Peranan Departemen Sumber Daya Manusia Terhadap Implementasi Sistem ISO dan OHSAS

oleh | 20 December 2011 | 0 Komentar

Terdapat analogi yang menarik antara sistem dan sumber daya manusia. Hal yang mana dulu yang harus dibangun? Seperti permainan telur dan ayam. Di salah satu pihak menyebutkan sebaiknya sistem dulu yang dibangun, mengapa? Pandangan ini berangkat dari pemahaman bahwa suatu perusahaan tidak baik kalau hanya tergantung pada sumber daya manusia saja. Bagaimana pun juga, sumber daya manusia bisa saja memutuskan untuk tidak meneruskan bekerja lagi, atau bisa saja personel yang bersangkutan sakit atau ada masalah keluarga yang tidak dipungkiri dapat mengganggu kinerja personel tersebut. Tapi, di pihak lain membuat sistem itu lama. Belum lagi akan memakan waktu trial dan error nya. Lebih banyak malah error nya dibandingkan dengan baiknya. Kapan untungnya?

Seorang pemilik perusahaan yang bijak tentu membangun bisnis tidak hanya dengan melihat untungnya saja. Meskipun secara hukum ekonomi, seorang pengusaha diijinkan untuk memiliki prinsip mengambil keuntungan sebesar-besarnya dengan meminimalkan biaya sekecil-kecilnya. Tapi apa lacur, memang terlihat untung, biaya juga terlihat kecil, tapi apakah pengusaha mengukur tingkat stress dari karyawannya atau melihat tingkat stress dari dirinya sendiri. Dalam perusahaan dimana sistem belum terbangun ketergantungan terhadap individu menjadi sangat kuat. Pada beberapa perusahaan, ditemukan adanya kekhawatiran untuk berbuat salah atau disalahkan karena tidak ada sistem yang mendukung kinerja mereka.

ISO (yang merupakan kepanjangan dari International Standard Organization) adalah suatu institusi Internasional yang mengeluarkan produk yang terkait dengan sistem di dalam perusahaan. ISO Series (ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO 17025, ISO 22000) adalah jenis produk yang mengelola manajemen dalam perusahaan dengan menggunakan konsep PDCA sehingga menghasilkan output yang sesuai dengan peraturan, persyaratan konsumen maupun standar referensi lainnya. Hal yang menarik dari Sistem ISO itu sendiri adalah adanya proses penyeimbang antara sistem dan pengembangan sumber daya manusia. Dimana akhirnya misteri teka-teki antara yang mana yang sebaiknya dibangun adalah suatu hal yang tidak perlu diperdebatkan kembali.

Satu hal yang sangat perlu diperhatikan bahwasanya jangan melihat ISO hanyalah suatu tempelan terhadap asesoris dari perusahaan belaka. Banyak hal yang sangat penting yang apabila diimplementasikan secara tepat dalam ruang lingkup SDM akan sangat membantu departemen HR dalam mengoptimalkan sistem internal dalam perusahaan yang berbasikan kompetensi. Dalam pelatihan mengenai PENYUSUNAN DOKUMENTASI HR BERDASARKAN ISO SYSTEM, praktisi HR akan diberikan informasi yang terkait dengan tata cara penyusunan dokumen seperti Job Description, Standar Kompetensi, Standard Operating Procedure, maupun Catatan Kerja yang berhubungan dengan Sistem ISO itu sendiri. Diharapkan dalam pelatihan satu hari ini, praktisi HR akan dapat mengimplementasikan dan mengembangkan sistem berbasiskan ISO Series sehingga dapat membantu pengembangan sistem secara simultan dalam perusahaan.

Share this post :

Share Your Thoughts!

Copyright © 2021 Konsultan Karir. All rights reserved.