Hal-hal yang ‘Dilarang’ dalam Wawancara

oleh | 11 March 2009 | 1 Komentar

Pada saat wawancara, perhatikanlah agar jangan melakukan hal-hal berikut ini:

1. Jangan meremehkan pencapaian Anda sendiri. Sekecil apa pun, atau sesedikit apa pun, pencapaian Anda itu penting. Kemaslah pencapaian-pencapaian itu sedemikian rupa sehingga dapat menunjukkan sifat-sifat atau kompetensi perilaku yang dicari para pewawancara. Jangan lupa menyebutkan pencapaian Anda itu dengan cara yang terukur misalnya dapat menghemat waktu dan uang, atau membuat kolega atau klien atau atasan Anda merasa lebih aman, dihargai dan dikagumi.

2. Jangan terlalu merendah. Wawancara bukanlah saat untuk merendahkan diri. Meskipun bukan berarti Anda harus sombong, tetapi jangan membuat kalimat-kalimat yang datar seperti “Berdasarkan kemampuan saya, dan pengalaman dengan X, saya merasa saya akan memberikan kontribusi yang baik bagi tim Anda.”

3. Jangan terpaku pada job description resmi. Peran dan tanggung jawab Anda biasanya lebih dari ‘jabatan resmi’ Anda di masa lalu maupun masa depan. Anggaplah diri Anda sama pentingnya dengan seorang CEO dalam batas-batas pengaruh Anda. Bila Anda menganggap diri Anda seorang yang penting dalam pekerjaan Anda, maka orang lain akan menganggap Anda penting juga. Tunjukkan bahwa Anda bersedia melakukan pekerjaan di luar rangkuman pekerjaan (job description) resmi bila diperlukan.

4. Jangan pernah memberikan informasi negatif tentang Anda dengan sukarela. Bila ditanya apa kelemahan utama Anda, jawablah dengan kelemahan yang telah Anda atasi, atau katakana pada pewawancara tentang kelemahan yang sesungguhnya bisa mengindikasikan kekuatan, seperti “kadang-kadang aku merasa tidak sabar dengan rekan satu tim yang tidak terorganisir.” Jangan pernah menunjukkan tuntutan pekerjaan yang tidak Anda sukai.

5. Jangan mengkritik mantan bos atau perusahaan tempat Anda pernah bekerja. Mengatakan yang jelek-jelek tentang pekerjaan yang lalu, mantan bos, mantan kolega dan klien, tidak pernah ada gunanya, dalam wawancara maupun dalam kehidupan secara umum. Lebih baik menjadi seorang yang tidak bergosip atau mengatakan yang jelek-jelek tentang orang lain.

6. Jangan pernah berbohong. Jangan bersikap tidak jujur dalam sebuah wawancara. Anda boleh (dalam batas yang wajar) melebih-lebihkan, menghapus, bersikap ambigu bila diperlukan, dan memberi bumbu di sana-sini. Anda sedang mencoba menjual diri Anda, bersikaplah seperti pengiklan, Anda boleh menekankan kekuatan produk Anda, tetapi jangan pernah berbohong.

7. Jangan menanyakan soal gaji, liburan, atau manfaat lain sebelum Anda mendapatkan tawaran, atau sudah hampir pasti mendapatkan tawaran tersebut. Meskipun begitu, Anda harus siap ketika ditanya tentang permintaan gaji Anda. Beberapa pewawancara bahkan menanyakan hal ini di awal. Karena itu persiapkan angka yang layak untuk Anda, setelah melakukan sedikit riset tentang gaji yang layak untuk posisi Anda. (Baca: Tips Negosiasi Gaji)

8. Jangan merasa tertekan untuk menjawab setiap pekerjaan. Kadang-kadang jawaban terbaik adalah ‘Saya tidak tahu’. Bila Anda memang tidak tahu jawabannya, katakanlah demikian. Anda tidak mungkin mengetahui segalanya. Gunakan saat-saat seperti ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemauan Anda untuk belajar.

Selain hal-hal di atas, selalu gunakan akal sehat. Berpakaianlah yang pantas, jangan terlambat, bawa fotokopi resume Anda, pastikan Anda tidak bau badan, tidak bau rokok atau makanan, tidur yang cukup pada malam sebelumnya, bersikap sopan, santai, jangan berbicara soal politik atau agama, dan jangan terlalu tegang.

Share this post :

There is 1 comment .

ruly

terima kasih banyak infonya

Reply »

Share Your Thoughts!

Copyright © 2020 Konsultan Karir. All rights reserved.