<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>konsultankarir.com</title>
	<atom:link href="http://www.konsultankarir.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://konsultankarir.com</link>
	<description>karir - konsultasi karir - konsultasi psikologis - konsultasi SDM - assessment - rekrutmen</description>
	<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 05:14:02 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Untuk  Semua  yang Pernah Memimpikan Mimpi</title>
		<link>http://konsultankarir.com/2012/02/03/resensi-buku/untuk-semua-yang-pernah-memimpikan-mimpi/</link>
		<comments>http://konsultankarir.com/2012/02/03/resensi-buku/untuk-semua-yang-pernah-memimpikan-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 04:32:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tyas</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>

		<category><![CDATA[Buku]]></category>

		<category><![CDATA[karier]]></category>

		<category><![CDATA[passion]]></category>

		<category><![CDATA[penyanyi]]></category>

		<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<category><![CDATA[Susan Boyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultankarir.com/?p=1183</guid>
		<description><![CDATA[
Judul: Susan Boyle, Living The Dream, Biografi Penyanyi Inggris yang Fenomenal
Penulis: John McShane
Penerbit: Metagraf, Creative Imprint Tiga Serangkai
Tahun: 2011
Halaman: 285 + 5 hal tanpa nomor
Peresensi: Ardiningtiyas Pitaloka
McShane, penulis buku biografi penyanyi fenomenal Inggris, Susan Boyle, mengajak kita  untuk menikmati proses nobody menjadi somebody. Menjadi seseorang dalam dunia global yang bergerak dalam kecepatan cahaya sekaligus tuntutan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://konsultankarir.com/wp-content/uploads/2012/02/subo.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1184" title="subo" src="http://konsultankarir.com/wp-content/uploads/2012/02/subo.jpg" alt="" width="96" height="96" /></a></p>
<p>Judul: Susan Boyle, Living The Dream, Biografi Penyanyi Inggris yang Fenomenal<br />
Penulis: John McShane<br />
Penerbit: Metagraf, Creative Imprint Tiga Serangkai<br />
Tahun: 2011<br />
Halaman: 285 + 5 hal tanpa nomor<br />
Peresensi: Ardiningtiyas Pitaloka</p>
<p>McShane, penulis buku biografi penyanyi fenomenal Inggris, Susan Boyle, mengajak kita  untuk menikmati proses <em>nobody</em> menjadi <em>somebody</em>. Menjadi seseorang dalam dunia global yang bergerak dalam kecepatan cahaya sekaligus tuntutan budaya pop tentang penampilan sempurna publik figur.</p>
<p>Ketika pertama kali menemukan aksi Susan Boyle di reality show Britain’s Got Talent  (BGT) di dunia maya, saya sangat tercengang. Meskipun telah membaca ulasan dan mendengar suara emasnya, tetap saja penampilannya memukau. Lebih tepatnya, ekspresi para juri, gumaman penonton dan langkah kaki wanita paruh baya yang sangat sederhana namun tampak tanpa beban saat itu sangat mencekat, hingga sekian detik kemudian saya sadari saya menangis saat mendengar suaranya yang ..tak terkatakan.</p>
<p>Anda akan menemukan aksi melow seperti ini bertebaran di buku McShane. Sebuah sihir manusiawi yang menyentuh dan menggetarkan.<br />
<em>“Susan mungkin memiliki ‘Suara Malaikat’, namun akan sangat naif atau tidak akurat untuk mendedikasikan ketenaran Susan hanya pada itu. Penampilan Susan juga memikat dunia. Kekontrasan antara sebuah suara yang begitu manis dan murni dengan penampilan yang membuatnya dijuluki dengan kejam sebagai ‘Monster Berbulu’ terlihat sangat besar. Sungguh munafik untuk berpura-pura bahwa jurang pemisah antara kedua hal ini bukanlah faktor ini-jika bukan unsur utama-dalam ketertarikan yang Susan timbulkan.” (hal.81)</em></p>
<p>Tidak hanya mengulas kekejaman dunia terhadap penampilan Susan, McShane juga menghadirkan sisi lain dari dunia gemerlap ini, yakni penonton yang juga mendapatkan kecaman dunia karena tersorot kamera. Ia disebut sebagai ‘Gadis 1:24’ karena muncul satu setengah menit setelah klip berlangsung. Jennifer Byrne, 18 tahun yang bekerja sebagai penata rambut menunjukkan ekspresi negatif. Reaksi tidak pantas jelas mendominasi ketika Susan Boyle melangkahkan kaki memasuki panggung, termasuk dari para juri. Susan Boyle pun membelanya, <em>“Jangan ganggu gadis malang itu, ucap Susan. “Dia bereaksi sama seperti para juri dan juga semua orang di teater itu; dia tak perlu menerima semua perlakuan ini.” (hal.106).</em></p>
<p>Penulis menggambarkan tekanan yang dialami Susan begitu dinamis.  Ia tampaknya mampu menikmati semua sorot lampu yang berwarna-warni, hingga kemudian kenyataan pahit datang: Diversity (finalis BGT) keluar sebagai juara, bukan Susan. Secara jelas, ia dikabarkan berteriak-teriak di belakang panggung, <em>“Aku benci acara ini. Aku benci.” (hal.193).</em></p>
<p>Bagaimana kemudian Susan membuat album, mungkin tidak terlalu mengagetkan. Tetapi, Simon Cowell secara lugas mengajukan syarat “Jika kau masih ingin melakukan hal itu, aku akan membantumu-namun hanya jika kau berjanji untuk tidak memaksakan diri.” (hal/229).</p>
<p>Membaca buku ini seperti mendengarkan seseorang yang bercerita tentang perjalanan kariernya.  Hanya saja, penerbit perlu mengkaji ulang penulisan yang merupakan penerjemahan buku asing agar lebih mengalir. Banyak hal menggelitik dalam buku ini yang layak untuk disimak, di antaranya Susan Boyle tidak turun dari langit dengan suara malaikat, melainkan telah ‘merintis’ suara emasnya sejak lama. Ia juga berangkat dari satu tujuan yang dapat menjadi motivasi kariernya yakni mempersembahkan untuk mendiang ibunya. Setelah kepergian sang ibu yang sangat meyakini ia dapat menjadi penyanyi terkenal yang sukses, Susan mengalami masa duka 2 tahun, hingga akhirnya memutuskan untuk menjadi seperti saat ini.</p>
<p>Susan mewujudkan mimpi dan tak membiarkannya terbunuh seperti dalam lirik lagu I Dreamed a Dream yang ia alunkan:<em> &#8220;I had a dream my life would be, So different form this hell I&#8217;m living, So different now from what it seemed, Now life has killed the dream I dreamed&#8230;&#8221;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultankarir.com/2012/02/03/resensi-buku/untuk-semua-yang-pernah-memimpikan-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Berminat ke NGO Asing</title>
		<link>http://konsultankarir.com/2012/01/21/konsultasi/berminat-ke-ngo-asing/</link>
		<comments>http://konsultankarir.com/2012/01/21/konsultasi/berminat-ke-ngo-asing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 01:20:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<category><![CDATA[bahasa asing]]></category>

