Hindari Office Romance?

oleh | 19 May 2012 | 0 Komentar

Mengapa perlu menghindari cinta lokasi alias office romance?

Untuk Anda yang menggelengkan kepala, tidak ada salahnya mengintip alasan mereka yang say NO pada office romance, di antaranya:

  1. Cinta jaaaauh lebih indah daripada setumpuk tugas. Sebanyak apapun teori cinta yang ada di kepala kita, cinta menjatuhkan semua teori itu, karenanya disebut jatuh cinta hehehe..
  2. Cinta itu memburamkan. Ini versi lain dari cinta buta. Kantor adalah bangunan yang mengedepankan objektivitas, begitupun afeksi yang diharapkan tumbuh adalah afeksi ?objektif?, general dan rata untuk setiap individu di dalamnya hingga terbentuk tim solid. Sulit untuk melontarkan kritik pada yang tersayang, atau melihat sang pujaan dikritik orang lain. Hmm? bayangkan jika si dia adalah bos Anda, atau sebaliknya 🙂
  3. Cinta adalah perjuangan dan pertempuran. Pertengkaran di rumah/kafe bisa berlanjut di kantor, begitu pula sebaliknya. Perjuangan cinta juga dapat menyeretsi mabuk kebayang menjadi subjektif demi kebahagiaan pasangan atau mengutamakan kepentingan berdua di atas tim.
  4. Penjara cinta. Kita bisa ingin berlama-lama di kantor untuk bersama si dia, bukan untukmengembangkan project!
  5. Putus cinta. Bayangkan Anda harus bersama si dia yang membuat hati sakit, atau harus mempertahankan hubungan untuk menjaga interaksi professional, benar-benar menyiksa dan tidak realistis. Tidak heran beberapa orang dag dig dug jika mendapati anak buahnya terlibat cinta lokasi…

What is love?

Robert Stenberg (1986,1988 dalam Bordens & Horowitz,2008) dalam psikologi merumuskan triangle of love. Menurut Stenberg, cinta terdiri dari intimacy, passion, dan commitment. Intimasi/keintiman merupakan derajat kepercayaan yang terbangun dari self disclosure atau pengungkapan diri pada pasangan. Seperti juga interaksi secara general, semakin kita terbuka, artinya semakin kita percaya dan terbangunlah kedekatan/intimasi. Sementara passion/hasrat terkait dengan aspek emosi lebih dalam dan seksual, sebagai kebutuhan mendasar individu juga. Terakhir adalah komitmen, yang bisa terbentuk secara rela atau tidak alias perjodohan. Karena itu, Stenberg juga menyebutkan beragam tipe cinta salah satunya adalah empty love yang hanya terdiri atas komitmen, tanpa intimacy dan passion.Akan tetapi empty love juga bisa terjadi dalam hubungan pasangan yang sudah tidak sehat dan hanya mempertahankan ikatan karena alasan social atau lainnya.

Bagaimana menurut Anda?

Share this post :

Share Your Thoughts!

Copyright © 2020 Konsultan Karir. All rights reserved.