi. Saat menghadapi masalah, mereka mampu mengamati dan membagi masalah menjadi beberapa bagian atau komponen-komponen kecil untuk dianalisa secara terperinci. Mereka juga paham bahwa setiap masalah terdiri dari beberapa elemen yang saling terkait dan terhubung, sehingga dapat mengidentifikasi dan menganalisis akar penyebab masalah berdasarkan informasi atau fakta yang ada. Lalu merumuskannya sebelum menentukan solusi yang paling efektif. Kemampuan analitis inilah yang menjadikan seorang problem solver mampu mengamati dan mengenali masalah lebih awal sebelum menjadi lebih besar.

3. Tenang

Seorang problem solver yang baik dikenal sebagai orang yang tenang saat memecahkan masalah. Saat dihadapkan pada situasi sulit dan penuh tekanan mereka tidak mudah panik. Mereka sadar bahwa ketenangan memungkinkan mereka untuk berpikir jernih dan melihat masalah secara objektif, sehingga dapat menentukan dan membuat keputusan yang rasional dan efektif.

4. Skill komunikasi efektif

Menguasai komunikasi efektif juga menjadi ciri-ciri seseorang problem solver. Seorang problem solver sadar bahwa komunikasi merupakan hal yang penting dalam pemecahan masalah. Keterampilan komunikasi di sini bukan hanya mampu menyampaikan informasi (berbicara), tetapi juga mampu menerima dan memahami informasi (mendengarkan). Menguasai komunikasi efektif dapat membantu mereka mengidentifikasi, mengumpulkan informasi, dan menjelaskan masalah secara terperinci.  Sehingga dapat mengkoordinasikan tindakan dan mencari solusi secara jelas dan efektif kepada semua orang yang terlibat.

5. Berani mengambil resiko

Berani mengambil resiko juga menjadi ciri khas seorang problem solving yang baik. Mereka tidak takut menghadapi resiko dan ketidakpastian dari setiap solusi yang diputuskan, serta siap bertanggung jawab atas hasil keputusan yang diambil. Mereka paham bahwa inovasi dan kemajuan seringkali membutuhkan pengambilan resiko yang diperhitungkan. Hal ini karena mereka mampu menentukan strategi dan solusi yang paling tepat untuk diterapkan. Mereka juga selalu memikirkan lebih dari satu kemungkinan solusi atau memiliki rencana cadangan jika solusi pertama tidak berhasil atau efektif.

6. Kreatif dan inovatif

Terbiasa melihat masalah dari berbagai sudut pandang dan mencari berbagai cara untuk menyelesaikan masalah, membuat problem solver mampu berpikir kreatif dan inovatif. Mereka tidak takut untuk berpikir out of the box dalam memecahkan masalah dengan menggunakan metode yang tidak konvensional atau pasaran. Melainkan mencari dan menemukan cara-cara baru yang inovatif untuk mengatasi tantangan. Sehingga dapat menemukan solusi yang unik dan tidak biasa.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

konsultankarir on Pilihan, Memilih or Stuck
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Gagal tes psikotest
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Sulit mendapatkan pekerjaan
konsultankarir on Wawancara dan Psikotest
konsultankarir on Kuis:Career Engager
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Selalu Gagal dalam Interview
konsultankarir on Interview Magic
konsultankarir on Pindah Tempat Kerja
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Psikotes Menggambar
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
konsultankarir on Bingung S2
konsultankarir on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
konsultankarir on Memilih Jurusan S2?!
Angelina Tria Puspita Rini on Memilih Jurusan S2?!
Lisa on Bingung S2
Fiviiya on Psikotes Menggambar
Wendi Dinapis on Memilih Jurusan S2?!
hasenzah on Memilih Jurusan S2?!
yulida hikmah harahap on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Galuh Rekyan Andini on Memilih Jurusan S2?!
burhanuddin on Memilih Jurusan S2?!
Dian Camellyna on Kuis:Career Engager
ABDUL RAHMAN on Wawancara dan Psikotest
Melva Ronauli Pasaribu on S1 Teknik Informatika S2 Bagusnya Apa?
Faradillah Rachmadani M.Nur on Memilih Jurusan S2?!
Taufik Halim on Memulai Bisnis Fotografi
Edo on Bingung S2
konsultankarir on Profesi yang sesuai
konsultankarir on Bingung S2
yaya on Bingung S2
konsultankarir on Memilih karir
dewi on Pindah kerja
konsultankarir on Memilih Jurusan S2 yang Tepat
dewi on Pindah kerja
Tyas on ILKOM atau MTI
hary on ILKOM atau MTI
Kiki Widia Martha on Buku ‘My Passion, My Career’
jalil abdul aziz on Karir Untuk Lulusan Sosiologi
Nono Suharnowo on Bagaimana agar produktif?
syukri on Jujur atau tidak?
Nida shofiya on Bingung pilih fakultas
abdul madjid on Gagal tes psikotest
abdul madjid on Gagal tes psikotest
Aris on Tujuan karir
NURANI on Tujuan karir
dede on Tujuan karir
Rika on Tujuan karir
Djoko triyono on Sulit mendapat pekerjaan
marco on E-mailku unik!
Efik on Memilih karir
noer hasanah on Berminat ke NGO Asing
ilah susilawati on Status dan jenjang karir
yusi bayu dwihayati on Berpindah Karir di Usia 32
dino eko supriyanto on Menyiapkan Business Plan
Gunawan Ardiyanto on 10 Biang Bangkrut UKM
Nahdu on Table Manner
krisnadi on 10 Biang Bangkrut UKM
rani on Table Manner
yuda_dhe on Table Manner
Putrawangsa on Memilih Jurusan S2?!
aira on Time Management
Emi Sugiarti on Sudahkah Anda Peduli?
fitria on Table Manner
Ardiningtiyas on Menuju 'Incompetency Level'
Sri Ratna Hadi on Dari Penjahit ke Penulis
monang halomoan on Program SDM tahunan
merlyn on Ayo, Kreatif!
Silvester Balubun on Table Manner
Avatara on Istimewanya Rasberi
vaniawinona on Table Manner
defianus on Tips Negoasiasi Gaji
Dewi Sulistiono on Meniti Sebatang Bambu
Rena on Tersadar…
Dendi on Ayo, Kreatif!
Denni on Menemukan Mentor