		<category><![CDATA[bahasa Inggris]]></category>

		<category><![CDATA[karier]]></category>

		<category><![CDATA[karir]]></category>

		<category><![CDATA[minat]]></category>

		<category><![CDATA[NGO Asing]]></category>

		<category><![CDATA[S2]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultankarir.com/?p=1160</guid>
		<description><![CDATA[Salam Admin, 
Saya seorang mahasiswa di jurusan FKIP Bahasa Inggris tapi setelah saya pikir-pikir saya tidak cocok dan tidak berkeinginan untuk menjadi guru. Saya berencana melanjutkan studi S2, karena saya ingin bekerja di NGO asing. Yang ingin saya tanyakan kira-kira bisa nggak saya ambil jurusan S2 yang tidak ada kaitannya dengan jurusan S1, kalau bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Salam Admin, </em></p>
<p><em>Saya seorang mahasiswa di jurusan FKIP Bahasa Inggris tapi setelah saya pikir-pikir saya tidak cocok dan tidak berkeinginan untuk menjadi guru. Saya berencana melanjutkan studi S2, karena saya ingin bekerja di NGO asing. Yang ingin saya tanyakan kira-kira bisa nggak saya ambil jurusan S2 yang tidak ada kaitannya dengan jurusan S1, kalau bisa jurusan-jurusan apa yang cocok untuk saya pertimbangkan? Mohon penjelasannya dan terimakasih sebelumnya.</em></p>
<p><em>Rahmat</em></p>
<p>Dear Sdr.Rahmat,</p>
<p>Kemampuan berbahasa asing, terutama Bahasa Inggris telah menjadi kebutuhan utama dalam bekerja di era global. Jika Anda memiliki bahasa asing selain Bahasa Inggris, maka hal itu akan menjadi nilai tambah, apalagi jika bekerja di lingkungan kerja internasional.</p>
<p>Adalah positif jika Anda telah mengetahui perubahan minat dan tidak memaksakan diri menjalani profesi yang kurang menjadi minat. Yang kini perlu Anda lakukan adalah mengetahui lebih jelas arah minat karir diri sendiri. Arah ini akan membantu Anda untuk menentukan jurusan di pendidikan lanjut (S2), sehingga Anda dapat menjalani proses belajar secara terarah dan menyenangkan. Anda juga dapat mencoba asessment karir berikut: http://konsultankarir.com/asesmen/  dan membaca artikel berikut http://konsultankarir.com/inventori-profil-karir/</p>
<p>Jurusan S2 tidak harus sama dengan S1, kecuali beberapa jurusan, contohnya,  S2 psikologi klinis dan S2 magister profesi. Untuk itu, carilah informasi yang lengkap di institusi dan jurusan yang menjadi minat Anda. Begitu pula dengan minat bekerja di NGO Asing, kenali lingkup NGO Asing yang menjadi minat Anda. Apakah lingkungan, pendidikan, pengungsi, kemasyarakatan, politik, dan sebagainya. Sekali lagi, kenalilah minat Anda sehingga dapat menjalani dengan yakin dan menyenangkan, termasuk saat menghadapi tantangan nantinya.</p>
<p>Semoga bermanfaat &amp; terima kasih.</p>
<p>Salam,</p>
<p>Tim Konsultankarir.com</p>
<p>This post was submitted by rahmat.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultankarir.com/2012/01/21/konsultasi/berminat-ke-ngo-asing/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Masalah psikotes</title>
		<link>http://konsultankarir.com/2012/01/20/konsultasi/masalah-psikotes/</link>
		<comments>http://konsultankarir.com/2012/01/20/konsultasi/masalah-psikotes/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 08:18:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sinurat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<category><![CDATA[EPPS]]></category>

		<category><![CDATA[HR]]></category>

		<category><![CDATA[human resource]]></category>

		<category><![CDATA[psikotes]]></category>

		<category><![CDATA[sdm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultankarir.com/?p=1167</guid>
		<description><![CDATA[Saya pernah mendaftar sebagai HRD staff dan legal akan tetapi saya sering gugur dalam menjawab EPPS (Edward Personal Preference Schedule) tolong minta tips agar saya bisa lolos dalam psikotes ini,,terima kasih
Sinurat
Dear Sdr. Sinurat,
Anda dapat melihat konsultasi karir berikut: http://konsultankarir.com/2010/06/10/konsultasi/test-epps/
Semoga bermanfaat, terima kasih.
Salam,
Tim Konsultankarir.com
This post was submitted by Sinurat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Saya pernah mendaftar sebagai HRD staff dan legal akan tetapi saya sering gugur dalam menjawab EPPS (Edward Personal Preference Schedule) tolong minta tips agar saya bisa lolos dalam psikotes ini,,terima kasih</em></p>
<p><em>Sinurat</em></p>
<p>Dear Sdr. Sinurat,</p>
<p>Anda dapat melihat konsultasi karir berikut: http://konsultankarir.com/2010/06/10/konsultasi/test-epps/</p>
<p>Semoga bermanfaat, terima kasih.</p>
<p>Salam,</p>
<p>Tim Konsultankarir.com</p>
<p>This post was submitted by Sinurat.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultankarir.com/2012/01/20/konsultasi/masalah-psikotes/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Karir freelancer</title>
		<link>http://konsultankarir.com/2012/01/11/konsultasi/karir-freelancer/</link>
		<comments>http://konsultankarir.com/2012/01/11/konsultasi/karir-freelancer/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 09:09:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ilham w.Harahap</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<category><![CDATA[bosan]]></category>

