Memilih antara jadi karyawan dengan wirausaha

oleh | 15 March 2009 | 0 Komentar

Sebelumnya saya jualan keliling sparepart tetapi karena ketersediaan modal dan barang akhirnya usaha tersebut menjadi vakum. Terus saya mencari lowongan marketing spare part. tak lama kemudian saya mendapat panggilan interview disalah satu distributor sparepart. Hal-hal yang dapat digaris bawahi dari hasil interview:

  1. Target dalam 14 hari harus dapat menjual ban dalam 1000 biji
  2. Target dalam 14 hari harus mendapatkan omset untuk acecories motor sebesar Rp. 25 juta
  3. Menjalani training selama 3 bulan, selama training saya hanya mendapat uang operasional sebesar 20 ribu perhari dan komisi penjualan jika mencapai target
  4. Harus memberikan jaminan berupa BPKB motor, ijazah asli dan surat pernyataan 
  5. Jam kerja dari jam 08.00 – 16.00 WIB

Pimpinan perusahaan memberikan dua alterlatif apakah saya mau jadi karyawan atau freelancer. Freelancer artinya saya berjualan sendiri dengan barang dari dia adapun keuntungannya milik saya pribadi tetapi dari perusahaan tidak mendapatkan uang operasional dan komisi. tetapi tetap ada jaminan dngan posisi freelancer juga.

Yang menjadi pertanyaan bagi saya adalah: mana yang lebih baik bagi saya apakah jadi karyawan atau freelancer. Mana yang dapat menguntungkan bagi saya dan untuk keberlangsungan hidup saya ke depan.

Posisi saya sekarang mempunyai tanggungan:

  1. Cicilan motor sebesar Rp. 500.000,-
  2. Cicilan Bank sebesar Rp. 200.000,-
  3. Tanggungan Anak yang sekarang menginjak SMP kelas 2 khusus untuk biaya sekolahnya, saja sebesar Rp. 200.000 perbulannya.

Ahmad

Saudara Ahmad,

Mari kita kembangkan pertanyaan dari catatan Anda sebagai pijakan evaluasi pilihan ke depan;

Anda berhenti berjualan keliling karena keterbatasan modal dan barang;

  • berapa lama profesi ini Anda jalani?
  • bagaimana evaluasi sistem marketing pada saat itu?
  • bagaimana cost & benefitnya?
  • bagaimana hubungan network dan klien selama ini?

Tanggungan cicilan motor, bank dan biaya sekolah anak SMP;

  • bagaimana dengan biaya hidup sehari-hari?
  • apakah ada sumber pendapatan lain (dari istri atau lainnya)?
  • bagaimana kondisi tabungan Anda?

Tujuan dua pertanyaan di atas (bisa dikembangkan lebih spesifik lagi) adalah untuk memberikan gambaran kondisi finansial keluarga Anda, setidaknya selama masa training. Karena jika hanya melihat catatan Anda, uang operasional di masa training dan tanggungan yang ada tidaklah mencukupi.

Berhasil atau tidaknya target untuk mendapatkan komisi juga tergantung pada evaluasi kerja Anda sendiri selama ini, lalu cobalah gabungkan dengan hasil training yang akan didapatkan selama tiga bulan ke depan, termasuk pilihan untuk freelance.

Semoga bisa menjadi pertimbangan lebih lanjut dan mendapatkan pilihan yang tepat bagi Anda dan keluarga, terima kasih.

Salam,

Ardiningtiyas P.

Share this post :

Share Your Thoughts!

Copyright © 2023 Konsultan Karir. All rights reserved.