Teman kerja yang tidak mau mengalah dalam hal pembagian kerja/team work

oleh | 30 January 2009 | 0 Komentar

Bagaimana tindakan dan sikap saya apabila saya memiliki temen kerja yang apabila saya mengerjakan suatu pekerjaan, dia harus tau segalanya dan bila sebaliknya, dia justru menyimpannya sendiri dan terkesan mau dikerjakan sendiri. Sementara, atasan melihat bahwa dialah yang paling banyak perkerjaannya. Kami satu tim dalam satu subdivisi.

Memang seh..saya tipenya tenang seperti sifat kebanyakan orang yang memiliki golongan darah A. Sedangkan dia golongan darahnya O, yang kebanyakan tidak mau mengalah dan mau dianggap oleh orang lain.

Mohon bantuan untuk masukan saya. Karena kadang saya merasa tertekan dan kadang rasanya ingin sekali pindah ke unit lain dengan bidang pekerjaan yang sama.

Terima kasih sebelumnya.

Intan

Ibu yang merasa tidak nyaman menghadapi rekan kerja yang terlalu mau tahu,

Terimakasih atas kepercayaan Ibu terhadap konsultankarir.com, saya coba memberikan masukan tentang pola menghadapi rekan kerja yang terlalu mau tahu urusan orang lain, namun demikian, Ibu tidak menjelaskan apa jenis pekerjaan dan bagaimana tipe pembagian tugasnya.

Sebelum memberi masukan, kami mengandaikan bahwa saat ini Ibu ada dalam satu tim kerja di sub divisi dengan rekan kerja tersebut. Secara umum, tipe pekerjaan ada dua, yaitu pekerjaan bertipe sistem/konsep dan administrasi/operasional/pengendalian.

Pola kerja pada umumnya seperti di bawah ini:

  • Dalam bekerja pada umumnya pasti ada uraian pekerjaan/Job Description yang merupakan pedoman kerja karyawan, sehingga setiap karyawan tahu batasan pekerjaannya, batasan kewenangannya, perannya dan seterusnya.
  • Setelah itu pasti ada terget kerja setiap unit dan diturunkan ke sub-unit, terakhir diturunkan ke tiap individu karyawan.
  • Karyawan secara pribadi pasti akhirnya akan membuat suatu program dan jadwal kerja pribadi secara bulanan, mingguan, dan harian berdasarkan skala prioritas penugasan yang diberikan oleh atasannya serta kemampuan pribadi masing-masing.
  • Pada saat sudah masuk ke cara kerja masing-masing orang, maka keunikan akan terjadi karena sangat tergantung pada ciri karakter masing-masing.

Apabila ada orang yang ingin tahu bersyukurlah, karena:

  • Apabila suatu saat ada peluang untuk pengembangan diri sudah ada orang yang mengerti cara kerja Anda, sehingga laju pengembangan diri tidak terhambat. Biasanya orang yang tidak mau berbagi pengetahuan akan rugi sendiri karena pengembangan dirinya jadi tidak ‘kaya’ karena setiap kesempatan hadir akan lewat sebab selalu dikatakan bahwa dia yang paling ahli disitu dan yang lain tidak ada yang tahu (semua dipegang sendiri sampai mau ngintip gak bisa).
  • Untuk membagi pengetahuan tidak perlu mencari ‘murid’ karena muridnya datang sendiri (rekan kerja sendiri). Sebab biasanya semakin banyak berbagi, semakin dapat masukan ide, konsep, sistem, alternatif pemecahan masalah dst-nya. Karena manusia itu walaupun rajin berdoa, namun tidak melakukan perbuatan yang mendukung doa, juga tidak ada artinya hidup ini.
  • Semakin memiliki kendali untuk pencapaian target karena akan selalu ada yang mengingatkan secara tidak langsung yaitu rekan kerja sendiri. Yang penting setiap tugas yang diberikan atasan diselesaikan dengan baik, atasan juga pasti tahu, mana bawahan yang sok sibuk dengan bawahan yang diam tetapi menghasilkan. Memang sikap kerja itu pilihan, yang perlu jadi perhatian adalah jaga keseimbangan antara duniawi dan akheratnya.

Masukan lain dari konsultankarir.com, mungkin ada baiknya Ibu memaksimalkan peluang untuk dikenal orang lain dengan mudah antara lain dengan tindakan:

  • Meningkat sistematika kerja sehingga penyelesaian pekerjaan terkendali.
  • Membuat atasan tahu apapun yang sedang Anda kerjakan, sehingga atasan akan tahu kompetensi Anda secara jelas.
  • Apabila pekerjaan tersebut berupa konsep/ide, maka beri identitas yang jelas, seperti buatlah sistematika yang khas sehingga dapat menggambarkan karakter diri Anda supaya ada kekhasan hasil kerja, dan tanda tangani setiap hasil karya supaya identitas pembuat jelas.
  • Apabila pekerjaan tersebut berupa pekerjaan operasional dan berantai seperti ban berjalan (pekerjaan Anda ditunggu oleh rekan berikutnya), maka target harus benar-benar dipenuhi sehingga rekan yang lain tidak merasa dirugikan dan Anda dianggap rekan kerja yang dapat diandalkan, dengan demikian fleksibilitas Anda juga meningkat.
  • Apabila pekerjaan tersebut berupa pekerjaan pengendalian, maka sebaiknya Anda selalu membuat standar yang disepakati sebagai tidak menyimpang dengan menyimpang, pada saat melakukan validasi ke lapangan bersikap ‘win-win’¬†tidak saling memojokkan, memberi masukan dengan hal-hal yang bermanfaat untuk peningkatan efektivitas kerja atau peluang efisiensi. Sehingga Anda dikenal sebagai rekan yang bisa diandalkan, dan tidak menimbulkan konflik pribadi.

Demikian masukan yang dapat diberikan semoga sharing ini dapat menjadi motivasi atau inspirasi dalam kehidupan Ibu selanjutnya. Karena yang paling tahu situasi dan kondisinya adalah Ibu sendiri, yang penting bersikap positif, proaktif akan membuat diri menjadi lebih efektif dan dirasakan oleh orang lain sebagai pribadi yang hangat dan enak diajak bekerjasama sebagai rekan kerja.

Salam

Pia Noorbambang.

Pia Noorbambang saat ini menjabat sebagai manajer pengembangan SDM di Wijaya Karya Tbk, disamping menjadi senior consultant di Konsultankarir.com.

Share this post :

Share Your Thoughts!

Copyright © 2021 Konsultan Karir. All rights reserved.