		<category><![CDATA[freelance]]></category>

		<category><![CDATA[jenuh]]></category>

		<category><![CDATA[karier]]></category>

		<category><![CDATA[kerja]]></category>

		<category><![CDATA[kerja lepas]]></category>

		<category><![CDATA[pramuwisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultankarir.com/?p=1179</guid>
		<description><![CDATA[Dear Forum Konsultan,
Saya adalah salah satu karyawan di perusahaan swasta di kota Medan. tetapi saya merasa jenuh dengan pekerjaan saya, disamping itu karir saya juga tidak beranjak naik, begitu juga dengan gaji saya.
Jadi, saya punya teman dan menawarkan menjadi pramuwisata berbahasa inggris (English Tour Guide) Freelance. yang menjadi pertanyaan saya :
Apakah Profesi Tour Guide tetap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dear Forum Konsultan,</em></p>
<p><em>Saya adalah salah satu karyawan di perusahaan swasta di kota Medan. tetapi saya merasa jenuh dengan pekerjaan saya, disamping itu karir saya juga tidak beranjak naik, begitu juga dengan gaji saya.<br />
Jadi, saya punya teman dan menawarkan menjadi pramuwisata berbahasa inggris (English Tour Guide) Freelance. yang menjadi pertanyaan saya :<br />
Apakah Profesi Tour Guide tetap menjanjikan untuk pekerjaan Freelancer?<br />
terima kasih banyak, saya mohon penjelasannya.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Regards,<br />
Ilham. W. Harahap</em></p>
<p>Dear Sdr.Ilham,</p>
<p>Poin positifnya adalah Anda telah mengetahui penyebab kejenuhan di tempat kerja: jenjang karier dan gaji yang tidak naik. Sebelum Anda mencoba profesi lain (baru) sebagai pramuwisata lepas, sebaiknya kita membahas masalah utama yakni kejenuhan kerja. Untuk itu, jawablah pertanyaan ini: kapankah kenaikan level dan gaji yang Anda terima? Bagaimana dengan rekan kerja satu level? Apakah Anda telah mengetahui syarat kenaikan level &amp; gaji? Bagaimana situasi/kondisi perusahaan saat ini? Adakah perubahan struktural atau sistem di perusahaan? Sudahkah Anda menemui pihak yang tepat untuk membicarakan masalah ini?</p>
<p>Rasa jenuh berpotensi terjadi di profesi apapun, bahkan bagi para atlet yang sepertinya mendapatkan &#8216;anugerah&#8217; karena melakukan apa yang disukai dan dapat hidup dari aktivitas itu. Tugas kecil lain untuk Anda adalah: (a) Tulislah 3 aktivitas/pengalaman di pekerjaan Anda yang paling berkesan dalam 2 tahun ini; (b) Identifikasi 3 tantangan utama dalam pekerjaan Anda; (c) Ingatkan diri sendiri tentang tujuan utama dalam bekerja, apakah telah tercapai, jika belum, apa kemungkinan cara untuk mencapainya?</p>
<p>Alternatif melakukan pekerjaan freelance tidaklah keliru, namun akan menambah masalah jika kita melakukannya untuk tujuan yang kurang tepat, seperti pelarian. Hal ini dapat membuat Anda mengabaikan salah satu pekerjaan (utama/sampingan) yang akan merugikan diri Anda secara profesional.</p>
<p>Sementara untuk prospek pramuwisata, perkaya informasi tentang industri pariwisata di Medan dan sekitarnya, termasuk dalam lingkup nasional. Pelajari sistem kerjanya sehingga Anda dapat menyesuaikan dengan jadwal kerja utama Anda. Silahkan baca http://konsultankarir.com/2011/10/25/saya-dan-karir/jenuh-di-tempat-kerja/. Terima kasih &amp; semoga bermanfaat <img src='http://konsultankarir.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Salam,</p>
<p>Tim Konsultankarir.com</p>
<p>This post was submitted by Ilham w.Harahap.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultankarir.com/2012/01/11/konsultasi/karir-freelancer/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kepuasan Karier</title>
		<link>http://konsultankarir.com/2012/01/10/saya-dan-karir/kepuasan-karier/</link>
		<comments>http://konsultankarir.com/2012/01/10/saya-dan-karir/kepuasan-karier/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 02:16:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tyas</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Saya dan Karir]]></category>

