Improvisasi dalam Karir, Pentingkah?

oleh | 1 March 2010 | 0 Komentar

Sepuluh langkah mendapatkan ide inspiratif!

Lima langkah menjadi kreatif!
Sukses menghasilkan ide brilian!

Pernah menemukan kalimat seperti di atas? Saya yakin, kita semua ? hampir semua… 99%, telah akrab dengan ajakan berikut saran operasionalnya. Jika Anda sempat mencermati beberapa pertanyaan konsultasi di web ini atau media sejenis lainnya, ada sedikit kenyataan menggelitik. Betapa banyak dan mudahnya manusia tenggelam dan menenggelamkan diri dalam ?ritual? kerja dan merasa yakin telah menjadi insan kreatif.

Jika seseorang melempar pertanyaan ?Siapakah Einstein?? Kita hampir pasti akan mendengar alunan koor ?Ilmuaaaan…,? Jika si penanya tersenyum simpul dan tidak berkedip memandang mata kita, tahulah kita bahwa ia menginginkan jawaban lain. Sontak, kita pun akan menambahkan ?Perumus E=MC2…?.

Adakah yang mengatakan ?Guru biola? ? Mungkin kening Anda akan berkerut. Ya, tidak banyak yang mengetahui ia juga seorang musisi alat musik gesek. Sangat wajar jika sebagian kita terkejut dengan informasi spesifik ini.

Ingatkah kita dengan satu kalimat, ?Jangan percaya pada ide pertama.? Saya harap telah banyak yang mengingat ini. Mengapa? Karena kata pertama yang muncul biasanya juga ada di kepala orang lain, alias rahasia umum. Bila kita sedikit berteori dengan perspektif psikologi, hal ini sangat lazim dalam proses kognitif setiap individu. Padatnya informasi serta ketatnya tuntutan pada kapasitas sel kelabu, menghasilkan strategi kognitif yang dikenal sebagai skema dan heuristik.

Kita mengenal Einstein dengan peredaran foto terbatas sehingga pose rambut acak-acakan lah yang membentuk skema atau kerangka mental kita tentang penampilan ilmuan. Perkembangan era sebenarnya telah menyajikan profil lain, seperti si kaca mata tebal dan baju laboratorium putih. Kita akan terhenyak ketika mendapati seorang ilmuan dengan celana jeans, kaos santai, pernak-pernik blink-blink dan nongkrong di cafe musik!

Begitu pula dengan dunia kerja yang kita jalani dari hari ke hari, tahun ke tahun. Kita sering nyengir kuda ketika ditagih awal tahun ?Apa resolusi karir tahun ini?? Banyak dari pelamar kerja yang tersipu-sipu alih-alih menjawab pertanyaan pewawancara ?Apa yang menarik dari pekerjaan Anda?? Tentu, si pewawancara ingin geleng-geleng kepala, tapi, sekali lagi, suasana positif menjadi salah satu media untuk optimalnya wawancara kerja. Maka, senyum menyemangati si pelamar yang akan tersaji, berharap mampu mendorong memori positif.

Jika kita tidak tahu titik menarik dari pekerjaan kita, bagaimana kita akan menciptakan inisiatif dalam bekerja dan berkarir? Sementara makna dari inisiatif adalah bertindak secara aktif lebih dari tuntutan pekerjaan dan berupaya untuk terus meningkatkan hasil pekerjaannya dengan tindakan-tindakan yang orisinal. Keterlibatan aktiflah yang membuat kita mengenali bagian-bagian mana dari rutinitas tugas harian yang bisa dikembangkan untuk lebih segar. Komitmen pun bicara di sini, apakah memang diperlukan improvisasi atau cukup memenuhi prosedur saja. Tentu, sebagian dari kita tidak akan puas dan mencari celah untuk menghidupkan rutinitas.

Pembahasan dalam hal ini telah melampaui ketrampilan teknis. Bagai seorang gitaris handal yang tidak perlu lagi memastikan jemarinya berada di senar yang tepat. Ia akan santai menyelipkan akord lain dalam deretan kunci lagu hingga tercipta aransemen yang berkarakter dan menarik.

Jadi, apa ide kreatif Anda hari ini?

Share this post :

Share Your Thoughts!

Copyright © 2020 Konsultan Karir. All rights reserved.