Kebiasaan-kebiasan buruk yang menyebabkan karir mandek

oleh | 7 July 2021 | 0 Komentar

Meraih sukses dalam karir tidak cukup hanya dengan berdiam diri menunggu datangnya keberuntungan dan mukjizat. Usaha dan kerja keras juga diperlukan. Namun yang tak kalah sulit dan tak kalah penting adalah menjaga karir yang telah kamu raih.

Jangan sampai jenjang karir yang kamu lewati runtuh dan tidak bertahan lama hanya karena hal-hal yang sepele, termasuk kebiasaan buruk yang sebenarnya mudah dihindari.  Nah, agar karir kamu tetap aman, kamu wajib menghindari kebiasan buruk yang harus dihentikan seperti, suka membuang waktu.

Saat berada di kantor, tinggalkan semua urusan yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Jangan sampai waktu bekerja hanya habis dengan mengobrol atau bergosip hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.

Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu adalah salah satu penunjang karir. Kalau kamu suka membuang waktu secara percuma, bukan hanya banyak proyek yang berisiko melanggar deadline, kamu juga jadi harus bekerja terburu-buru menjelang batas waktu. Akibatnya, hasil pekerjaan kamu tidak maksimal.

Menunda-nunda pekerjaan juga merupakan salah satu yang menyebabkan karir mandek. Bila kamu cenderung menunda-nunda pekerjaan hingga dekat dengan deadline atau tenggat waktu, sudah saatnya kebiasaan itu dihilangkan kalau tidak ingin karir mandek.

Saat kamu menunda pekerjaan hingga dekat dengan deadline, pada akhirnya kamu hanya bisa mengerjakan sekadarnya saja, yaitu sekadar pekerjaan itu selesai. Hasilnya belum tentu memuaskan, baik bagi kamu maupun atasan. Bahkan yang lebih buruk lagi, pekerjaan belum selesai, deadline sudah terlewati.

Kebiasaan menunda pekerjaan juga bisa menyebabkan stres bagi diri kamu sendiri dan bagi orang-orang yang bekerja dengan kamu. Lama-kelamaan, rekan kerja dan atasan akan malas bekerja sama dengan kamu.  Dampaknya, karir kamu mandek.

Mengalami perjalanan karir yang mandek atau statis memang tidak menyenangkan, waktu yang digunakan untuk bekerja terlihat terbuang sia-sia. Untuk itu hanya kita sendiri yang bisa mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik. 

Hanya kamu sendiri yang bisa memahami bagaimana kamu menjalani selama ini, karena bisa jadi pemahaman akan menjalani tanggung jawab pekerjaan yang kamu rasa baik, memiliki persepsi yang berbeda di mata atasan, rekan kerja, dan perusahaan.

Namun demikian, kebiasaan buruk tetaplah kebiasaan buruk.  Tidak ada kebiasaan buruk menurut kita, sementara menurut orang lain itu kebiasaan baik.  Bagaimanapun kebiasaan baik dan buruk bersifat universal. Semua orang memiliki pengertian yang sama terkait kebiasaan baik dan kebiasaan buruk

Maka dari itu, sebelum terlambat dan berdampak buruk pada karir kamu, ubahlah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik. Saatnya kamu melakukan perubahan cepat dan nyata.  

Bila biasanya kamu menunda-nunda, mulai sekarang tuntut diri kamu untuk menyelesaikan tugas sebelum deadline tiba.  Dengan menuntut diri sendiri, berarti kamu sudah mulai berusaha menjadi orang yang berprestasi.  Bukankah memiliki prestasi menunjukkan keberhasilan kita menjadi orang yang lebih baik?

Gunakan waktu saat ini sebagai kesempatan untuk mengubah karir dari yang statis menjadi dinamis.  Kebiasaan-kebiasaan baik kamu akan membuka mata atasan untuk kemudian memberikan kamu kesempatan meraih posisi dan karir yang kamu inginkan.

Share this post :

Share Your Thoughts!

Copyright © 2021 Konsultan Karir. All rights reserved.