		<category><![CDATA[karier]]></category>

		<category><![CDATA[karir]]></category>

		<category><![CDATA[kepuasan]]></category>

		<category><![CDATA[kerja]]></category>

		<category><![CDATA[passion]]></category>

		<category><![CDATA[skill]]></category>

		<category><![CDATA[survey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultankarir.com/?p=1177</guid>
		<description><![CDATA[
Memasuki tahun 2012, apakah Anda puas dengan pekerjaan dan karier saat ini? Apa yang membuat Anda merasa puas? Apakah telah mendapatkan promosi, menjalani aktivitas kerja sesuai passion, atau peningkatan pendapatan yang signifikan dalam 2 tahun terakhir?  Kami akan menyajikan informasi kecil tentang kepuasan kerja. Survey The Gallup Poll menunjukkan bahwa pekerjaan yang menarik menempati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://konsultankarir.com/wp-content/uploads/2012/01/smile-jobs1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1178" title="smile-jobs1" src="http://konsultankarir.com/wp-content/uploads/2012/01/smile-jobs1-300x154.jpg" alt="" width="300" height="154" /></a></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Memasuki tahun 2012, apakah Anda puas dengan pekerjaan dan karier saat ini? Apa yang membuat Anda merasa puas? Apakah telah mendapatkan promosi, menjalani aktivitas kerja sesuai passion, atau peningkatan pendapatan yang signifikan dalam 2 tahun terakhir? <span> </span>Kami akan menyajikan informasi kecil tentang kepuasan kerja. Survey The Gallup Poll menunjukkan bahwa pekerjaan yang menarik menempati urutan ke dua bersama kemanan dalam arti status kerja yang jelas. Hasil ini menunjukkan adanya penilaian personal /subjektif, karena satu pekerjaan dapat menarik bagi saya namun sebaliknya tidak bagi orang lain. Berikut informasi lengkapnya:</span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Jaminan      kesehatan yang baik &amp; manfaat lain (80%)</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Pekerjaan      yang menarik (78%)</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Kemapanan      (keamanan) kerja (78%)</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Kesempatan      mempelajari skill baru (68%)</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Memiliki      kesempatan lebih untuk berlibur (66%)</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Mampu      bekerja secara mandiri (64%)</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Dihargai      rekan kerja (62%)</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Jam      kerja yang teratur, tidak di akhir minggu atau malam (58%)</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Dapat      membantu orang lain (58%)</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Tekanan      kerja kecil (58%)</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Pendapatan/gaji      tinggi (56%)</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Bagaimana dengan factor dianggap paling penting dalam bekerja? Ternyata penilaian ‘subjektif’ kembali menempati urutan pertama, yakni pekerjaan yang menantang. Berikut adalah survey dari </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Louis Harris and Associates </span><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">; </span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Pekerjaan      yang menantang (82%)</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Memberikan      manfaat positif (80%) </span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Gaji/pendapatan      yang baik (74%)</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Bebas      untuk saling bertukar informasi (74%)</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Kesempatan      untuk memberikan kontribusi signifikan (74%)</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Adanya      privasi (62%)</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Mencermati informasi di atas, apa kemudian yang penting dalam membuat perencanaan karier? Banyak pertanyaan yang masuk dalam forum konsultasi di website Konsultankarir.com yang mempertanyakan ini. Apakah berusaha mencintai yang dikerjakan, atau mengerjakan yang dicintai? Apakah mengejar passion atau menikmati aktivitas yang ada, dan lain sebagainya. Farr (2006) menyarankan sembilan factor kunci yang penting dalam perencanaan karier, yaitu;</span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Skill      (keahlian) dan kemampuan</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Minat</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Value/nilai      personal</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Preferensi/kebutuhan      pendapatan</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Tingkat      tanggung jawab </span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Lokasi</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Pengetahuan      khusus</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Lingkungan      kerja</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Karakter/tipe      rekan kerja yang diinginkan</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Faktor skill yang umumnya terkait erat dengan latar pendidikan, tidak jarang menjadi factor yang ‘kurang positif’. Hal ini karena sebagian dari kita menyikapi bekal pendidikan secara kaku. Pada kenyataannya, bekal itu memerlukan perkembangan dan peningkatan terus menerus. Untuk itulah, minat menjadi factor yang krusial sebagai ‘petunjuk’ pengembangannya. Kita juga sering lupa mengenali <em>soft skill</em> dan skill teknik sehingga cenderung melihat ketidaksesuaian antara minat, latar (label) pendidikan dan pengembangan karier. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Sumber:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US">Farr,Michael (2006) <em>Overnight career choice.</em> Indianapolis;JIST Publishing,Inc.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"><span style="font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-US"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultankarir.com/2012/01/10/saya-dan-karir/kepuasan-karier/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pilihan keahlian</title>
		<link>http://konsultankarir.com/2012/01/09/konsultasi/pilihan-keahlian/</link>
		<comments>http://konsultankarir.com/2012/01/09/konsultasi/pilihan-keahlian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 14:02:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meg</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<category><![CDATA[My Story Corner]]></category>

		<category><![CDATA[administrasi bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[karier]]></category>

		<category><![CDATA[karir]]></category>

		<category><![CDATA[minat]]></category>

		<category><![CDATA[passion]]></category>

		<category><![CDATA[prospek]]></category>

		<category><![CDATA[skripsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultankarir.com/?p=1137</guid>
		<description><![CDATA[Yth Konsultan Karir..
Saya seorang mahasiswi Jurusan Administrasi Bisnis salah satu perguruan tinggi negeri. Sekarang saya sedang bingung untuk menentukan konsentrasi apa yang akan saya ambil nanti yang akan menentukan bidang skripsi yang saya ambil. Konsentrasi yang tersedia adalah marketing management, financing management, operating management, human resource management.
Yang ingin saya tanyakan adalah:
- Piihan konsentrasi mana yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Yth Konsultan Karir..</em></p>
<p><em>Saya seorang mahasiswi Jurusan Administrasi Bisnis salah satu perguruan tinggi negeri. Sekarang saya sedang bingung untuk menentukan konsentrasi apa yang akan saya ambil nanti yang akan menentukan bidang <strong>skripsi</strong> yang saya ambil. Konsentrasi yang tersedia adalah marketing management, financing management, operating management, human resource management.<br />
Yang ingin saya tanyakan adalah:<br />
- Piihan konsentrasi mana yang sebaiknya saya pilih? (Jika dilihat dari sisi prospeknya)<br />
- Apakah semua bidang sama saja?<br />
- Sebaiknya pilihan saya tentukan berdasarkan faktor apa?</p>
<p>Saya telah mencoba mengerucutkan pilihan saya menjadi : marketing dan financing,..<br />
Tapi di antara keduanya saya belum bisa menentukan yang mana yang akan saya jalani nanti&#8230; Saya harap konsultankarir.com mampu memberikan gambaran karir bagian pemasaran ataupun keuangan beberapa tahun mendatang, bagaimana tantangannya dan kesulitan yang akan dihadapi&#8230;</p>
<p>Besar harap saya atas bantuan konsultasi yang diberikan&#8230;</p>
<p>Terimakasih</p>
<p></em></p>
<p><em>Best Regards<br />
Mega</em></p>
<p>Dear Sdr.Mega,</p>
<p>Ada dua hal mendasar yang berbeda namun memiliki keterkaitan dalam tulisan Anda, yakni: skripsi dan prospek. Sebelumnya, apakah yang dimaksud dengan prospek adalah prospek bekerja? Memang tidak terlalu keliru jika Anda mencoba mempertimbangkan prospek untuk pemilihan skripsi. Akan tetapi, prinsip utama dari skripsi adalah karya ilmiah lebih tepatnya penelitian ilmiah. Proses ini, seperti yang mungkin telah Anda kira/dengar, memerlukan energi yang terus menerus. Untuk itu, mulailah dari satu hal: minat terkuat.</p>
<p>Hanya dengan minat inilah Anda akan mampu menjaga api semangat dan mengubah tantangan menjadi energi positif. Coba tanyakan pada diri sendiri, apa fenomena/masalah/tema/bidang (terkait) di lingkup keilmuan ini yang paling membuat penasaran, paling menimbulkan tanda tanya, atau bahkan paling mengesalkan fenomenanya. Selanjutnya, &#8216;tarik&#8217; fenomena tersebut dalam konteks keilmuan atau teoretisnya.</p>
<p>Bagaimana dengan prospek (kerja)? Secara singkat, jawabannya memiliki landasan sama namun dengan bahasa berbeda, yakni: passion. Apa yang paling menyenangkan, paling membuat semangat, excited? Sebagai mahasiswa, Anda bisa mulai mengamati diri sendiri dari minat yang akan mengawali proses skripsi. Anda juga bisa mulai membayangkan, kelak, aktivitas seperti apa yang paling ingin Anda lakukan setiap hari? Aktivitas yang hampir tidak ada keterpaksaan dalam melakukannya. Jangan penjara diri Anda dalam label keilmuan yang sempit, galilah potensi diri mulai dari minat, passion, kemudian kembangkan skill teknis dan <em>soft skill</em> Anda. Semoga membantu, terima kasih <img src='http://konsultankarir.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Salam,<br />
Tim Konsultankarir.com</p>
<p>This post was submitted by meg.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultankarir.com/2012/01/09/konsultasi/pilihan-keahlian/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Energi Positif 2011 untuk 2012</title>
		<link>http://konsultankarir.com/2011/12/30/artikel/energi-positif-2011-untuk-2012/</link>
		<comments>http://konsultankarir.com/2011/12/30/artikel/energi-positif-2011-untuk-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 04:42:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tyas</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Saya dan Karir]]></category>

		<category><![CDATA[2011]]></category>

		<category><![CDATA[2012]]></category>

		<category><![CDATA[energi positif]]></category>

		<category><![CDATA[karir]]></category>

		<category><![CDATA[semangat]]></category>

		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>

		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultankarir.com/?p=1168</guid>
		<description><![CDATA[Resolusi 2012?  Bagi sebagian orang, kata ini justru memberikan beban, bukan binar mata yang menyiratkan semangat, melainkan serasa ditodong kata kunci untuk memasuki satu ruangan, maka tak heran jika yang terlintas di kepala adalah: “……belum tau deh, yang kemarin saja tidak jelas,” atau “Lihat saja nanti,” atau “Pokoknya lebih baiklah..”. Jika Anda salah satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Resolusi 2012?  Bagi sebagian orang, kata ini justru memberikan beban, bukan binar mata yang menyiratkan semangat, melainkan serasa ditodong kata kunci untuk memasuki satu ruangan, maka tak heran jika yang terlintas di kepala adalah: <em>“……belum tau deh, yang kemarin saja tidak jelas,”</em> atau <em>“Lihat saja nanti,”</em> atau<em> “Pokoknya lebih baiklah..”</em>. Jika Anda salah satu di antara mereka yang merasakan ‘beban’ memasuki tahun baru ‘harus’ dengan agenda baru, maka sejenak lupakan agenda, resolusi atau rencana itu!</p>
<p>Satu hal yang tak boleh diabaikan adalah diri sendiri, tepatnya semangat diri. Alih-alih merumuskan atau mengukir janji tahun baru, ada baiknya kita awali dengan menutup tahun ini dengan cantik. Menutup dengan cantik artinya tidak sekedar ucap Sayonara 2011….tapi, rayakan perjalanan di tahun 2011 ini. Mari buat kaleidoskop diri atau bisa lebih spesifik: kaleidoskop karier 2011. Namun ingat, perayaan berarti apresiasi kerja positif, karenanya, jangan terpancing dengan hal-hal yang kurang menyenangkan. Bukankah kehidupan selalu memiliki sisi hitam-putih plus abu-abu? Jadi, mengapa tidak kita pilih sinar yang berhasil kita ukir di tahun 2011 untuk energy positif di tahun 2012?</p>
<p>Jika Anda setuju, mari kita mulai dengan secarik kertas putih…… ohya, tentu Anda bisa memilih H-1 atau hari H atau H+2 setelah terompet tahun baru bersahutan. Anda juga bisa melakukannya dengan orang terdekat atau kawan-kawan, akan terasa lebih seru ditambah permainan apresiasi yang sederhana. Berikut langkah kecil yang bisa Anda lakukan:<br />
(a)	Buat tabel dengan kolom 12 nama bulan (Januari – Desember 2011)<br />
(b)	Mulailah dengan bulan Januari: “Hal yang paling menyenangkan adalah…….” / “Hal yang paling memuaskan adalah…”/ “Hal yang paling membanggakan adalah …”<br />
(c)	Jangan ragu untuk melewati kolom bulan jika memang tidak ada yang terlalu membuat Anda bersemangat<br />
(d)	Kumpulkan dalam halaman terpisah ‘Daftar Kebahagiaan Diri’  </p>
<p>Anda bisa melakukan dengan cara lain, seperti langsung menuliskan peristiwa-peristiwa yang paling menyenangkan di tahun 2011 dan menggunakan tabel kalender hanya sebagai pengingat. Jika bersama teman/orang lain, tambahkan item (e) Yang paling menyenangkan/memuaskan/membanggakan dari A menurut B adalah….. (lakukan untuk tiap bulan). Poin ini bisa menjadi kejutan termasuk bentuk apresiasi orang lain yang terkadang dianggap tidak berarti oleh diri kita sendiri. Untuk menambahkan sensasinya, simpan kejutan ini di akhir permainan, kemudian berikan / bacakan di akhir permainan. Anda juga  bisa memajang daftar ini dengan tinta warna-warni sebagai kado diri di dinding ruang kerja  Anda <img src='http://konsultankarir.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Anda bisa melanjutkan dengan hal-hal yang perlu ditingkatkan atau agenda yang belum tercapai. Saran saya, sebaiknya tidak dilakukan di saat yang sama, karena dapat mempengaruhi mood. Berikan kesempatan diri Anda untuk menikmati kebahagiaan dan semangat dari pencapaian 2011.  Mungkin terdengar sepele, namun memasuki tahun baru, kita lebih memerlukan energy positif daripada negative. Sudah banyak energy negative yang bertebaran melalui media dan lingkungan sekitar, karenanya bantulah diri kita untuk memiliki energy positif secara realistis. Merangkai daftar kebahagiaan diri, alih-alih pencapaian diri, adalah langkah kecil yang konkret dan realistis, sehingga menghindari optimisme semu. </p>
<p>Selamat mencoba, Terima Kasih Tahun 2011 &#038; Selamat Tahun Baru 2012! </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultankarir.com/2011/12/30/artikel/energi-positif-2011-untuk-2012/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Melamar berbagai posisi</title>
		<link>http://konsultankarir.com/2011/12/30/konsultasi/melamar-berbagai-posisi/</link>
		<comments>http://konsultankarir.com/2011/12/30/konsultasi/melamar-berbagai-posisi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 03:29:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indrawati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Konsultasi]]></category>

		<category><![CDATA[karir]]></category>

		<category><![CDATA[kerja]]></category>

		<category><![CDATA[melamar pekerjaan]]></category>

		<category><![CDATA[surat lamaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultankarir.com/?p=1146</guid>
		<description><![CDATA[Apakah baik bila seseorang melamar lebih dari satu posisi dalam sebuah perusahaan?
Indrawati
Dear Sdr.Indrawati,
Sebaiknya Anda melamar satu posisi, meski terdapat posisi lain yang juga relevan dengan kompetensi Anda. Akan tetapi, Anda dapat menyebutkan lingkup pekerjaan yang Anda minati atau kuasai dalam surat lamaran secara proporsional atau implisit. Hal ini sebagai informasi kepada perusahaan sekaligus sinyal bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Apakah baik bila seseorang melamar lebih dari satu posisi dalam sebuah perusahaan?</p>
<p>Indrawati</em></p>
<p>Dear Sdr.Indrawati,</p>
<p>Sebaiknya Anda melamar satu posisi, meski terdapat posisi lain yang juga relevan dengan kompetensi Anda. Akan tetapi, Anda dapat menyebutkan lingkup pekerjaan yang Anda minati atau kuasai dalam surat lamaran secara proporsional atau implisit. Hal ini sebagai informasi kepada perusahaan sekaligus sinyal bahwa Anda berminat di posisi lain (selama tidak sangat bertentangan). Misalnya, Anda seorang lulusan akuntan namun berminat untuk bekerja di posisi customer service. Jelaskan pula alasannya secara singkat. Dalam prosesnya, perusahaan (tanpa diminta pun) akan menilai kesesuaian kandidat dengan posisi yang dilamar dan kemungkinan posisi lain. Ada kemungkinan perusahaan akan menawari posisi lain setelah Anda melewati serangkaian tes atau di interview awal (berdasarkan penilaian administrasi). Semoga bermanfaat, terima kasih.</p>
<p>Salam,<br />
Tim Konsultankarir.com</p>
<p>This post was submitted by Indrawati.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultankarir.com/2011/12/30/konsultasi/melamar-berbagai-posisi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Supervisory Leadership</title>
		<link>http://konsultankarir.com/2011/12/21/artikel/supervisory-leadership/</link>
		<comments>http://konsultankarir.com/2011/12/21/artikel/supervisory-leadership/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 06:54:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amaryllia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Saya dan Karir]]></category>

		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>

		<category><![CDATA[leadership training]]></category>

		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>

		<category><![CDATA[pelatihan SDM]]></category>

		<category><![CDATA[supervisory leadership]]></category>

		<category><![CDATA[training]]></category>

		<category><![CDATA[training SDM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultankarir.com/?p=1164</guid>
		<description><![CDATA[
Darimana konsep leadership itu muncul?  Kehadiran sosok pemimpin pada beberapa teori dijelaskan sebagai adanya penetapan tertentu terhadap seorang individu sehingga ia dapat dikatakan sebagai pemimpin.  Pada jaman purba, pemberian definisi sebagai pemimpin dilihat sebagai bentuk kemampuan individu tersebut untuk dapat mengumpulkan banyak hewan buruan.  Siapa yang dapat memberikan masukan makanan kepada kelompok masyarakatnya, maka ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://konsultankarir.com/wp-content/uploads/2011/12/supervisory-leadership-training-ain-consulting-training-kepemimpinan1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1166" title="supervisory-leadership-training-ain-consulting-training-kepemimpinan1" src="http://konsultankarir.com/wp-content/uploads/2011/12/supervisory-leadership-training-ain-consulting-training-kepemimpinan1-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Darimana konsep <em>leadership</em> itu muncul?  Kehadiran sosok pemimpin pada beberapa teori dijelaskan sebagai adanya penetapan tertentu terhadap seorang individu sehingga ia dapat dikatakan sebagai pemimpin.  Pada jaman purba, pemberian definisi sebagai pemimpin dilihat sebagai bentuk kemampuan individu tersebut untuk dapat mengumpulkan banyak hewan buruan.  Siapa yang dapat memberikan masukan makanan kepada kelompok masyarakatnya, maka ia akan dianggap kuat dan diangkat sebagai pemimpin dalam kelompoknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Berjalannya budaya dan pola hidup masyarakat kemudian membuat fungsi dan peranan leadership menjadi berubah seiring dengan konsep yang diangkat dalam masyarakat.  Bagaimana ternyata seleksi dalam menjadi seorang pemimpin adalah suatu hal yang tidak mudah.  Dalam konteks masyarakat yang sangat tradisional, seorang pemimpin adalah suatu karakteristik yang dapat diturunkan.  Sedangkan dalam konteks masyarakat yang lebih modern, dimana aspek demokrasi sudah terlibat banyak dalam pola penyusunan struktur yang ada dalam masyarakat.  Lalu siapa yang sebenarnya dianggap pemimpin?</p>
<p style="text-align: justify;">Pemimpin dalam beberapa komunitas masyakat didefinisikan adalah sosok yang mampu memberikan cita-cita hidup dari masyarakat. Bagaimana seorang Julius Caessar berperang dalam melakukan ekspansi terhadap kebesaran negaranya.  Satu hal yang perlu dilihat adalah pertama apa yang menjadi identitas dari kelompok yang dipimpin.  Seorang pemimpin yang baik, dapat memberikan arti identitas terhadap kelompok kerja yang dipimpinnya,  tentang identitas asli dari kelompok tersebut.  Hal yang kedua yang menjadi proses pengembangan dalam kelompok masyarakat tersebut adalah perumusan terhadap tujuan dari organisasi itu sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu bagaimana mengembangkan suatu kepemimpinan dalam suatu perusahaan.  Apakah <em>ownership</em> dan <em>leadership </em>adalah suatu konsep yang sama?  Apakah <em>l</em><em>eadership</em> dapat terbentuk secara instant dan berharap suatu saat suatu konsep kepemimpinan bisa diturunkan dan dicontohkan dengan sederhana? Atau apakah memang kepemimpinan merupakan suatu bakat yang mana tidak semua orang memilikinya dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa menjadi pemimpin?</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam teori <em>Great Man</em> (<em>Great Man Theories</em>) dijelaskan bahwa seorang pemimpin adalah sekelompok orang-orang yang memang secara khusus adalah orang yang berbeda dan terkecualikan, dimana dilahirkan dengan dibekali suatu intuisi tertentu sebagai pemimpin.  Namun dalam beberapa hal, tentu ini akan sangat menyulitkan dalam suatu organisasi.  Berarti tidak memungkinkan bagi suatu organisasi untuk melakukan proses kaderisasi terhadap anggota karyawan mereka agar suatu saat dapat dikembangkan menjadi suatu individu yang dapat memimpin.</p>
<p style="text-align: justify;">Perkembangkan teori lanjutan kemudian menunjukkan bahwa kepemimpinan adalah suatu bentuk aspek situasional yang juga dapat dikembangkan dalam konsep teori kepemimpinan dimana dalam teori <em>Situational Leadership</em> dijelaskan bahwa konsep <em>l</em><em>eadership</em> adalah bentuk situational yang dikembangkan dalam bentuk proses pelatihan untuk menempatkan seorang individu dalam situasi tertentuk dalam melakukan proses pengembangan kepemimpinan.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk dapat mengembangkan aspek kepemimpinan dari karyawan, terdapat beberapa hal yang perlu dicermati pertama adalah program yang diterapkan dalam perusahaan tersebut dan jenis pelatihan yang dikembangkan.  Jenis pelatihan yang baik tanpa didukung oleh program pengembangan kepemimpinan yang tepat justru hanya menyebabkan pelatihan kepemimpinan hanya sebagai hiasan belaka terhadap suatu bentuk proses pembentukan generasi-generasi lanjutan kepemimpinan dalam perusahaan.  Asumsi lain dari konsep pengembangan kepemimpinan adalah suatu yang secara situasional dimana dalam kondisi tertentu seorang individu dapat dilakukan proses pengarahan prilaku menjadi sosok <em>leadership.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Program pelatihan yang tepat dapat dilakukan untuk mengembangkan personel yang ada dalam perusahaan untuk mengembangkan posisi individu tersebut ke dalam aspek <em>leadership.</em> Dalam memilih <em>provider</em> pelatihan yang tepat untuk mengembangkan kepemimpinan menjadi suatu nilai penting bagi perusahaan untuk menjalankan visi dari organisasi tersebut mengembangkan kepemimpinan dari individu itu sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Pelatihan <em>Supervisory Leadership</em> diberikan kepada peserta dibagi menjadi tiga hari pelatihan:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>HARI PERTAMA:</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><em>Melakukan proses profiling terhadap organisasi</em>.  Dalam proses pemetaan terhadap organisasi, individu berada dalam posisi dilatih untuk melakukan proses identifikasi situasi dalam perusahaan.  Mempelajari teknik bagaimana perusahaan melakukan proses pengambilan keputusan, jenis dan type konflik yang muncul dari perusahaan dan kapasitas individu itu sendiri dalam menempatkan posisi dalam konflik tersebut.</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li><em>Melakukan proses self assessment terhadap karakter personality yang dimiliki</em> oleh individu karyawan itu sendiri dalam mendefinisikan type karakter dari personality individu tersebut dalam melakukan proses kepemimpinan.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>HARI KEDUA</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><em>Problem solving technique</em></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Pengembangan dan teknik metode pemecahan masalah</p>
<p style="text-align: justify;">Teknik penembangan personality dalam proses pemecahan masalah</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><em>Eksplorasi terhadap self identity</em></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Melakukan pendataan terhadap karakter identitas dari individu mempelajari kelemahan dan kekuatan individu dalam proses kepemimpinan.<em></em></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><em>Teknik dan membangun sistem instruksi dan panduan kerja yang tepat</em></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Proses pengenalan operasional system dari proses kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Proses penyusunan rencana kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Proses koordinasi dan implementasi sistem kerja dalam kelompok</p>
<p style="text-align: justify;">Proses evaluasi terhadap mekanisme kinerja sistem</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><em>Teknik pengembangan komunikasi social dalam organisasi</em></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Teknik penggunaan bahasa verbal kepada karyawan</p>
<p style="text-align: justify;">Teknik penggunaan bahasa dalam konteks komunikasi dokumentasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Teknik penggunaan bahasa dalam proses instruksi kerja</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>HARI KETIGA</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><em>Pengembangan kinerja tim</em></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Pengembangan komposisi tim dalam organisasi</p>
<p style="text-align: justify;">Pengembangan aspek motivasi dalam tim</p>
<p style="text-align: justify;">Proses pemecahan masalah dalam kinerja tim</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><em>Pengembangan motivasi</em></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Konsep Achievement motivation</p>
<p style="text-align: justify;">Proses pelatihan motivasi</p>
<ul>
<li><em>Evaluasi kepemimpinan</em></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Metode dan teknik self assessment dalam proses pengembangan kepemipinan.</p>
<p style="text-align: justify;">Proses koreksi dan pengembangan kepemimpinan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Tanggal Pelaksanaan: <strong>11 - 13 Januari 2012</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Lokasi : Hotel di Jakarta</p>
<p style="text-align: justify;">Instruktur: <strong>Amaryllia Puspasari</strong><strong> &amp; AIN Consulting Team</strong><strong>,</strong> Pengalaman ekstensif selama 12 tahun menangani proyek pengembangan manajemen di beberapa perusahaan seperti perusahaan retail (Apotek, grosir, dan lainnya), produk FMCG (snack industries), Food Industries (fisheries), asuransi (Jamsostek), institusi pendidikan, perusahaan pertambangan), NGO dan banyak perusahaan lainnya, termasuk di dalamnya adalah perusahaan elektronik, perusahaan garmen, bisnis entertainment, real estate, jasa pengamanan dan lainnya.  Membantu banyak perusahaan dalam mengimplementasikan sistem menjadi suatu bentuk budaya perusahaan dan prilaku personel di dalamnya.  Menjadi salah satu staff pengajar Psikometri di Universitas Indonesia.  Penulis buku untuk psikologi perkembangan anak dan pengembangan diri.  Menjadi nara sumber untuk manajemen marketing (salesmanship dan manajemen retail), training motivasi, training leadership dan training lainnya yang terkait dengan pengembangan sistem dalam perusahaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendaftaran: Hubungi AIN Consulting, Graha Mustika Ratu Lt. Mezzanine. Telpon 021-83708885, 021-32959205. Pembayaran: Rek. BRI No. 0340.01.000832.302 atas nama PT Andal Inti Natura.</p>
<p style="text-align: justify;">Investasi: Rp. 3.500.000/peserta</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultankarir.com/2011/12/21/artikel/supervisory-leadership/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Peranan Departemen Sumber Daya Manusia Terhadap Implementasi Sistem ISO dan OHSAS</title>
		<link>http://konsultankarir.com/2011/12/20/artikel/peranan-departemen-sumber-daya-manusia-terhadap-implementasi-sistem-iso-dan-ohsas/</link>
		<comments>http://konsultankarir.com/2011/12/20/artikel/peranan-departemen-sumber-daya-manusia-terhadap-implementasi-sistem-iso-dan-ohsas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 09:59:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amaryllia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Curhat Kaka]]></category>

		<category><![CDATA[HR Corner]]></category>

		<category><![CDATA[Kuis]]></category>

		<category><![CDATA[Saya dan Karir]]></category>

		<category><![CDATA[HRD berbasis sistem ISO]]></category>

		<category><![CDATA[ISO System]]></category>

		<category><![CDATA[pelatihan ISO system bidang SDM]]></category>

		<category><![CDATA[Sistem ISO]]></category>

		<category><![CDATA[SOP]]></category>

		<category><![CDATA[training]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultankarir.com/?p=1161</guid>
		<description><![CDATA[
Terdapat analogi yang menarik antara sistem dan sumber daya manusia.  Hal yang mana dulu yang harus dibangun?  Seperti permainan telur dan ayam.  Di salah satu pihak menyebutkan sebaiknya sistem dulu yang dibangun, mengapa?  Pandangan ini berangkat dari pemahaman bahwa suatu perusahaan tidak baik kalau hanya tergantung pada sumber daya manusia saja.  Bagaimana pun juga, sumber [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://konsultankarir.com/wp-content/uploads/2011/12/departemen-sdm-iso-iso-system-pelatihan-sdm1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1163" title="departemen-sdm-iso-iso-system-pelatihan-sdm1" src="http://konsultankarir.com/wp-content/uploads/2011/12/departemen-sdm-iso-iso-system-pelatihan-sdm1.jpg" alt="" width="240" height="180" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Terdapat analogi yang menarik antara sistem dan sumber daya manusia.  Hal yang mana dulu yang harus dibangun?  Seperti permainan telur dan ayam.  Di salah satu pihak menyebutkan sebaiknya sistem dulu yang dibangun, mengapa?  Pandangan ini berangkat dari pemahaman bahwa suatu perusahaan tidak baik kalau hanya tergantung pada sumber daya manusia saja.  Bagaimana pun juga, sumber daya manusia bisa saja memutuskan untuk tidak meneruskan bekerja lagi, atau bisa saja personel yang bersangkutan sakit atau ada masalah keluarga yang tidak dipungkiri dapat mengganggu kinerja personel tersebut.  Tapi, di pihak lain membuat sistem itu lama.  Belum lagi akan memakan waktu trial dan error nya.  Lebih banyak malah <em>error</em> nya dibandingkan dengan baiknya.  Kapan untungnya?</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang pemilik perusahaan yang bijak tentu membangun bisnis tidak hanya dengan melihat untungnya saja.  Meskipun secara hukum ekonomi, seorang pengusaha diijinkan untuk memiliki prinsip mengambil keuntungan sebesar-besarnya dengan meminimalkan biaya sekecil-kecilnya.  Tapi apa lacur, memang terlihat untung, biaya juga terlihat kecil, tapi apakah pengusaha mengukur tingkat stress dari karyawannya atau melihat tingkat stress dari dirinya sendiri.  Dalam perusahaan dimana sistem belum terbangun ketergantungan terhadap individu menjadi sangat kuat.  Pada beberapa perusahaan, ditemukan adanya kekhawatiran untuk berbuat salah atau disalahkan karena tidak ada sistem yang mendukung kinerja mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">ISO (yang merupakan kepanjangan dari International Standard Organization) adalah suatu institusi Internasional yang mengeluarkan produk yang terkait dengan sistem di dalam perusahaan.  ISO Series (ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO 17025, ISO 22000) adalah jenis produk yang mengelola manajemen dalam perusahaan dengan menggunakan konsep PDCA sehingga menghasilkan output yang sesuai dengan peraturan, persyaratan konsumen maupun standar referensi lainnya.  Hal yang menarik dari Sistem ISO itu sendiri adalah adanya proses penyeimbang antara sistem dan pengembangan sumber daya manusia.  Dimana akhirnya misteri teka-teki antara yang mana yang sebaiknya dibangun adalah suatu hal yang tidak perlu diperdebatkan kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu hal yang sangat perlu diperhatikan bahwasanya jangan melihat ISO hanyalah suatu tempelan terhadap asesoris dari perusahaan belaka.  Banyak hal yang sangat penting yang apabila diimplementasikan secara tepat dalam ruang lingkup SDM akan sangat membantu departemen HR dalam mengoptimalkan sistem internal dalam perusahaan yang berbasikan kompetensi.  Dalam pelatihan mengenai <a href="http://www.konsultankarir.com/2011/12/13/saya-dan-karir/pelatihan-pelatihan-di-bidang-sdm/"><strong><em>PENYUSUNAN DOKUMENTASI HR BERDASARKAN ISO SYSTEM</em></strong>,</a> praktisi HR akan diberikan informasi yang terkait dengan tata cara penyusunan dokumen seperti Job Description, Standar Kompetensi, Standard Operating Procedure, maupun Catatan Kerja yang berhubungan dengan Sistem ISO itu sendiri.  Diharapkan dalam pelatihan satu hari ini, praktisi HR akan dapat mengimplementasikan dan mengembangkan sistem berbasiskan ISO Series sehingga dapat membantu pengembangan sistem secara simultan dalam perusahaan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultankarir.com/2011/12/20/artikel/peranan-departemen-sumber-daya-manusia-terhadap-implementasi-sistem-iso-dan-ohsas/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

